Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

GP Ansor Bangun Ekonomi Berbasis Komunitas di Maluku Utara

Kompas.com, 10 Agustus 2025, 09:04 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com — Suasana hangat terasa di Kelurahan Kastela, Kota Ternate, Sabtu (9/8/2025) pagi. Di bawah terik matahari, sejumlah pemuda, petani lokal, dan tokoh masyarakat berkumpul di lahan terbuka. Mereka tidak sekadar berkumpul untuk seremoni, tetapi untuk memulai langkah nyata membangun ekonomi berbasis komunitas.

Gerakan Pemuda (GP) Ansor, organisasi pemuda Nahdlatul Ulama (NU), resmi meluncurkan dua inisiatif besar di Maluku Utara: Badan Usaha Milik Ansor (BUMA) dan Gerakan Patriot Ketahanan Pangan. Kedua program ini diresmikan langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor, H Addin Jauharudin, dengan simbol penanaman jagung.

“Melalui BUMA dan penanaman jagung ini, kami ingin memperkuat kontribusi pemuda terhadap ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal secara berkelanjutan,” ujar Addin dalam sambutannya yang dikutip dari siaran pers Ansor, Minggu (10/8/2025).

Baca juga: Muhammadiyah Sosialisasikan Kalender Hijriah Global di Mesir, Langkah Menuju Kesatuan Dunia Islam

Pemuda dan Petani Lokal Jadi Kunci

Addin menjelaskan, GP Ansor berkomitmen menghadirkan solusi konkret untuk penguatan ekonomi kerakyatan. Menurutnya, pemuda dan masyarakat lokal adalah dua kekuatan yang harus berjalan bersama.

Ia optimistis program ini bisa menjadi pemantik lahirnya desa-desa mandiri yang mampu memenuhi kebutuhan pangan sekaligus membuka lapangan kerja baru.

Apresiasi Pemerintah Daerah

Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, yang hadir dalam acara tersebut, menyambut positif langkah GP Ansor. Ia menilai pendirian BUMA bisa menjadi mitra strategis Koperasi Desa Merah Putih untuk mempercepat roda perekonomian.

“Kemitraan ini akan menjadi bentuk kerja sama yang saling menguntungkan, khususnya dalam mendukung percepatan program-program pemerintah di bidang ekonomi dan ketahanan pangan,” ungkapnya.

BUMA Libatkan Petani Binaan

Ketua PW GP Ansor Maluku Utara, Syarif Abdulah, menambahkan bahwa lahan yang akan digarap berasal dari petani binaan Ansor. Prosesnya pun akan melibatkan masyarakat lokal secara penuh, dari pengolahan lahan hingga pemasaran hasil panen.

“BUMA ini tidak hanya jadi badan usaha di atas kertas, tapi benar-benar bergerak dan memberi dampak langsung ke masyarakat,” tegasnya.

Bukan Sekadar Seremoni

Rangkaian kegiatan GP Ansor di Maluku Utara juga diwarnai aksi sosial. Pada pagi harinya, Addin dan rombongan membagikan 200 paket sembako untuk warga Kelurahan Takoma.

Baca juga: Olimpiade Madrasah Resmi Dimulai, Ajang Cetak Ilmuwan Penerus Ibnu Sina

“Kami tidak hanya hadir untuk seremoni, tapi ingin benar-benar memberi manfaat kepada masyarakat. Inilah bentuk nyata khidmat Ansor kepada negeri,” tutur Addin.

Dengan semangat kolaborasi, GP Ansor berharap inisiatif ini menjadi awal dari gerakan besar membangun Maluku Utara yang mandiri, produktif, dan inklusif—dimulai dari jagung yang ditanam hari ini.

Dukungan dari Gubernur Maluku Utara

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menegaskan bahwa GP Ansor bukan sekadar organisasi, melainkan wadah pembinaan kepemimpinan bagi generasi muda.

“Saya percaya dari GP Ansor akan lahir pemimpin masa depan Indonesia yang menjunjung tinggi pemberdayaan sumber daya manusia, keberagaman, dan kemandirian ekonomi,” ujar Sherly saat menghadiri pelantikan pengurus PW GP Ansor Maluku Utara periode 2024–2028 di Bela Hotel Ternate.

Ia menekankan bahwa GP Ansor tidak hanya berperan menjaga akidah dan kebangsaan, tetapi juga harus berdiri tegak secara ekonomi. Mengutip pesan Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Sherly berkata, “Tidak penting apapun agama dan sukumu, kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak akan bertanya apa agamamu.”

Sherly juga menyoroti pentingnya keberagaman sebagai kekuatan bangsa.

“Negeri Moloku Kie Raha punya semboyan ‘Torang Semua Basudara’. Meski provinsi kita kecil, pertumbuhan ekonomi Maluku Utara pada kuartal I mencapai 34,5 persen dan kuartal II sebesar 32 persen, tertinggi di Indonesia,” ujarnya.

Ia mendorong GP Ansor untuk ikut dalam laju pertumbuhan ekonomi daerah. Pemerintah provinsi, kata Sherly, siap berkolaborasi untuk mengoptimalkan daya saing, memperkuat SDM, dan mendorong kemandirian ekonomi pemuda hingga ke wilayah perbatasan.

Ziarah ke Makam Sultan

Di sela rangkaian kegiatan, rombongan GP Ansor juga melakukan ziarah ke makam Sultan Babullah, pahlawan nasional dan Sultan Kesultanan Ternate, serta ke makam Sultan Mahmud Badaruddin II, pahlawan nasional dan Sultan Palembang.

Ziarah ini menjadi pengingat akan nilai perjuangan, kepemimpinan, dan keberanian para tokoh sejarah yang diwariskan kepada generasi muda.

Dengan semangat kolaborasi, GP Ansor berharap inisiatif ini menjadi awal dari gerakan besar membangun Maluku Utara yang mandiri, produktif, dan inklusif—dimulai dari jagung yang ditanam hari ini hingga warisan semangat para sultan yang diziarahi.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
1.344 Calon Petugas Haji Ikuti Tes CAT Serentak di 35 Titik BKN
1.344 Calon Petugas Haji Ikuti Tes CAT Serentak di 35 Titik BKN
Aktual
Haedar Nashir Ungkap Alasan Muhammadiyah Tidak Memiliki Dewan Syuro
Haedar Nashir Ungkap Alasan Muhammadiyah Tidak Memiliki Dewan Syuro
Aktual
Doa Menghadapi Bencana: Gempa, Banjir, hingga Gunung Meletus
Doa Menghadapi Bencana: Gempa, Banjir, hingga Gunung Meletus
Doa Harian
Aktivis Muda NU Hendriyanto Attan Raih Gelar Kehormatan dari Keraton Surakarta
Aktivis Muda NU Hendriyanto Attan Raih Gelar Kehormatan dari Keraton Surakarta
Aktual
Dua Patung Bunda Maria Bernuansa Nusantara yang Memikat Putri Mahkota Swedia
Dua Patung Bunda Maria Bernuansa Nusantara yang Memikat Putri Mahkota Swedia
Aktual
Muhammadiyah Tangani 3.702 Korban Gempa NTT, ISPA Jadi Keluhan Terbanyak
Muhammadiyah Tangani 3.702 Korban Gempa NTT, ISPA Jadi Keluhan Terbanyak
Aktual
Pendidikan 24 Jam ala Pesantren Dinilai Relevan dengan Kebutuhan Zaman, Mengapa?
Pendidikan 24 Jam ala Pesantren Dinilai Relevan dengan Kebutuhan Zaman, Mengapa?
Aktual
Apa Itu Fikih Sosial KH Ali Yafie? Memahami Agama dari Persoalan Masyarakat
Apa Itu Fikih Sosial KH Ali Yafie? Memahami Agama dari Persoalan Masyarakat
Aktual
Menjaga Bumi Bisa Dimulai dari Bangunan, Ini Pentingnya Konsep Bangunan Hijau
Menjaga Bumi Bisa Dimulai dari Bangunan, Ini Pentingnya Konsep Bangunan Hijau
Aktual
Mengenang 100 Tahun KH Ali Yafie dan Warisan Islam Moderat untuk Indonesia
Mengenang 100 Tahun KH Ali Yafie dan Warisan Islam Moderat untuk Indonesia
Aktual
5 Rukun Islam: Pengertian, Urutan, Makna, dan Penerapannya
5 Rukun Islam: Pengertian, Urutan, Makna, dan Penerapannya
Doa dan Niat
Doa Nabi Yunus: Arab, Latin, Arti, Keutamaan, dan Cara Mengamalkannya
Doa Nabi Yunus: Arab, Latin, Arti, Keutamaan, dan Cara Mengamalkannya
Doa dan Niat
Tak Hanya Bantuan Pangan, ZISWAF Didorong Lindungi Kelompok Rentan
Tak Hanya Bantuan Pangan, ZISWAF Didorong Lindungi Kelompok Rentan
Aktual
Menag Ajak Siswa Seminari Doakan Korban Gempa Flores
Menag Ajak Siswa Seminari Doakan Korban Gempa Flores
Aktual
Solidaritas untuk Korban Gempa Flores, 20 Ton Beras hingga Ribuan Selimut Disalurkan
Solidaritas untuk Korban Gempa Flores, 20 Ton Beras hingga Ribuan Selimut Disalurkan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar