Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

8 Langkah Mandi Wajib Setelah Haid, Panduan Lengkap untuk Muslimah

Kompas.com, 15 September 2025, 11:58 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Dalam ajaran Islam, mandi wajib atau mandi junub merupakan ibadah penyucian diri yang harus dilakukan seorang Muslim ketika berada dalam keadaan hadas besar, salah satunya setelah selesai haid.

Mandi wajib setelah haid tidak sekadar membersihkan tubuh secara lahiriah, tetapi juga menyucikan diri agar kembali sah menjalankan ibadah seperti salat, membaca Al-Qur’an, maupun thawaf.

Berikut adalah panduan lengkap mengenai langkah-langkah mandi wajib setelah haid, beserta niat dan tata caranya yang dikutip dari berbagai sumber.

Baca juga: Bacaan Niat Mandi Wajib Karena Keluar Mani Lengkap dengan Tata Caranya

1. Niat Mandi Wajib

Niat menjadi syarat utama sahnya ibadah, termasuk mandi wajib. Niat mandi wajib setelah haid cukup dilakukan dalam hati, tidak harus dilafalkan dengan suara. Namun, sebagian ulama menganjurkan untuk melafalkannya.

Lafal niat mandi wajib setelah haid:

“Nawaitul ghusla li raf‘i hadatsil haid lillahi ta‘ala.”

Artinya: “Saya niat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari haid karena Allah Ta‘ala.”

2. Membaca Basmalah

Sebelum memulai, dianjurkan untuk membaca basmalah: “Bismillahirrahmanirrahim.” Ini adalah adab umum dalam setiap aktivitas baik seorang Muslim.

3. Mencuci Tangan

Langkah awal mandi wajib adalah mencuci kedua telapak tangan sebanyak tiga kali. Hal ini mengikuti sunnah Rasulullah SAW agar tangan dalam keadaan bersih sebelum menyentuh bagian tubuh lainnya.

4. Membersihkan Kotoran

Selanjutnya, bersihkan area kemaluan dan kotoran yang menempel dengan tangan kiri. Setelah itu, cucilah tangan kiri dengan sabun atau tanah sebagaimana yang diajarkan Nabi SAW agar benar-benar suci.

5. Berwudhu

Setelah membersihkan diri, lakukan wudhu seperti ketika hendak salat. Wudhu ini menjadi bagian dari kesempurnaan mandi wajib. Namun, jika seseorang lupa berwudhu, mandinya tetap sah selama seluruh tubuh terkena air.

6. Membasuh Kepala

Guyurlah air ke kepala sebanyak tiga kali hingga merata ke kulit kepala. Pastikan air mengenai pangkal rambut, tidak hanya bagian luar saja. Bagi yang berambut panjang, dianjurkan untuk memastikan air benar-benar masuk hingga ke pangkal rambut.

7. Membasuh Seluruh Tubuh

Setelah kepala, siramkan air ke seluruh tubuh dimulai dari sisi kanan lalu ke sisi kiri. Usahakan tidak ada bagian tubuh yang tertinggal terkena air, termasuk lipatan tubuh seperti ketiak, pusar, sela-sela jari, hingga belakang telinga.

8. Menggosok Tubuh

Untuk lebih menyempurnakan mandi wajib, dianjurkan menggosok tubuh dengan tangan agar air benar-benar merata ke semua bagian. Hal ini merupakan sunnah yang ditekankan.

Hikmah Mandi Wajib Setelah Haid

Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, mandi wajib setelah haid juga membawa manfaat kesehatan. Tubuh menjadi bersih, segar, dan terhindar dari kotoran yang bisa menimbulkan penyakit.

Secara spiritual, mandi wajib memberikan rasa tenang dan kesucian, sehingga seorang Muslimah siap kembali melaksanakan ibadah dengan hati yang lapang.

Penutup

Mandi wajib setelah haid adalah kewajiban setiap Muslimah untuk kembali dalam keadaan suci.

Baca juga: Bolehkah Mandi Junub Tanpa Shampo? Ini Penjelasan Ulama

Langkah-langkahnya sederhana: niat, mencuci tangan, membersihkan kotoran, berwudhu, membasuh kepala, lalu menyiram seluruh tubuh hingga merata.

Dengan menjalankan tata cara ini, ibadah pun sah dan diterima oleh Allah SWT.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
1.344 Calon Petugas Haji Ikuti Tes CAT Serentak di 35 Titik BKN
1.344 Calon Petugas Haji Ikuti Tes CAT Serentak di 35 Titik BKN
Aktual
Haedar Nashir Ungkap Alasan Muhammadiyah Tidak Memiliki Dewan Syuro
Haedar Nashir Ungkap Alasan Muhammadiyah Tidak Memiliki Dewan Syuro
Aktual
Doa Menghadapi Bencana: Gempa, Banjir, hingga Gunung Meletus
Doa Menghadapi Bencana: Gempa, Banjir, hingga Gunung Meletus
Doa Harian
Aktivis Muda NU Hendriyanto Attan Raih Gelar Kehormatan dari Keraton Surakarta
Aktivis Muda NU Hendriyanto Attan Raih Gelar Kehormatan dari Keraton Surakarta
Aktual
Dua Patung Bunda Maria Bernuansa Nusantara yang Memikat Putri Mahkota Swedia
Dua Patung Bunda Maria Bernuansa Nusantara yang Memikat Putri Mahkota Swedia
Aktual
Muhammadiyah Tangani 3.702 Korban Gempa NTT, ISPA Jadi Keluhan Terbanyak
Muhammadiyah Tangani 3.702 Korban Gempa NTT, ISPA Jadi Keluhan Terbanyak
Aktual
Pendidikan 24 Jam ala Pesantren Dinilai Relevan dengan Kebutuhan Zaman, Mengapa?
Pendidikan 24 Jam ala Pesantren Dinilai Relevan dengan Kebutuhan Zaman, Mengapa?
Aktual
Apa Itu Fikih Sosial KH Ali Yafie? Memahami Agama dari Persoalan Masyarakat
Apa Itu Fikih Sosial KH Ali Yafie? Memahami Agama dari Persoalan Masyarakat
Aktual
Menjaga Bumi Bisa Dimulai dari Bangunan, Ini Pentingnya Konsep Bangunan Hijau
Menjaga Bumi Bisa Dimulai dari Bangunan, Ini Pentingnya Konsep Bangunan Hijau
Aktual
Mengenang 100 Tahun KH Ali Yafie dan Warisan Islam Moderat untuk Indonesia
Mengenang 100 Tahun KH Ali Yafie dan Warisan Islam Moderat untuk Indonesia
Aktual
5 Rukun Islam: Pengertian, Urutan, Makna, dan Penerapannya
5 Rukun Islam: Pengertian, Urutan, Makna, dan Penerapannya
Doa dan Niat
Doa Nabi Yunus: Arab, Latin, Arti, Keutamaan, dan Cara Mengamalkannya
Doa Nabi Yunus: Arab, Latin, Arti, Keutamaan, dan Cara Mengamalkannya
Doa dan Niat
Tak Hanya Bantuan Pangan, ZISWAF Didorong Lindungi Kelompok Rentan
Tak Hanya Bantuan Pangan, ZISWAF Didorong Lindungi Kelompok Rentan
Aktual
Menag Ajak Siswa Seminari Doakan Korban Gempa Flores
Menag Ajak Siswa Seminari Doakan Korban Gempa Flores
Aktual
Solidaritas untuk Korban Gempa Flores, 20 Ton Beras hingga Ribuan Selimut Disalurkan
Solidaritas untuk Korban Gempa Flores, 20 Ton Beras hingga Ribuan Selimut Disalurkan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar