Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

MUI dan Ormas Islam Deklarasikan 9 Poin Dukungan untuk Palestina

Kompas.com, 8 Oktober 2025, 16:19 WIB
Khairina

Editor

Sumber MUI

KOMPAS.com-Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama organisasi masyarakat (ormas) Islam, majelis agama, lembaga filantropi, akademisi, dan lembaga pembela Palestina mendeklarasikan 9 poin sikap dalam rangka peringatan Badai Al Aqsa.

Kegiatan tersebut digelar di Aula Buya Hamka, Kantor MUI, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (7/10/2025).

Dilansir dari laman MUI, deklarasi ini menjadi komitmen bersama umat Islam Indonesia untuk mendukung kemerdekaan Palestina dan menolak segala bentuk penjajahan serta kekerasan di wilayah tersebut.

Baca juga: MUI Minta Kegiatan di Bangunan Pesantren Tak Layak Dihentikan Sementara

Sembilan Poin Deklarasi MUI dan Ormas Islam

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof Sudarnoto Abdul Hakim, membacakan sembilan poin deklarasi dalam kegiatan tersebut.

Berikut sembilan poin deklarasi dukungan untuk Palestina:

1. Mengapresiasi perjuangan diplomatik internasional, termasuk peran Indonesia dalam Konferensi New York (28–30 Juli 2025) yang menghasilkan Rencana Perdamaian Komprehensif Palestina.

MUI juga memahami sikap sejumlah pihak, termasuk Hamas, yang menerima proposal perdamaian sebagai dasar perundingan untuk menghentikan perang dan genosida, mengirimkan bantuan kemanusiaan, serta merekonstruksi Gaza.

2.Menegaskan bahwa perjuangan rakyat Palestina, termasuk Hamas dan faksi perlawanan lainnya, merupakan hak sah dalam membela diri terhadap penjajahan dan genosida, sesuai hukum internasional dan syariat Islam.

MUI menyerukan negara-negara Arab dan Islam untuk mengadopsi sikap yang sama, membela tanah, kehormatan, serta situs-situs suci Palestina.

3. Mendorong masyarakat internasional untuk meningkatkan tekanan politik, diplomatik, dan media terhadap Israel agar memenuhi tuntutan rakyat Palestina.

Dukungan politik dan publik internasional dinilai penting sebagai perlindungan atas hak-hak kemanusiaan dan kedaulatan Palestina.

4. Mengajak seluruh bangsa Indonesia memperkuat solidaritas kemanusiaan, advokasi politik, dan diplomasi publik bagi Palestina.

MUI juga mengimbau masyarakat untuk mendoakan, memberikan dukungan moral, serta berdonasi bagi rakyat Gaza, karena pembelaan terhadap Palestina merupakan bagian dari jihad kemanusiaan dan amanat keagamaan.

Baca juga: MUI Desak Pemerintah Tolak Kehadiran Atlet Israel di Kejuaraan Dunia Senam 2025

5.Siap bersinergi dengan Pemerintah Indonesia untuk memperjuangkan diplomasi aktif di dunia internasional, mendorong PBB, OKI, dan negara sahabat mengambil langkah nyata untuk melindungi rakyat Gaza, serta mengawal proses menuju kemerdekaan Palestina dengan Yerusalem (Al-Quds Al-Syarif) sebagai ibu kotanya.

6. Mengajak seluruh umat Islam di dunia untuk bersatu, menolak perpecahan, serta tidak melakukan normalisasi hubungan dengan penjajah Israel.

MUI menegaskan bahwa persatuan dalam keimanan dan kemanusiaan merupakan kunci bagi pembebasan Palestina dan keselamatan Masjid Al-Aqsa.

7. Mengusulkan kepada PBB untuk membentuk “Palestine Room” (Ruang Palestina) di markas besar PBB sebagai pusat koordinasi dalam mempersiapkan kemerdekaan Palestina.

8. Mendesak Pemerintah Indonesia agar bersikap tegas terhadap semua bentuk propaganda dan gerakan pro-Zionis di Indonesia.

9. Mendorong Pemerintah Indonesia membuka komunikasi langsung dengan faksi-faksi perlawanan Palestina guna memperkuat persatuan nasional Palestina dan menggagalkan strategi politik Israel.

Baca juga: KH Lukmanul Hakim Wafat, MUI Berduka

Solidaritas Umat Islam Indonesia untuk Palestina

Deklarasi ini mencerminkan komitmen MUI dan berbagai ormas Islam dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina melalui jalur diplomasi, kemanusiaan, dan persatuan umat.

Sudarnoto menyebut bahwa dukungan terhadap Palestina bukan sekadar isu politik, tetapi juga tanggung jawab moral dan keagamaan.

Ia menegaskan bahwa persatuan dunia Islam dan konsistensi Indonesia dalam membela Palestina akan memperkuat posisi diplomatik bangsa dalam memperjuangkan keadilan internasional.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Jelang Puncak Haji, Bus Shalawat Jemaah Haji Indonesia Berhenti Sementara Mulai 22 Mei 2026
Jelang Puncak Haji, Bus Shalawat Jemaah Haji Indonesia Berhenti Sementara Mulai 22 Mei 2026
Aktual
Kisah Jemaah Haji Asal Tegal yang Tetap Bersyukur Meski Harus Jalani Amputasi di Makkah
Kisah Jemaah Haji Asal Tegal yang Tetap Bersyukur Meski Harus Jalani Amputasi di Makkah
Aktual
Jelang Haji 2026, Arab Saudi Atur Jeda Adzan dan Iqamah Lebih Singkat
Jelang Haji 2026, Arab Saudi Atur Jeda Adzan dan Iqamah Lebih Singkat
Aktual
Haji 2026: Masjidil Haram, Arafah, Mina, dan Muzdalifah Kini Tercover 5G Penuh
Haji 2026: Masjidil Haram, Arafah, Mina, dan Muzdalifah Kini Tercover 5G Penuh
Aktual
Bagaimana jika Paspor Jemaah Haji Rusak di Tanah Suci? Ini Kata KJRI
Bagaimana jika Paspor Jemaah Haji Rusak di Tanah Suci? Ini Kata KJRI
Aktual
Fatayat NU Blitar Soroti Kekerasan Seksual Mahasiswa, Kampus Diminta Ambil Langkah Tegas
Fatayat NU Blitar Soroti Kekerasan Seksual Mahasiswa, Kampus Diminta Ambil Langkah Tegas
Aktual
Bukan Cuma Ngaji, Pesantren Kini Jadi Pemasok Utama Program Makan Gratis 2026
Bukan Cuma Ngaji, Pesantren Kini Jadi Pemasok Utama Program Makan Gratis 2026
Aktual
Bolehkah Berkurban Tanpa Melihat Hewannya Disembelih? Jangan Sampai Keliru!
Bolehkah Berkurban Tanpa Melihat Hewannya Disembelih? Jangan Sampai Keliru!
Aktual
Saat Rasulullah Geleng Kepala Lihat Nu’aiman Sembelih Unta Milik Tamu
Saat Rasulullah Geleng Kepala Lihat Nu’aiman Sembelih Unta Milik Tamu
Aktual
Resmi! Saudi Rilis Panduan Haji 2026, Fokus Keselamatan Jemaah dan Cuaca Ekstrem
Resmi! Saudi Rilis Panduan Haji 2026, Fokus Keselamatan Jemaah dan Cuaca Ekstrem
Aktual
Krapyak, Rahim Intelektual NU: Dari Gus Dur hingga Gus Yahya
Krapyak, Rahim Intelektual NU: Dari Gus Dur hingga Gus Yahya
Aktual
Menhaj Pimpin Kedatangan Amirul Hajj Gelombang Kedua di Jeddah, Fokus Pastikan Kesiapan Armuzna 2026
Menhaj Pimpin Kedatangan Amirul Hajj Gelombang Kedua di Jeddah, Fokus Pastikan Kesiapan Armuzna 2026
Aktual
Saudi Luncurkan 'Haji Tanpa Bagasi' 2026, Koper Sampai Hotel dalam 24 Jam
Saudi Luncurkan "Haji Tanpa Bagasi" 2026, Koper Sampai Hotel dalam 24 Jam
Aktual
Update Haji 2026: 100.268 Jemaah RI Sudah Bayar Dam, Mayoritas via Adahi
Update Haji 2026: 100.268 Jemaah RI Sudah Bayar Dam, Mayoritas via Adahi
Aktual
Pemkab Natuna Kawal Ketat Distribusi Sapi Kurban Presiden ke Pulau Terluar
Pemkab Natuna Kawal Ketat Distribusi Sapi Kurban Presiden ke Pulau Terluar
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com