Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengungkap Keistimewaan Malam 27 Rajab bagi Umat Islam

Kompas.com, 5 Januari 2026, 14:28 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Bagi umat Islam, bulan Rajab termasuk salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan.

Di antara hari-hari dalam bulan ini, malam 27 Rajab kerap mendapat perhatian khusus karena dikaitkan dengan peristiwa besar dalam sejarah kenabian, yakni Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

Dalam tradisi keislaman, malam tersebut dipahami bukan sekadar penanda sejarah, melainkan momentum spiritual untuk mengingat kembali fondasi ibadah umat Islam, terutama perintah shalat lima waktu.

Karena itu, malam 27 Rajab sering dimaknai sebagai waktu untuk meningkatkan kualitas ibadah dan refleksi diri.

Baca juga: Kapan Puasa Ayyamul Bidh Bulan Rajab? Catat Tanggalnya, Jangan Sampai Lupa

Peristiwa Isra Mi’raj yang Terjadi pada 27 Rajab

Peristiwa yang menjadikan malam 27 Rajab istimewa adalah Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Isra dimaknai sebagai perjalanan Rasulullah SAW dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Yerusalem.

Adapun Mi’raj adalah kelanjutan perjalanan tersebut, ketika Nabi Muhammad SAW diangkat ke Sidratul Muntaha.

Peristiwa ini disebutkan secara ringkas dalam Al-Qur’an Surah Al-Isra ayat 1, yang menegaskan perjalanan malam Rasulullah SAW sebagai tanda kebesaran Allah SWT.

Dalam berbagai kitab sirah dan hadis, dijelaskan bahwa pada momen inilah Nabi Muhammad SAW menerima perintah shalat lima waktu secara langsung dari Allah SWT.

Dikutip dari buku Isra’ Mi’raj dan Permulaan Masuk Islamnya Kaum Anshar karya Muhammad Ridha, Isra Mi’raj bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga peristiwa pembentukan fondasi spiritual umat Islam, terutama melalui kewajiban shalat sebagai tiang agama.

Keistimewaan Malam 27 Rajab dalam Perspektif Ulama

Sejumlah ulama menempatkan malam 27 Rajab sebagai waktu yang memiliki nilai keutamaan, meski tidak seluruh amalan khususnya didasarkan pada hadis sahih yang kuat.

Keistimewaan malam ini lebih banyak dipahami sebagai momentum sejarah dan spiritual, bukan penetapan ritual wajib.

Dalam kitab Ihya Ulumuddin, Imam Al-Ghazali menyebut bahwa sebagian malam dalam setahun dianjurkan untuk diisi dengan ibadah sunnah, termasuk malam-malam yang memiliki nilai sejarah penting bagi Islam.

Malam 27 Rajab disebut sebagai salah satu malam yang masyhur di kalangan ulama untuk dihidupkan dengan ibadah, meski status dalilnya dipahami secara hati-hati.

Para ulama tafsir seperti Imam Al-Qurthubi dalam Al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an juga menekankan bahwa esensi peringatan Isra Mi’raj terletak pada penguatan shalat dan ketundukan kepada Allah SWT, bukan pada ritual-ritual tambahan yang tidak memiliki dasar kuat.

Baca juga: Sahkah Niat Puasa Sunnah Rajab di Siang Hari? Ini Penjelasan Fikihnya

Amalan yang Dianjurkan pada Malam 27 Rajab

Sejumlah amalan yang sering dikaitkan dengan malam 27 Rajab bersumber dari literatur klasik dan tradisi ulama, meskipun sebagian hadisnya tergolong lemah (dhaif).

Dalam buku Rahasia dan Keutamaan Waktu untuk Ibadah karya Purwanto (terjemahan dan kajian dari literatur tasawuf klasik), dikutip pendapat Imam Al-Ghazali mengenai anjuran menghidupkan malam tersebut dengan ibadah.

Imam Al-Ghazali menyebutkan bahwa sebagian ulama menganjurkan shalat sunnah pada malam 27 Rajab, dzikir, istighfar, dan memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Amalan ini diposisikan sebagai ibadah sunnah secara umum, bukan kewajiban khusus yang harus diyakini sebagai syariat tetap.

Para ulama hadis, menegaskan bahwa tidak ada hadis sahih yang secara khusus menetapkan shalat atau puasa tertentu pada 27 Rajab.

Namun, ibadah sunnah secara umum tetap dianjurkan karena termasuk amal saleh yang bernilai sepanjang waktu.

Dengan demikian, para ulama menekankan kehati-hatian, umat Islam dianjurkan beribadah tanpa meyakini adanya pahala khusus yang pasti, kecuali yang telah ditetapkan secara sahih dalam Al-Qur’an dan hadis.

27 Rajab 2026 Jatuh pada Tanggal Berapa?

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama Republik Indonesia, 27 Rajab 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 16 Januari 2026.

Sesuai sistem kalender qamariyah, malam 27 Rajab dimulai sejak matahari terbenam pada Kamis, 15 Januari 2026.

Namun, penetapan awal bulan Rajab bisa berbeda antarorganisasi Islam. Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) diketahui memiliki metode hisab dan rukyat tersendiri.

Perbedaan ini menyebabkan kemungkinan selisih satu hari dalam penetapan peringatan Isra Mi’raj, sebuah hal yang lazim dalam tradisi penanggalan Islam.

Baca juga: Khutbah Jumat 26 Desember 2025 Keutamaan Bulan Rajab

Memaknai Isra Mi’raj secara Substantif

Di balik perbedaan pandangan mengenai amalan khusus, para ulama sepakat bahwa pesan utama Isra Mi’raj adalah penguatan hubungan manusia dengan Allah SWT melalui shalat.

Peristiwa ini menegaskan bahwa ibadah bukan sekadar rutinitas, melainkan sarana pembentukan akhlak dan keteguhan iman.

Dengan demikian, malam 27 Rajab dapat dimaknai sebagai waktu untuk memperbaiki kualitas shalat, memperbanyak dzikir, serta merefleksikan kembali makna kepatuhan kepada Allah SWT.

Bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan pengingat akan fondasi spiritual yang menjadi inti ajaran Islam.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar