Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kiamat Menurut Islam: Antara Dalil Ilahi dan Prediksi Sains

Kompas.com, 6 Januari 2026, 11:30 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kabar tentang “kiamat yang diprediksi terjadi pada 2026” kembali beredar dan memantik kegelisahan publik.

Narasi tersebut dikaitkan dengan pandangan fisikawan Universitas Illinois, Heinz von Foerster, yang melalui pendekatan matematika memperkirakan kehancuran umat manusia akibat ledakan populasi dan daya rusak yang ditimbulkannya sendiri.

Isu semacam ini bukan kali pertama muncul. Dalam sejarah modern, berbagai prediksi ilmiah tentang akhir dunia kerap mengemuka, lalu memudar seiring waktu.

Namun bagi umat Islam, pertanyaan tentang kiamat tidak sekadar soal kemungkinan, melainkan menyentuh wilayah akidah yang tegas dibatasi oleh wahyu.

Kiamat dalam Pandangan Islam

Dalam Islam, kiamat adalah peristiwa pasti, tetapi waktunya merupakan rahasia Allah SWT.

Alquran secara eksplisit menegaskan bahwa pengetahuan tentang kapan terjadinya kiamat sepenuhnya berada dalam kekuasaan Tuhan. Allah berfirman,

اِنَّ اللّٰهَ عِنْدَهٗ عِلْمُ السَّاعَةِۚ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَۚ وَيَعْلَمُ مَا فِى الْاَرْحَامِۗ وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًاۗ وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌۢ بِاَيِّ اَرْضٍ تَمُوْتُۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ ࣖ

Innallāha ‘indahū ‘ilmus-sā‘ah(ti), wa yunazzilul-gaiṡ(a), wa ya‘lamu mā fil-arḥām(i), wa mā tadrī nafsum māżā taksibu gadā(n), wa mā tadrī nafsum bi'ayyi arḍin tamūt(u), innallāha ‘alīmun khabīr(un).

Artinya: "Sesungguhnya Allah memiliki pengetahuan tentang hari Kiamat, menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dia kerjakan besok. (Begitu pula,) tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahateliti".

Ayat ini menjadi fondasi utama bahwa manusia, secerdas apa pun, tidak diberi akses untuk menentukan waktu kehancuran dunia.

Kiamat bukan sekadar kehancuran fisik alam semesta, tetapi peristiwa kosmik yang menandai berakhirnya kehidupan dunia dan dimulainya kehidupan akhirat, tempat seluruh amal manusia dihisab.

Dalam buku Dahsyatnya Hari Kiamat karya Ibnu Katsir, dibahas secara luas bahwa peristiwa kiamat mencakup kehancuran total yang hanya Allah yang mengetahuinya secara penuh dan rinci. 

Baca juga: Tanda-Tanda Kiamat Kecil dan Besar yang Wajib Diketahui Umat Islam

Dalil Alquran dan Hadis tentang Kiamat

Selain Alquran, hadis Nabi Muhammad SAW juga banyak membahas tentang kiamat, khususnya tanda-tandanya.

Namun menariknya, Rasulullah SAW tidak pernah menyebut tanggal, tahun, atau periode tertentu.

Ketika Malaikat Jibril bertanya tentang kapan kiamat terjadi, Nabi menjawab, “Yang ditanya tidak lebih mengetahui daripada yang bertanya” (HR. Muslim).

Hadis ini menegaskan bahwa bahkan seorang nabi pun tidak diberi pengetahuan tentang waktunya, apalagi manusia biasa.

Hal ini juga diceritakan oleh Allah dalam Alquran, di antaranya:

1. QS Al-Anbiya ayat 104

يَوْمَ نَطْوِي السَّمَاءَ كَطَيِّ السِّجِلِّ لِلْكُتُبِ ۚ كَمَا بَدَأْنَا أَوَّلَ خَلْقٍ نُعِيدُهُ ۚ وَعْدًا عَلَيْنَا ۚ إِنَّا كُنَّا فَاعِلِينَ

Artinya: (Ingatlah) pada hari langit Kami gulung seperti menggulung lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya lagi. (Suatu) janji yang pasti Kami tepati; sungguh, Kami akan melaksanakannya. (QS. Al-Anbiya: 104).

2. QS Al-Qari'ah ayat 1-5

(1) الْقَارِعَةُ
(2) مَا الْقَارِعَةُ ۚ
(3) وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا الْقَارِعَةُ ۗ
(4) يَوْمَ يَكُونُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوثِ
(5) وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوشِ

Artinya: "Hari kiamat, apakah hari kiamat itu? Dan tahukah kamu apakah hari kiamat itu? Pada hari itu manusia seperti laron yang beterbangan, dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan." (QS. Al-Qari'ah: 1-5).

3. QS Al-Haqqah ayat 13-15

(13) فَإِذَا نُفِخَ فِي الصُّورِ نَفْخَةٌ وَاحِدَةٌ
(14) وَحُمِلَتِ الْأَرْضُ وَالْجِبَالُ فَدُكَّتَا دَكَّةً وَاحِدَةً
(15) فَيَوْمَئِذٍ وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُ

Artinya: "Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup, dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur. Maka pada hari itu terjadilah hari kiamat." (Al-Haqqah: 13-15).

Jenis-Jenis Kiamat dalam Islam

Dalam khazanah keislaman, ulama membedakan kiamat ke dalam dua pengertian. Pertama, kiamat kecil yang merujuk pada kematian individu.

Setiap manusia yang wafat sejatinya telah memasuki fase akhir kehidupannya.

 Kedua, kiamat besar yaitu kehancuran total alam semesta, berakhirnya kehidupan dunia, dan dimulainya alam akhirat. Kiamat besar inilah yang menjadi fokus pembahasan eskatologi Islam.

Baca juga: Apa Itu Dabbah? Hewan yang Muncul sebagai Pertanda Hari Kiamat

Tanda-Tanda Kiamat: Isyarat, Bukan Kepastian Waktu

Islam mengenal tanda-tanda kiamat kecil dan besar. Tanda kecil antara lain merosotnya moral, maraknya kebohongan, ketidakadilan, dan kerusakan sosial.

Adapun tanda besar mencakup peristiwa luar biasa seperti munculnya Dajjal, turunnya Nabi Isa AS, dan terbitnya matahari dari barat.

Namun para ulama menegaskan, tanda-tanda ini adalah peringatan moral, bukan alat untuk menetapkan tanggal kiamat. Bahkan ketika tanda besar muncul, tidak ada keterangan pasti berapa lama jeda menuju hari kehancuran total.

Kiamat Ditentukan Allah atau Bisa Diprediksi Sains?

Prediksi Heinz von Foerster tentang kehancuran manusia akibat ledakan populasi sejatinya berbicara tentang krisis peradaban, bukan kiamat dalam pengertian Islam.

Dalam pandangan fikih dan teologi Islam, kehancuran sosial, ekologi, atau peradaban manusia tidak otomatis berarti kiamat.

Wahbah al-Zuhayli dalam Al-Fiqh al-Islamy wa Adillatuhu menegaskan bahwa perkara-perkara gaib, termasuk kiamat, tidak dapat dijangkau oleh akal dan eksperimen ilmiah.

Sains boleh memprediksi risiko kehancuran akibat ulah manusia, tetapi tidak memiliki otoritas menentukan akhir zaman.

Baca juga: Benarkah Salju Turun di Arab Saudi Termasuk Tanda Kiamat? Ini Jawabannya

Islam Mengajarkan Kesiapan, Bukan Kepanikan

Alih-alih sibuk menunggu kapan dunia berakhir, Islam justru menekankan kesiapan spiritual dan tanggung jawab moral.

Nabi Muhammad SAW mengajarkan bahwa jika kiamat datang esok hari dan di tangan seseorang ada benih tanaman, maka ia tetap dianjurkan menanamnya.

Pesan ini menegaskan bahwa iman dalam Islam tidak dibangun di atas ketakutan massal, melainkan kesadaran untuk berbuat baik hingga akhir hayat.

Isu viral tentang kiamat 2026 semestinya menjadi pengingat untuk memperbaiki hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam. Bukan untuk menebar kecemasan, tetapi untuk menumbuhkan kebijaksanaan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar