Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

12 Nama Bulan Hijriyah dan Maknanya yang Penuh Sejarah dan Filosofi

Kompas.com, 8 Januari 2026, 13:09 WIB
Khairina

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com-Kalender Hijriyah adalah kalender yang digunakan oleh umat Islam untuk menentukan hari-hari besar keagamaan.

Berbeda dengan kalender Masehi yang berbasis peredaran matahari, kalender Hijriah berbasis peredaran bulan (lunar calendar).

Setiap bulan dalam kalender Hijriyah memiliki makna yang mendalam, baik secara historis maupun filosofis.

Baca juga: Lengkap! Kalender Hijriyah 2026 dan Hari Besar Islam

Berikut adalah nama-nama bulan Hijriyah beserta makna dan asal-usulnya, dilansir dari Antara:

1. Muharram (مُحَرَّم)

Muharram berarti "yang dihormati". Bulan ini merupakan salah satu bulan haram dalam Islam, di mana peperangan dilarang. Masyarakat Arab pra-Islam sangat menghormati bulan ini, dan penghormatan tersebut tetap dipertahankan dalam Islam.

2. Safar (صَفَر)

Safar berasal dari kata "ashfar" yang berarti kuning, merujuk pada wabah penyakit kuning yang terjadi pada masa lalu. Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa nama ini berasal dari kata "shifrun", yang berarti kosong, menggambarkan rumah-rumah yang kosong karena penduduknya pergi berperang.

3. Rabi'ul Awal (رَبِيْع الأَوَّل)

Rabi'ul Awal mengacu pada musim semi, dengan kata "rabi'" yang berarti musim hujan atau rerumputan hijau. Bulan ini juga dikenal sebagai bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, menjadikannya bulan yang sangat penting dalam sejarah Islam.

4. Rabi'ul Akhir (رَبِيْع الآخِر)

Rabi'ul Akhir mengikuti Rabi'ul Awal dan masih merujuk pada musim semi. Nama bulan ini mencerminkan inti dari musim semi dalam penanggalan masyarakat Arab pada masa itu.

5. Jumadil Awal (جُمَادَى الْأُولَى)

Jumadil Awal berasal dari kata "jumadi" yang berarti beku, yang merujuk pada musim dingin yang sangat ekstrem, di mana air diyakini membeku. Hal ini mencerminkan kondisi alam yang keras di sebagian wilayah Arab.

Baca juga: Mengenal Nama-nama Hari dalam Bahasa Arab dan Nama-nama Bulan Kalender Hijriyah

6. Jumadil Akhir (جُمَادَى الْآخِرَة)

Jumadil Akhir juga merujuk pada musim dingin yang panjang. Kata "jumad" berarti beku, menggambarkan cuaca dingin yang ekstrem, mirip dengan bulan sebelumnya.

7. Rajab (رَجَب)

Rajab termasuk bulan haram dalam Islam. Nama Rajab berasal dari kata "tarjib" yang berarti menghormati atau mengagungkan. Pada bulan ini, masyarakat Arab menghentikan peperangan sebagai bentuk penghormatan.

8. Syaban (شَعْبَان)

Syaban berasal dari kata "sya'aba" yang berarti berpencar, mengacu pada kebiasaan masyarakat Arab yang berpencar untuk mencari air atau bepergian. Syaban terletak di antara bulan Rajab dan Ramadan, yang merupakan bulan mulia dalam Islam.

9. Ramadhan (رَمَضَان)

Ramadhan berasal dari kata "ramadha" yang berarti panas yang membakar, merujuk pada bulan suci yang sering bertepatan dengan musim panas. Di bulan ini, umat Islam menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh.

10. Syawal (شَوَّال)

Syawal berasal dari kata "syawwala" yang berarti naik atau meninggi. Salah satu penafsirannya merujuk pada gerakan ekor unta saat musim kawin. Pada masa Jahiliyah, bulan ini dianggap sial untuk menikah, namun Islam membatalkan kepercayaan tersebut.

11. Zulqadah (ذُو الْقَعْدَة)

Zulqadah berarti "bulan duduk", karena pada bulan ini masyarakat Arab berhenti berperang dan melakukan perjalanan jauh sebagai persiapan untuk melaksanakan ibadah haji. Zulqadah juga termasuk salah satu bulan haram dalam Islam.

12. Zulhijah (ذُو الْحِجَّة)

Zulhijah berarti "bulan haji", karena ibadah haji dilaksanakan pada bulan ini. Zulhijah adalah bulan penutup dari rangkaian tiga bulan haji: Syawwal, Zulqadah, dan Zulhijah.

Bulan ini juga termasuk bulan haram dan memiliki makna penting sebagai waktu pelaksanaan haji.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar