Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Panji Petualang Alami Gangguan Gaib, Bagaimana Islam Memandang Jin?

Kompas.com, 9 Januari 2026, 17:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Selama ini, Panji Petualang dikenal publik sebagai sosok pemberani yang akrab dengan bahaya.

Ia kerap berhadapan langsung dengan ular berbisa mematikan tanpa ragu. Namun, keberanian itu justru runtuh ketika Panji harus menghadapi teror di rumahnya sendiri yang ia juluki Black House.

Rumah tersebut menyimpan pengalaman mencekam yang bukan hanya mengusik kenyamanan, tetapi juga memengaruhi kondisi fisik dan mental seluruh penghuni.

Keresahan itu akhirnya mendorong Panji meminta bantuan Ustaz Muhammad Faizar untuk melakukan ruqyah melalui kanal YouTube Muhammad Faizar pada akhir Desember 2025.

Kunjungan tersebut bukan sekadar silaturahmi, melainkan upaya pembersihan spiritual dari gangguan yang diyakini berkaitan dengan makhluk gaib, seperti jin dan setan.

Baca juga: Mengenal Jin Dasim: Perusak Rumah Tangga dan Cara Mengatasinya

Jin dan Setan dalam Al-Qur’an

Islam secara tegas menyatakan keberadaan jin sebagai makhluk ciptaan Allah. Jin disebutkan diciptakan dari api, berbeda dengan manusia yang diciptakan dari tanah.

Keberadaan mereka bukan sekadar simbolik, melainkan nyata, meskipun berada di alam yang tidak dapat dijangkau pancaindra manusia. Keberadaan jin ditegaskan dalam banyak ayat Al-Qur’an, salah satunya dalam Surah Ar-Rahman ayat 15:

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibān

Artinya: “Dan Dia menciptakan jin dari nyala api.” (QS. Ar-Rahman [55]: 15)

Dikutip dari buku Rahasia Alam Malaikat Jin dan Setan karya Umar Sulaiman Al-Asyqar, jin adalah makhluk berakal, memiliki kehendak bebas, serta dibebani taklif sebagaimana manusia.

Karena itu, di antara jin ada yang beriman dan ada pula yang kafir. Setan sendiri bukanlah jenis makhluk terpisah, melainkan sifat pembangkangan terhadap perintah Allah yang dapat melekat pada jin maupun manusia.

Alquran menyebut setan sebagai musuh yang nyata bagi manusia, bukan dalam pengertian selalu menampakkan diri, melainkan melalui godaan, bisikan, dan pengaruh psikologis yang menyesatkan.

Inilah sebabnya, dalam Islam, kewaspadaan terhadap setan lebih ditekankan pada aspek moral dan spiritual, bukan semata ketakutan fisik.

Baca juga: Apakah Jin Bisa Mati? Simak Penjelasannya

Gul dan Makhluk Gaib dalam Literatur Klasik

Istilah gul kerap muncul dalam cerita rakyat dan kisah-kisah tradisional. Dalam literatur Islam klasik, gul disebut sebagai salah satu jenis jin yang memiliki kemampuan menampakkan diri dan menipu manusia, terutama di tempat sepi atau asing.

Gul digambarkan sebagai makhluk dari golongan jin yang sering berubah rupa untuk menyesatkan manusia.

Namun, para ulama berbeda pendapat tentang sejauh mana keberadaan gul harus dipahami secara literal.

Sebagian memaknainya sebagai jenis jin tertentu, sementara yang lain melihatnya sebagai bentuk simbolik dari gangguan jin yang memanifestasikan ketakutan manusia.

Perbedaan tafsir ini menunjukkan bahwa Islam mengakui keberadaan jin, tetapi tetap mendorong umatnya bersikap proporsional dan tidak berlebihan dalam menafsirkan setiap peristiwa ganjil sebagai ulah makhluk gaib.

Bolehkah Meragukan atau Mengingkari Keberadaan Jin?

Dalam akidah Islam, mengingkari keberadaan jin berarti menolak salah satu informasi yang secara eksplisit disebutkan dalam Al-Qur’an.

Karena itu, mayoritas ulama sepakat bahwa meyakini adanya jin dan setan merupakan bagian dari iman kepada hal-hal gaib.

Dikutip dari buku Aqidah Seorang Muslim karya Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi, iman kepada yang gaib mencakup keyakinan terhadap makhluk-makhluk yang tidak terlihat, termasuk malaikat dan jin, sebagaimana yang telah dijelaskan dalam wahyu.

Penolakan terhadap keberadaan jin bukan sekadar persoalan opini, melainkan berimplikasi pada fondasi keimanan.

Namun demikian, Islam tidak mewajibkan umatnya untuk mengaitkan setiap gangguan fisik atau psikologis dengan jin.

Ulama menegaskan pentingnya ikhtiar rasional dan medis sebelum menarik kesimpulan yang bersifat gaib.

Baca juga: Jika Allah SWT Menghendaki Kebaikan, Mengapa Setan Diciptakan?

Sikap Islam terhadap Fenomena Gangguan Gaib

Islam menempatkan persoalan jin dan setan dalam kerangka kewaspadaan, bukan ketakutan. Umat diajarkan untuk mengakui keberadaan mereka, tetapi tidak menjadikan jin sebagai pusat perhatian hidup. Fokus utama tetap pada tanggung jawab manusia sebagai makhluk berakal dan beriman.

Rasulullah SAW tidak mengajarkan umatnya untuk mencari-cari keberadaan jin, melainkan memperkuat keimanan dan akhlak agar terlindung dari pengaruh buruk setan.

Dalam konteks ini, kisah gangguan yang dialami Panji Petualang dapat dipahami sebagai refleksi kegelisahan manusia saat berhadapan dengan sesuatu di luar jangkauan nalar.

Islam menawarkan kerangka pemahaman yang seimbang, mengakui keberadaan alam gaib sebagaimana diajarkan wahyu, tanpa terjebak pada ketakutan berlebihan atau spekulasi yang menjauhkan manusia dari rasionalitas dan keteguhan iman.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar