Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cuaca Jakarta Hari Ini: Waspada Hujan dan Petir, Ini Doa untuk Perlindungan

Kompas.com, 12 Januari 2026, 11:08 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com — Cuaca di Jakarta pada hari ini menunjukkan dinamika yang cukup signifikan. Berdasarkan prakiraan terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah ibu kota diperkirakan mengalami hujan disertai petir dan angin kencang di berbagai kawasan sepanjang hari, terutama pada siang hingga sore hari.

Kondisi ini bagian dari puncak musim hujan yang umum terjadi di wilayah Jabodetabek pada bulan Januari.

Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini

Menurut data prakiraan cuaca, sebagian besar wilayah Jakarta diprediksi mengalami kondisi:

  • Hujan petir ringan hingga sedang di siang dan sore hari.
  • Suhu berkisar sekitar 22–30°C, dengan kelembapan tinggi yang umum di musim hujan.
  • Beberapa wilayah berawan saat malam dengan potensi hujan ringan.

Selain itu, masyarakat diminta waspada terhadap potensi angin kencang dan peningkatan curah hujan, terutama di daerah yang rawan banjir.

Baca juga: Doa Ketika Angin Kencang Datang agar Terhindar dari Bahaya

BMKG secara berkala memperbarui informasi cuaca sehingga warga dapat mengantisipasi perubahan kondisi.

Cuaca ekstrem seperti hujan lebat dan petir ini merupakan bagian dari fenomena musim hujan di Jakarta pada Januari, yang secara statistik memiliki musim hujan cukup aktif dan hujan yang sering terjadi hampir setiap harinya selama bulan ini.

Situasi Cuaca dan Kehidupan Sehari-hari

Kondisi hujan yang datang secara tiba-tiba bisa berpengaruh pada aktivitas harian warga — mulai dari perjalanan pagi, berangkat kerja, hingga aktivitas sore hari.

Warga Jakarta biasa menghadapi udara lembap, berawan, hingga petir di sore, terutama saat panas siang menurun menjadi hujan pada sore hari.

Banyak warga juga menggunakan kesempatan seperti ini untuk memperkuat rasa syukur sekaligus memohon keselamatan dalam berbagai doa, terutama ketika menghadapi cuaca tak menentu.

Doa-Doa yang Pas untuk Cuaca Hari Ini

Berikut beberapa doa dari tradisi Islam yang sesuai dengan kondisi cuaca hujan dan petir seperti hari ini:

1. Doa Memohon Perlindungan dari Cuaca Ekstrem

Bacaan ini sering dibaca ketika menghadapi situasi hujan deras atau angin kencang:

اللَّهُمَّ اهْدِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Allahumma ahdina fid dunya hasanah, wa fil akhirati hasanah, wa qina ‘adzabannar.”
Artinya: “Ya Allah, berikan kami kebaikan di dunia, kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa api neraka.”

Meskipun bukan doa hujan khusus, doa ini mencakup keselamatan dan perlindungan dari segala ujian.

2. Doa Ketika Mendengar Guntur

Menurut tradisi Islam, mendengar guntur juga bisa diingatkan dengan doa:

سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ

“Subhanallah, walhamdulillah, wa la ilaha illallah, wallahu akbar.”
Artinya: “Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar.”

Doa ini dilafalkan sebagai bentuk pengakuan atas kekuasaan Allah yang menciptakan alam, termasuk suara guntur dan petir yang mengingatkan manusia akan kebesaran-Nya.

3. Doa Mohon Keselamatan dan Ketentraman

Berdoa memohon perlindungan dari bencana atau bahaya yang mungkin timbul:

حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

“Hasbunallahu wa ni’mal wakil.”

Artinya: “Cukuplah Allah bagi kami dan Dia sebaik-baiknya Pelindung.”

Doa ini sangat cocok dibaca saat menghadapi cuaca berat, angin kencang, atau potensi banjir karena hujan deras.

Pesan Kecil di Tengah Hujan

Cuaca berawan dan hujan hari ini bukan hanya soal tantangan aktivitas, tetapi juga momen bagi warga Jakarta untuk merenung, berdoa, dan meningkatkan kewaspadaan.

Baca juga: Doa Saat Hujan Deras Dikhawatirkan Banjir, Ini Bacaan dan Artinya

Hujan yang turun merupakan berkah sekaligus pengingat tentang alam yang dinamis dan pentingnya mempersiapkan diri.

Sebagaimana ajaran Islam mendorong kita untuk selalu membaca doa dalam berbagai situasi — baik dalam cuaca cerah maupun hujan — hal ini bisa memberi ketenangan hati, sekaligus menguatkan persaudaraan antarsesama warga yang bekerja, belajar, dan beraktivitas di ibu kota hari ini.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar