Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Masjid Al Jabbar: Dari Ikon Kebanggaan Jadi Beban Anggaran Jabar

Kompas.com, 16 Januari 2026, 09:10 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com — Masjid Raya Al Jabbar di Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, pernah dielu-elukan sebagai ikon baru Provinsi Jawa Barat.

Berdiri megah di tengah kolam retensi dan mampu menampung hingga 33.000 jemaah, masjid ini menjadi simbol ambisi besar Jawa Barat menghadirkan pusat ibadah sekaligus wisata religi berskala monumental.

Namun, seiring berjalannya waktu, kemegahan itu kini dibarengi realitas baru: beban fiskal bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar).

Baca juga: Al Jabbar dalam Asmaul Husna: Arti, Dalil, dan Doa Lengkap

Masjid Al Jabbar diresmikan pada Jumat, 30 Desember 2022, setelah melalui proses pembangunan panjang sejak 2017.

Diberitakan Kompas.com, pembangunan sempat terhenti selama sekitar satu setengah tahun akibat refocusing anggaran untuk penanganan pandemi Covid-19.

Proyek ini akhirnya rampung pada 2022 dengan total biaya pembangunan mencapai sekitar Rp 1 triliun.

Secara arsitektural, Masjid Al Jabbar memang dirancang tidak biasa. Bangunan masjid tampak seolah mengapung di atas danau buatan seluas hampir tujuh hektare.

Fasadnya menggunakan 6.136 lembar kaca yang disusun menyerupai sisik ikan, sementara ruang utama masjid didesain tanpa tiang penyangga dengan bentang 99 x 99 meter.

Empat menara menjulang mengelilingi bangunan, dengan menara tertinggi setinggi 99 meter.

Sekretaris Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jawa Barat, Iwan Suwanagiri, pernah menjelaskan bahwa Masjid Al Jabbar dilengkapi beragam fasilitas, mulai dari plaza, selasar, ruang shalat utama dan mezzanine, hingga museum Nabi yang menjadi daya tarik wisata religi.

Bahkan, karpet masjid didatangkan langsung dari Turki karena spesifikasinya tidak mampu dipenuhi produsen dalam negeri.

Jadi Beban Fiskal Pemprov Jabar

Di balik kemegahan itu, sejarah Masjid Al Jabbar mencerminkan perjalanan panjang ambisi Jawa Barat memiliki masjid raya sendiri.

Usulan pembangunan masjid provinsi sudah muncul sejak 2016, ketika Jawa Barat belum memiliki masjid raya dan masih “menumpang” ke Masjid Agung Bandung.

Ridwan Kamil, yang saat itu menjabat sebagai Wali Kota Bandung dan dikenal sebagai arsitek, menawarkan diri merancang masjid dengan filosofi kebangkitan peradaban Islam melalui ilmu pengetahuan dan matematika, yang kemudian diwujudkan dalam desain kubah tiga dimensi.

Pembangunan resmi dimulai pada 29 Desember 2017 di era Gubernur Ahmad Heryawan, dan dilanjutkan Ridwan Kamil setelah memenangkan Pilkada Jawa Barat 2018.

Lima tahun berselang, masjid ini akhirnya diresmikan dan menjadi kebanggaan baru masyarakat Jawa Barat.

Namun, euforia itu belakangan bergeser. Gubernur Jawa Barat terpilih, Dedi Mulyadi, mengungkapkan bahwa sebagian dana pembangunan Masjid Al Jabbar berasal dari pinjaman Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Total utang PEN Pemprov Jabar mencapai Rp 3,4 triliun dan digunakan untuk berbagai proyek infrastruktur, termasuk jalan, pengairan, ruang terbuka hijau, revitalisasi pasar, hingga sarana peribadatan seperti Masjid Al Jabbar.

Skema pembayaran utang tersebut mengharuskan Pemprov Jabar mencicil sekitar Rp 566 miliar per tahun hingga 2028, dengan sisa pembayaran pada 2029.

Kondisi ini membuat keberadaan Masjid Al Jabbar kini tak hanya dilihat sebagai ikon religi dan arsitektur, tetapi juga sebagai bagian dari kewajiban keuangan jangka panjang pemerintah daerah.

Meski demikian, Dedi Mulyadi tetap optimistis Pemprov Jabar mampu melunasi kewajiban tersebut.

Baca juga: Langkah Sunyi Menhan RI di Masjid Soeharto Sarajevo, Jejak Indonesia dalam Luka Sejarah Bosnia

Ia mengingatkan agar beban utang tidak dipandang sebagai sesuatu yang menakutkan, seraya berharap pendapatan daerah ke depan terus meningkat.

Masjid Al Jabbar pun kini berdiri sebagai simbol dua sisi: kemegahan visi pembangunan dan tantangan pengelolaan fiskal.

Di satu sisi, ia menjadi kebanggaan dan landmark baru Jawa Barat. Di sisi lain, masjid ini menjadi pengingat bahwa proyek monumental selalu membawa konsekuensi jangka panjang yang harus dikelola dengan bijak. (Diva Lufiana Putri | Rizal Setyo Nugroho | Tri Indriawati)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar