Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ramadhan 2026: Rahasia Keutamaan Khatam Al-Qur’an di Bulan Suci

Kompas.com, 19 Januari 2026, 19:30 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Bulan Ramadhan selalu hadir sebagai momentum spiritual yang paling dinanti umat Islam.

Selain diwajibkannya ibadah puasa, Ramadhan juga dikenal sebagai bulan turunnya Alquran. Karena itu, interaksi umat Muslim dengan kitab suci semakin intens, mulai dari tilawah harian, tadarus berjamaah, hingga target mengkhatamkan Al-Qur’an dalam satu bulan penuh.

Tradisi mengkhatamkan Alquran di bulan Ramadhan bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan refleksi dari kesadaran spiritual bahwa Alquran merupakan sumber petunjuk hidup.

Ulama klasik hingga kontemporer sepakat bahwa membaca dan menuntaskan Alquran di bulan suci memiliki nilai pahala yang berlipat ganda.

Baca juga: Ini Jadwal Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha 2026 Versi Muhammadiyah

Ramadhan dan Alquran: Hubungan Historis dan Spiritual

Alquran pertama kali diturunkan pada bulan Ramadhan sebagaimana ditegaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 185.

Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim menjelaskan bahwa pemilihan Ramadhan sebagai waktu turunnya wahyu menunjukkan keistimewaan bulan ini sebagai masa penyucian jiwa dan peningkatan kualitas iman.

Karena itu, memperbanyak tilawah dan mengkhatamkan Al-Qur’an selama Ramadhan dipandang sebagai bentuk penyelarasan diri dengan semangat wahyu.

Aktivitas ini tidak hanya bernilai ritual, tetapi juga membangun kesadaran moral, etika, dan spiritual umat Islam.

Baca juga: Bulan Puasa 2026 Berapa Hari Lagi? Hitung Mundur dan Persiapan Menyambut Ramadhan 1447 H

Amalan yang Paling Dicintai Allah

Mengkhatamkan Alquran termasuk amalan yang sangat dicintai Allah. Dalam hadis riwayat Imam Tirmidzi dari Ibnu Abbas, Rasulullah SAW menyebut istilah al-hal wal murtahal, yaitu orang yang terus membaca Alquran dari awal hingga akhir, lalu mengulanginya kembali.

Syekh Yusuf al-Qaradawi dalam bukunya Kayfa Nata Amalu Ma a Al Sunnah Al Nabawiyah, menegaskan bahwa kontinuitas membaca Alquran mencerminkan kedekatan seorang hamba dengan Allah.

Tilawah yang konsisten membentuk hubungan spiritual yang kuat, terutama ketika dilakukan di bulan Ramadhan yang penuh keberkahan.

Pengangkatan Derajat dan Kemuliaan di Dunia dan Akhirat

Keutamaan lain dari mengkhatamkan Alquran adalah pengangkatan derajat. Dalam hadis riwayat Muslim dari Umar bin Khattab, Rasulullah SAW menyebut bahwa Allah mengangkat derajat suatu kaum melalui Alquran dan merendahkan kaum lain karena meninggalkannya.

Menurut Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim, makna pengangkatan derajat ini mencakup kemuliaan moral, keluasan ilmu, serta kedudukan mulia di akhirat.

Orang yang dekat dengan Alquran akan mendapatkan kehormatan, bukan karena status sosialnya, tetapi karena kedalaman spiritual dan akhlaknya.

Baca juga: Hitung Mundur Ramadhan 2026: Awal Puasa Diprediksi 18 atau 19 Februari

Alquran sebagai Pemberi Syafaat di Hari Kiamat

Salah satu keutamaan terbesar membaca dan mengkhatamkan Alquran adalah syafaat di hari kiamat.

Rasulullah SAW bersabda bahwa Alquran akan datang memberi pertolongan bagi para pembacanya kelak di akhirat.

Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menjelaskan bahwa syafaat Alquran bukan sekadar hadiah simbolik, melainkan hasil dari hubungan spiritual yang terbangun antara hamba dan firman Allah.

Semakin seseorang memahami, menghayati, dan mengamalkan isi Alquran, semakin besar peluangnya mendapatkan pertolongan tersebut.

Baca juga: Saat Dunia Terasa Tak Adil, Ini Pengingat dari Alquran

Mendapat Ketenangan dan Pujian dari Allah

Membaca Alquran juga mendatangkan ketenangan jiwa. Dalam hadis riwayat Muslim dari Abu Hurairah, disebutkan bahwa majelis tilawah Alquran akan diliputi rahmat, dikelilingi malaikat, dan disebut namanya oleh Allah di hadapan makhluk-Nya.

Menurut Quraish Shihab dalam Membumikan Al-Qur’an, aktivitas membaca Alquran bukan hanya ritual lisan, tetapi juga terapi spiritual yang menenangkan hati.

Inilah sebabnya Ramadhan sering menjadi momen kebangkitan spiritual bagi banyak orang karena intensitas interaksi dengan Alquran meningkat.

Baca juga: Ramadhan 2026: Zakat di Bulan Ramadhan dan Cara Sedekah yang Benar

Kedudukan Mulia Bersama Para Malaikat

Keutamaan lain yang sangat agung adalah kedudukan bersama para malaikat. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim dari Aisyah RA, Rasulullah SAW menyatakan bahwa orang yang mahir membaca Alquran akan bersama malaikat yang mulia dan taat.

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menafsirkan bahwa kebersamaan ini menunjukkan kesamaan sifat, yaitu kemurnian hati, ketaatan, dan kedisiplinan dalam ibadah.

Hal ini menjadi motivasi besar bagi umat Islam untuk terus memperbaiki kualitas bacaan dan pemahaman Alquran, khususnya di bulan Ramadhan.

Menghidupkan Ramadhan dengan Target Khatam Alquran

Para ulama salaf dikenal menjadikan Ramadhan sebagai bulan Alquran. Imam Syafi’i, sebagaimana dicatat dalam Siyar A‘lam an-Nubala’ karya Imam Adz-Dzahabi, mengkhatamkan Alquran hingga puluhan kali selama Ramadhan.

Hal ini menunjukkan bahwa tradisi khatam bukan sekadar simbol ibadah, melainkan budaya spiritual yang telah mengakar dalam sejarah Islam.

Bagi umat Muslim masa kini, mengkhatamkan Alquran dapat dilakukan secara proporsional, misalnya dengan membaca satu juz per hari.

Yang terpenting bukan sekadar jumlah khatam, tetapi konsistensi, penghayatan, dan usaha mengamalkan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan sehari-hari.

Mengkhatamkan Alquran di bulan Ramadhan merupakan amalan yang sarat makna spiritual. Ia menghadirkan kecintaan Allah, pengangkatan derajat, syafaat di akhirat, ketenangan batin, pujian ilahi, serta kedudukan mulia bersama para malaikat.

Ramadhan seharusnya tidak berlalu begitu saja tanpa interaksi yang intens dengan Al-Qur’an. Momentum ini menjadi kesempatan emas untuk memperbaiki hubungan dengan Allah, memperkuat iman, serta membangun karakter Qur’ani yang tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari.

Dengan menjadikan Alquran sebagai sahabat utama selama Ramadhan, umat Islam tidak hanya mengejar pahala, tetapi juga membangun fondasi spiritual yang akan mengiringi kehidupan hingga akhirat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Bacaan Doa untuk Indonesia agar Tetap Aman dan Makmur
Bacaan Doa untuk Indonesia agar Tetap Aman dan Makmur
Doa dan Niat
MTsN Bogor Rehabilitasi Ruang Rp 5,5 Miliar dari Program Presiden
MTsN Bogor Rehabilitasi Ruang Rp 5,5 Miliar dari Program Presiden
Aktual
MUI Indramayu Telaah Dugaan Aliran Sesat 'Islam 4S' di Kroya
MUI Indramayu Telaah Dugaan Aliran Sesat "Islam 4S" di Kroya
Aktual
Menambah Bacaan Doa di Sujud Terakhir Shalat, Boleh atau Tidak? Ini Penjelasan Menurut Al-Qur'an dan Hadits
Menambah Bacaan Doa di Sujud Terakhir Shalat, Boleh atau Tidak? Ini Penjelasan Menurut Al-Qur'an dan Hadits
Aktual
Daftar Puasa yang Diharamkan untuk Dilakukan dalam Islam, Apa Saja?
Daftar Puasa yang Diharamkan untuk Dilakukan dalam Islam, Apa Saja?
Aktual
Orang Tua Terlambat Akikahi Anak, Bagaimana Hukumnya? Ini Penjelasan Ulama
Orang Tua Terlambat Akikahi Anak, Bagaimana Hukumnya? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Hukum Azan di Telinga Bayi Baru Lahir dalam Islam, Apakah Disunnahkan? Simak Penjelasan Ulama
Hukum Azan di Telinga Bayi Baru Lahir dalam Islam, Apakah Disunnahkan? Simak Penjelasan Ulama
Aktual
Bagaimana Hukum Akikah bagi Anak Lahir di Luar Nikah? Ini Penjelasan Ulama
Bagaimana Hukum Akikah bagi Anak Lahir di Luar Nikah? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Apakah Akikah Harus Dilakukan di Hari Ketujuh Kelahiran? Ini Penjelasan Ulama
Apakah Akikah Harus Dilakukan di Hari Ketujuh Kelahiran? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Dialog Kebangsaan Bersama Ketua MPR RI, KH Imam Jazuli Soroti Transformasi Pesantren dan Kondusivitas Muktamar ke-35 NU
Dialog Kebangsaan Bersama Ketua MPR RI, KH Imam Jazuli Soroti Transformasi Pesantren dan Kondusivitas Muktamar ke-35 NU
Aktual
Doa Kemerdekaan Republik Indonesia: Bacaan Doa 17 Agustus untuk Upacara HUT RI Penuh Syukur dan Harapan
Doa Kemerdekaan Republik Indonesia: Bacaan Doa 17 Agustus untuk Upacara HUT RI Penuh Syukur dan Harapan
Doa dan Niat
Kemenag Gelar Festival Literasi Islam, Ada Pameran Percetakan Al-Qur'an
Kemenag Gelar Festival Literasi Islam, Ada Pameran Percetakan Al-Qur'an
Aktual
Wasekjen PBNU Soroti Arogansi Hotman Paris, Tak Layak Jadi Teladan Generasi Muda
Wasekjen PBNU Soroti Arogansi Hotman Paris, Tak Layak Jadi Teladan Generasi Muda
Aktual
Kemenag: Tunjangan Guru dan Dosen Cair Minggu Depan
Kemenag: Tunjangan Guru dan Dosen Cair Minggu Depan
Aktual
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar