Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Adzan Makkah: Panggilan Langit yang Menggetarkan Hati Umat Islam

Kompas.com, 23 Januari 2026, 05:03 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com - Suara itu tidak hanya terdengar di pelataran Masjidil Haram. Ia menembus dinding kamar hotel, lorong-lorong pasar, bahkan menyentuh hati jutaan umat Islam yang hanya bisa mendengarnya dari siaran langsung televisi dan internet.

Adzan dari Makkah bukan sekadar penanda waktu salat. Bagi banyak Muslim, ia adalah panggilan ruhani yang menghadirkan rasa haru, rindu, sekaligus ketenangan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.

Ketika muazin Masjidil Haram melantunkan, “Allahu Akbar, Allahu Akbar…”, suasana kota seolah berubah. Aktivitas melambat. Langkah-langkah dipercepat menuju masjid. Hati-hati yang semula sibuk oleh urusan dunia, mendadak hening.

Baca juga: Doa Sesudah Adzan Lengkap dengan Arti dan Keutamaannya

Banyak jamaah mengaku, adzan di Makkah terasa berbeda. Bukan karena nadanya lebih tinggi atau lebih merdu, tetapi karena ia berkumandang dari tempat paling suci di muka bumi—di sisi Ka’bah, kiblat umat Islam.

Bagi mereka yang pernah menunaikan haji atau umrah, suara adzan itu menjadi memori yang melekat kuat. Bahkan bertahun-tahun setelah pulang ke tanah air, ketika mendengar rekamannya saja, kenangan itu kembali hidup: langkah tergesa menuju shaf, angin gurun yang hangat, dan pandangan pertama ke arah Ka’bah.

Adzan Makkah juga menjadi penghubung emosional umat Islam di berbagai belahan dunia. Di Indonesia, tidak sedikit orang yang sengaja memutar siaran langsung dari Masjidil Haram saat waktu salat tiba, sekadar untuk merasakan suasana spiritual yang sama.

Fenomena ini menunjukkan bahwa adzan bukan hanya syiar, tetapi juga energi spiritual. Ia mengingatkan manusia pada tujuan hidupnya, memanggilnya kembali kepada Allah di tengah hiruk pikuk dunia.

Dalam ajaran Islam, adzan memang memiliki kedudukan yang sangat mulia. Rasulullah SAW menyebut bahwa muazin adalah orang yang paling panjang lehernya pada hari kiamat, sebagai simbol kemuliaan dan kehormatan atas tugasnya menyeru manusia kepada kebaikan.

Ketika adzan itu berkumandang dari Makkah, kemuliaan itu terasa berlipat. Sebab ia lahir dari tanah yang setiap jengkalnya diberkahi, dari masjid yang pahalanya dilipatgandakan.

Tak heran jika banyak orang meneteskan air mata saat pertama kali mendengarnya secara langsung. Ada rasa kecil di hadapan kebesaran Allah, ada rasa syukur bisa berada di tempat yang selama ini hanya dilihat di layar.

Baca juga: Keutamaan dan Cara Menjawab Adzan dengan Benar: Panduan Lengkap untuk Umat Islam

Adzan Makkah pada akhirnya bukan hanya tentang suara. Ia adalah pengalaman batin. Ia adalah panggilan yang tidak hanya sampai ke telinga, tetapi menembus ke dalam hati.

Dan bagi umat Islam di mana pun berada, setiap kali suara itu terdengar, ia seperti pesan lembut dari Tanah Suci: sudahkah kita memenuhi panggilan-Nya?

Berikut video adzan Makkah dengan muadzin Abdul Aziz Zahrani

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Menag Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Ilmu dan Peradaban Islam Dunia
Menag Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Ilmu dan Peradaban Islam Dunia
Aktual
Tak Cukup Zikir, Ini Cara Islam Menjaga Kesehatan Mental
Tak Cukup Zikir, Ini Cara Islam Menjaga Kesehatan Mental
Aktual
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Doa dan Niat
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
Aktual
PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
Aktual
Polemik Istiqlal Masuk Bursa: Menguak Fakta Wakaf Saham Syariah
Polemik Istiqlal Masuk Bursa: Menguak Fakta Wakaf Saham Syariah
Aktual
Bikin Lomba Agustusan Pakai Uang Pendaftaran? Begini Hukumnya
Bikin Lomba Agustusan Pakai Uang Pendaftaran? Begini Hukumnya
Aktual
Legitimasi Historis Tokoh Partai di Pucuk Pimpinan PBNU
Legitimasi Historis Tokoh Partai di Pucuk Pimpinan PBNU
Aktual
Cegah Kekerasan Seksual, Kemenag Wajibkan CCTV hingga Cabut Izin Pesantren Nakal
Cegah Kekerasan Seksual, Kemenag Wajibkan CCTV hingga Cabut Izin Pesantren Nakal
Aktual
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar