Editor
KOMPAS.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tetap berjalan selama bulan Ramadhan.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan, skema distribusi sudah disiapkan matang agar bantuan gizi tidak mubazir meski mayoritas penerima manfaat menjalankan puasa.
Hal itu disampaikan Dadan saat bersilaturahim ke Majelis Ulama Indonesia (MUI), Senin (26/1/2026).
“Pada prinsipnya MBG menyasar ibu hamil dan anak balita. Anak balita tentu tidak terkena kewajiban puasa, jadi program ini untuk mereka tetap berjalan normal,” ujarnya dilansir dari MUI Digital.
Baca juga: 170.000 Jemaah Haji Indonesia Risiko Tinggi, Sebagian Penyakit Komorbid
Untuk anak sekolah di wilayah mayoritas Muslim yang berpuasa, BGN menyiapkan pola berbeda. Makanan tetap dibagikan di sekolah, tetapi dibawa pulang untuk dikonsumsi saat berbuka.
Skema ini sempat memunculkan kekhawatiran soal makanan yang bisa basi karena jarak waktu pulang sekolah hingga magrib cukup lama.
Namun BGN sudah menyiapkan solusi.
Dadan menjelaskan, menu MBG selama Ramadhan untuk anak sekolah akan diganti dengan makanan yang lebih tahan lama, seperti:
“Menu yang dibawa ke rumah dipastikan yang tahan sampai waktu berbuka,” jelasnya.
Di daerah yang mayoritas penduduknya tidak menjalankan puasa, MBG tetap berjalan seperti biasa. Begitu pula untuk balita dan ibu hamil yang memang menjadi sasaran utama program ini.
BGN juga menyiapkan strategi khusus untuk wilayah pesantren. Waktu memasak dan pembagian makanan akan digeser ke sore hari, sehingga santri menerima makanan menjelang berbuka puasa.
Baca juga: Viral Gaji Guru Jauh Lebih Kecil dari Sopir MBG, Ini Kemuliaan Guru dalam Islam
“Kalau di pesantren, pembagian akan diatur menjelang berbuka agar lebih efektif,” kata Dadan.
Dengan penyesuaian menu dan waktu distribusi ini, BGN memastikan MBG tetap tepat sasaran selama Ramadhan, sekaligus menjawab kekhawatiran publik soal potensi pemborosan.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.