Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Libur Awal Puasa 2026: Sekolah Bisa Libur Lebih Cepat, Ini Alasannya

Kompas.com, 29 Januari 2026, 19:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, dunia pendidikan diperkirakan kembali mengalami penyesuaian kalender akademik.

Salah satu isu yang menjadi perhatian publik adalah potensi libur sekolah yang datang lebih awal dibandingkan hari biasa.

Momentum Ramadhan tahun 2026 bertepatan dengan rangkaian hari libur nasional dan cuti bersama, sehingga membuka peluang bagi peserta didik untuk menikmati masa jeda belajar sebelum memasuki ritme pembelajaran selama puasa.

Baca juga: Libur Awal Puasa 2026 Anak Sekolah, Silakan Cek Jadwalnya

Berdasarkan perhitungan Kementerian Agama Republik Indonesia, awal Ramadhan 1447 H diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Sementara itu, Muhammadiyah melalui metode hisab hakiki wujudul hilal memprediksi awal Ramadhan jatuh lebih awal, yaitu pada Rabu, 18 Februari 2026.

Perbedaan ini merupakan hal yang lazim dalam penentuan awal bulan Hijriah di Indonesia. Meski demikian, tanggal resmi tetap menunggu hasil sidang isbat yang akan digelar pemerintah menjelang Ramadhan.

Baca juga: Cek Jadwal Libur Awal Puasa 2026 Anak Sekolah Jawa Timur

Prediksi Jadwal Libur Sekolah Menjelang Ramadhan 2026

Mengacu pada kalender pendidikan DKI Jakarta Tahun Ajaran 2025/2026 serta pola kebijakan tahun-tahun sebelumnya, siswa diperkirakan mulai menikmati libur pada pertengahan Februari 2026.

Libur ini diprediksi berlangsung sejak awal pekan yang berdekatan dengan libur nasional Imlek dan cuti bersama.

Pola tersebut membuat masa libur menjadi lebih panjang dan beririsan langsung dengan awal Ramadhan.

Kebijakan serupa juga biasanya diterapkan di berbagai daerah lain, meski tetap disesuaikan dengan kebutuhan dan kebijakan pemerintah provinsi masing-masing.

Alasan Penyesuaian Jadwal Sekolah Menjelang Ramadhan

Libur awal Ramadhan bukan sekadar kebijakan administratif, melainkan bagian dari strategi adaptasi pendidikan. Masa awal puasa kerap menjadi fase transisi yang cukup berat bagi siswa.

Perubahan jam tidur, pola makan, hingga penurunan konsentrasi menjadi tantangan yang nyata.

Dalam buku Psikologi Pendidikan Islam karya Prof. Abuddin Nata dijelaskan bahwa kesiapan fisik dan mental peserta didik sangat menentukan efektivitas pembelajaran.

Dengan adanya masa jeda sebelum Ramadhan dimulai, siswa diharapkan memiliki waktu untuk beradaptasi sehingga saat kegiatan belajar kembali dimulai, kondisi tubuh dan psikologis sudah lebih stabil.

Baca juga: Jadwal Libur Awal Puasa 2026 Anak Sekolah di Jabar dan DKI Jakarta

Ramadhan dan Pembentukan Karakter Peserta Didik

Ramadhan bukan hanya momentum ibadah individual, tetapi juga memiliki nilai edukatif yang kuat. Puasa melatih disiplin, pengendalian diri, empati sosial, dan tanggung jawab pribadi.

Al-Qur’an menegaskan tujuan utama ibadah puasa dalam firman Allah SWT:

Yā ayyuhalladzīna āmanū kutiba ‘alaikumush-shiyām kamā kutiba ‘alalladzīna min qablikum la‘allakum tattaqūn.

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa. (QS. Al-Baqarah: 183)

Nilai ketakwaan inilah yang menjadi fondasi pendidikan karakter di bulan Ramadhan. Banyak sekolah memanfaatkan momentum ini untuk menggelar pesantren kilat, tadarus Al-Qur’an, dan program pembiasaan ibadah.

Dalam buku Tarbiyah Ruhiyah Anak karya Abdullah Nashih Ulwan dijelaskan bahwa suasana Ramadhan sangat efektif untuk membentuk karakter spiritual anak karena lingkungan sosial mendukung praktik ibadah secara kolektif.

Libur Jelang Ramadhan, Waktu Strategis untuk Persiapan

Masa libur sebelum Ramadhan seharusnya tidak hanya dimanfaatkan untuk beristirahat, tetapi juga sebagai waktu persiapan spiritual dan fisik.

Siswa dapat mulai menyesuaikan jam tidur, membiasakan sahur ringan, memperbanyak ibadah sunnah, serta mengurangi aktivitas yang tidak produktif. Persiapan ini membantu proses adaptasi saat pembelajaran Ramadhan dimulai.

Peran orang tua juga menjadi kunci dalam membimbing anak agar masa libur tetap bernilai edukatif dan religius.

Baca juga: Kalender Februari 2026 dan Tanggal Penting Islam, Dari Nisfu Sya’ban hingga Awal Ramadhan

Menunggu Kepastian Resmi Pemerintah

Meski prediksi awal Ramadhan telah muncul dari berbagai pihak, keputusan resmi tetap menunggu hasil sidang isbat Kementerian Agama.

Namun yang pasti, Ramadhan 1447 H akan kembali membawa perubahan besar dalam ritme kehidupan masyarakat, termasuk dunia pendidikan. Potensi libur sekolah lebih awal menjadi bagian dari penyesuaian tersebut.

Dengan pengelolaan yang tepat, momen ini bukan hanya memberi ruang istirahat, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi pembentukan generasi yang lebih disiplin, tangguh, dan berakhlak mulia.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Generasi Muda Dinilai Tak Siap Kerja, Gontor Tawarkan Pendidikan Holistik Pesantren
Generasi Muda Dinilai Tak Siap Kerja, Gontor Tawarkan Pendidikan Holistik Pesantren
Aktual
Miyos Gangsa Dimulai, Tradisi Sekaten di Keraton Yogyakarta Menyambut Maulid Nabi 2026
Miyos Gangsa Dimulai, Tradisi Sekaten di Keraton Yogyakarta Menyambut Maulid Nabi 2026
Aktual
Biaya Haji 2027 Diusulkan Rp 107,34 Juta, BPKH Ingatkan Risiko Rp 6,87 Triliun
Biaya Haji 2027 Diusulkan Rp 107,34 Juta, BPKH Ingatkan Risiko Rp 6,87 Triliun
Aktual
Kirab Merah Putih, Ribuan Pemuda Serukan Persatuan di Tengah Keberagaman
Kirab Merah Putih, Ribuan Pemuda Serukan Persatuan di Tengah Keberagaman
Aktual
Hukum Memelihara Anjing dalam Islam, Benarkah Membuat Malaikat Tidak Masuk Rumah?
Hukum Memelihara Anjing dalam Islam, Benarkah Membuat Malaikat Tidak Masuk Rumah?
Aktual
Masjid Tua Wapauwe, Jejak Sejarah Islam di Maluku yang Bertahan Sejak 1414
Masjid Tua Wapauwe, Jejak Sejarah Islam di Maluku yang Bertahan Sejak 1414
Aktual
Thaharah Sebelum Shalat: Cara Bersuci, Najis yang Dibersihkan, Jenis Air, hingga Aturan Tayamum
Thaharah Sebelum Shalat: Cara Bersuci, Najis yang Dibersihkan, Jenis Air, hingga Aturan Tayamum
Aktual
Kapan Libur Maulid Nabi 2026? Cek Tanggal dan Status Liburnya
Kapan Libur Maulid Nabi 2026? Cek Tanggal dan Status Liburnya
Aktual
Menag: Terowongan Silaturahmi Istiqlal-Katedral Simbol Toleransi Indonesia Perlu Dikenalkan ke Dunia
Menag: Terowongan Silaturahmi Istiqlal-Katedral Simbol Toleransi Indonesia Perlu Dikenalkan ke Dunia
Aktual
Baznas-BKKBN Sinergikan Zakat untuk Perkuat Ekonomi 37.000 Kelompok Usaha
Baznas-BKKBN Sinergikan Zakat untuk Perkuat Ekonomi 37.000 Kelompok Usaha
Aktual
Persiapan Muktamar Ke-35 NU Capai 80 Persen, 1.300 Stan UMKM Disiapkan
Persiapan Muktamar Ke-35 NU Capai 80 Persen, 1.300 Stan UMKM Disiapkan
Aktual
Yenny Wahid: Rekonsiliasi Wajib Dilakukan Usai Muktamar Ke-35 NU
Yenny Wahid: Rekonsiliasi Wajib Dilakukan Usai Muktamar Ke-35 NU
Aktual
Benarkah Makan Kurma Harus Ganjil? Ini Penjelasan Sunnah Sesuai Kebiasaan Rasulullah SAW
Benarkah Makan Kurma Harus Ganjil? Ini Penjelasan Sunnah Sesuai Kebiasaan Rasulullah SAW
Aktual
Lukman Hakim Minta NU Tinggalkan Pengelolaan Tambang yang Timbulkan Fitnah dan Mafsadah
Lukman Hakim Minta NU Tinggalkan Pengelolaan Tambang yang Timbulkan Fitnah dan Mafsadah
Aktual
Menag Dukung Guru PPPK Jadi Penuh Waktu dan PNS di 2027: Ini Detailnya
Menag Dukung Guru PPPK Jadi Penuh Waktu dan PNS di 2027: Ini Detailnya
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar