Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Puasa Nisfu Syaban Tinggal Hitungan Hari, Ini Niat dan Amalan Istimewa

Kompas.com, 30 Januari 2026, 16:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Bulan Syaban sering disebut sebagai bulan yang “sunyi dari sorotan”, namun justru menjadi fase paling strategis dalam kalender spiritual umat Islam.

Di tengah kesibukan menunggu Ramadan, terdapat satu momentum yang selalu dinanti yaitu Nisfu Syaban.

Hari pertengahan bulan Syaban ini bukan sekadar penanda waktu, melainkan momen evaluasi amal, pembuka lembaran catatan baru, dan latihan ruhani menuju bulan suci.

Baca juga: Kapan Nisfu Syaban 2026? Ini Tanggal dan Asal Usulnya

Pada 2026, perhatian umat Islam kembali tertuju pada jadwal puasa Nisfu Syaban. Selain bernilai sunnah, ibadah ini diyakini memiliki keutamaan besar dalam menyiapkan hati dan fisik menyambut Ramadan.

Lantas, kapan tepatnya Nisfu Syaban 2026, apa keutamaannya dan bagaimana tuntunan ibadahnya?

Jadwal Puasa Nisfu Syaban 2026 di Indonesia

Berdasarkan Kalender Hijriah resmi Kementerian Agama Republik Indonesia, awal bulan Syaban 1447 Hijriah jatuh pada:

1 Syaban 1447 H: Senin, 20 Januari 2026

15 Syaban (Nisfu Syaban): Selasa, 3 Februari 2026

Dengan demikian, malam Nisfu Syaban dimulai sejak Senin petang, 2 Februari 2026, setelah matahari terbenam, hingga fajar Selasa pagi.

Sementara itu, bagi umat Islam yang ingin mengamalkan puasa Ayyamul Bidh sekaligus puasa Nisfu Syaban, berikut jadwal lengkapnya:

13 Syaban: Minggu, 1 Februari 2026

14 Syaban: Senin, 2 Februari 2026

15 Syaban (Nisfu Syaban): Selasa, 3 Februari 2026

Kombinasi ini kerap dimanfaatkan sebagai rangkaian puasa sunnah sekaligus latihan menuju Ramadan.

Baca juga: Khutbah Jumat 30 Januari 2026: Amalan Malam Nisfu Syaban

Keutamaan Malam Nisfu Syaban dalam Literatur Hadits

Malam Nisfu Syaban disebut dalam banyak literatur klasik sebagai malam penuh rahmat. Imam Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Ausath meriwayatkan hadits dari Abu Tsa’labah Al-Khusyani bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya Allah melihat makhluk-Nya pada malam Nisfu Syaban, lalu Dia mengampuni semua hamba-Nya kecuali orang musyrik dan orang yang menyimpan permusuhan.”

Riwayat dengan makna serupa juga tercantum dalam Syu’abul Iman karya Imam Al-Baihaqi dan Al-Ibanah Al-Kubra karya Ibnu Baththah.

Dalam kitab Lathaiful Ma’arif, Ibnu Rajab Al-Hanbali menjelaskan bahwa malam Nisfu Syaban termasuk waktu di mana rahmat Allah terbuka luas, sehingga para salaf memperbanyak doa, istighfar, dan shalat malam.

Puasa Nisfu Syaban: Antara Sunnah dan Tradisi Ulama

Puasa pada pertengahan Syaban tidak bisa dilepaskan dari kebiasaan Rasulullah SAW yang memperbanyak puasa di bulan ini. Dalam Shahih Bukhari dan Muslim, Aisyah RA menuturkan:

“Aku tidak pernah melihat Rasulullah berpuasa sebulan penuh selain Ramadan dan tidak ada bulan yang beliau perbanyak puasanya selain Syaban.”

Imam Nawawi dalam Al-Majmu’ menjelaskan bahwa puasa sunnah Syaban menjadi bentuk persiapan spiritual sebelum Ramadan, sebagaimana shalat sunnah rawatib mengiringi shalat fardhu.

Sementara itu, hadits tentang anjuran khusus puasa Nisfu Syaban diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Ali bin Abi Thalib RA.

Meski derajatnya diperselisihkan, Imam Suyuthi dalam Al-Jami’ Ash-Shaghir menyebutkan bahwa hadits ini diamalkan oleh banyak ulama sebagai fadhailul a’mal (keutamaan amal).

Baca juga: 5 Doa Pendek Nisfu Syaban yang Bisa diamalkan Lengkap dengan Artinya

Niat Puasa Nisfu Syaban dan Waktu Pelaksanaannya

Dalam mazhab Syafi’i, niat puasa sunnah boleh dilakukan sejak malam hingga sebelum zawal (matahari condong ke barat), selama belum melakukan pembatal puasa.

Lafal niat puasa Nisfu Syaban:

نَوَيْتُ صَوْمَ نِصْفِ شَعْبَانَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma nishfi sya‘bāna sunnatan lillāhi ta‘ālā

Artinya: “Saya niat puasa Nisfu Syaban sunnah karena Allah Ta’ala.”

Syekh Nawawi Al-Bantani dalam Kasyifah As-Saja menegaskan bahwa keabsahan niat terletak pada kesadaran hati, bukan sekadar lafaz.

Amalan Malam Nisfu Syaban yang Dianjurkan Ulama

Membaca Surah Yasin

Dalam kitab Kanzun Najah was-Surur, Syekh Abdul Hamid Al-Qudsi menjelaskan tradisi ulama membaca Surah Yasin tiga kali dengan niat berbeda, memohon umur berkah, dijauhkan dari musibah, dan diteguhkan iman.

KH Bisri Musthofa dalam Tafsir Al-Ibriz juga menyinggung keutamaan membaca Al-Qur’an pada malam-malam istimewa.

Memperbanyak Istighfar

Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menekankan bahwa Syaban adalah bulan penyucian hati. Salah satu bacaan istighfar utama adalah Sayyidul Istighfar:

Allāhumma anta rabbī lā ilāha illā anta, khalaqtanī wa anā ‘abduka...

Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tiada Tuhan selain Engkau. Engkau menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu…”

Hadits ini diriwayatkan Imam Bukhari dan Tirmidzi sebagai doa istighfar paling utama.

Shalat Malam dan Munajat

Dalam Shahih Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

“Shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.”

Para ulama seperti Imam Ibnu Khuzaimah dan Imam Hakim menegaskan bahwa malam Nisfu Syaban termasuk waktu mustajab untuk bermunajat.

Baca juga: Kalender Februari 2026 dan Tanggal Penting Islam, Dari Nisfu Sya’ban hingga Awal Ramadhan

Syaban sebagai Gerbang Ramadan

Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Lathaiful Ma’arif mengibaratkan Syaban sebagai pemanasan ruhani sebelum “kompetisi ibadah” di Ramadan dimulai. Puasa, qiyamul lail dan dzikir di bulan ini membentuk kesiapan spiritual.

KH Hasyim Asy’ari dalam Adab Al-Alim wal Muta’allim menyebut puasa sunnah sebagai sarana membersihkan jiwa dari kelalaian, menajamkan kepekaan hati, dan memperkuat niat ibadah.

  • Penyucian diri menjadi salah satu tujuan utama, yaitu membersihkan hati dan jiwa agar lebih siap menyambut datangnya bulan Ramadan.
  • Dari sisi jasmani, ibadah puasa juga berfungsi sebagai sarana adaptasi fisik agar tubuh terbiasa menahan lapar dan dahaga.
  • Selain itu, praktik ibadah ini mendorong peningkatan ketakwaan dengan mempererat hubungan spiritual kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
  • Secara psikologis, puasa turut membentuk kesiapan mental serta menumbuhkan semangat dalam menjalani rangkaian ibadah Ramadan.

Mengapa Nisfu Syaban Selalu Dinanti?

Di balik angka tanggal, Nisfu Syaban membawa pesan mendalam, refleksi diri sebelum Ramadan tiba.

Ia menjadi ruang sunyi untuk bertanya pada hati, sejauh mana kesiapan menyambut bulan suci.

Bukan sekadar mengejar pahala, tetapi membangun kesadaran bahwa Ramadan tidak datang tiba-tiba. Ia dipersiapkan, direncanakan, dan dimulai sejak Syaban.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
Aktual
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Aktual
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Aktual
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar