Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pesawat Boeing 737 di Asrama Haji Aceh Diproyeksikan Jadi Wahana Manasik Pertama di Indonesia

Kompas.com, 1 Februari 2026, 16:30 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Pembangunan pesawat Boeing 737 non-operasional di kawasan Asrama Haji Aceh diproyeksikan sebagai wahana simulasi perjalanan udara bagi calon jamaah haji dan umrah.

Fasilitas ini disiapkan untuk memberikan gambaran proses penerbangan sebelum jamaah diberangkatkan ke Tanah Suci.

Wahana tersebut juga digadang menjadi sarana manasik berbasis pesawat pertama di Indonesia.

Progres pembangunannya ditinjau langsung Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah pada Sabtu (31/1/2026).

Peninjauan pembangunan wahana pesawat tersebut turut didampingi Kepala UPT Asrama Haji Aceh Irsyadi serta perwakilan vendor pembangunan dari PT Naka Avia Sakti, Sukandar.

Baca juga: Petugas Haji 2026 Resmi Ditempa Semi Militer 20 Hari di Asrama Haji Jakarta

Wahana Simulasi Perjalanan Udara bagi Jamaah

Pesawat Boeing 737 yang ditempatkan di Asrama Haji Aceh akan difungsikan sebagai sarana simulasi perjalanan udara.

Kehadiran wahana ini diharapkan membantu calon jamaah, khususnya jamaah lanjut usia dan mereka yang belum memiliki pengalaman naik pesawat, agar lebih siap sebelum keberangkatan.

Baca juga: Dana Hibah Asrama Haji Balikpapan Diduga Dikorupsi, Negara Rugi Rp1,5 Miliar

Integrasi Layanan Jamaah Umrah di Asrama Haji Aceh

Dalam peninjauan tersebut, Fadhlullah menyampaikan bahwa seluruh proses layanan jamaah umrah dari Aceh ke depan akan dipusatkan di Asrama Haji.

Mulai dari manasik, pemeriksaan keamanan, hingga proses administrasi keberangkatan dilakukan dalam satu kawasan.

“Seluruh jamaah umrah dari Aceh nantinya akan dipusatkan di Asrama Haji. Manasik dilakukan di sini, pemeriksaan x-ray di sini, cap paspor di sini, lalu jamaah langsung naik bus menuju pesawat. Dengan sistem ini, jamaah berangkat umrah dari Aceh bisa merasakan pengalaman seperti berhaji,” ujar Fadhlullah.

Nilai Historis Aceh dalam Sejarah Penerbangan Nasional

Fadhlullah juga menilai pembangunan wahana pesawat ini memiliki nilai historis bagi Aceh.

Ia menyinggung peran daerah tersebut dalam sejarah penerbangan nasional yang tidak terlepas dari pengorbanan para pendahulu demi kepentingan Indonesia.

Pada kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto atas perhatian dan dukungan Pemerintah Pusat terhadap Aceh dalam peningkatan kualitas pelayanan ibadah haji dan umrah.

Sarana Edukasi dan Destinasi Baru di Asrama Haji Aceh

Sementara itu, General Manager Garuda Indonesia wilayah Aceh, Nano Setiawan, menyampaikan bahwa wahana pesawat Boeing 737 ini juga akan dimanfaatkan sebagai sarana edukasi bagi jamaah umrah.

Ia berharap calon jamaah dapat memanfaatkan fasilitas Asrama Haji Aceh yang semakin memadai agar lebih nyaman dan siap sebelum keberangkatan.

“Selain sebagai sarana edukasi ibadah, wahana pesawat Boeing 737 ini juga diproyeksikan menjadi destinasi baru yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Asrama Haji Aceh,” jelasnya.

Artikel ini telah tayang di SerambiNews.com dengan judul "Pesawat di Asrama Haji Aceh Ditargetkan Jadi Wahana Manasik Pertama di Indonesia". 

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar