Editor
KOMPAS.com - Indonesia kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional melalui ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).
Dalam MTQ Internasional Al-Ameed ke-3 yang digelar di Karbala, Republik Irak, peserta asal Indonesia meraih Juara I kategori anak-anak.
Capaian ini mengharumkan nama bangsa di forum tilawah Al-Qur’an dunia.
Dilansir dari laman Kemenag, MTQ Internasional Al-Ameed diselenggarakan oleh Komite Tinggi Atabah Huseiniyah, Karbala, Irak, pada 22 Januari hingga 5 Februari 2026, bertepatan dengan bulan Syakban 1447 Hijriah.
Ajang ini diikuti para qari terbaik dari berbagai negara dan dikenal memiliki standar penilaian yang ketat.
Baca juga: Jateng Siap Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional XXXI 2026, Gus Yasin: Digelar September
Indonesia mengirimkan peserta pada kategori dewasa dan anak-anak dengan hasil sebagai berikut:
Para peserta terpilih setelah melalui seleksi video bacaan yang dinilai panitia.
Dari ratusan pengirim video, 35 peserta dewasa dan 15 peserta anak-anak dipanggil untuk bertanding langsung di Irak dengan seluruh biaya ditanggung pemerintah Irak.
Kementerian Agama Republik Indonesia menyampaikan apresiasi atas capaian peserta Indonesia dalam ajang MTQ Internasional Al-Ameed 2026.
Prestasi ini dinilai mencerminkan keberhasilan pembinaan tilawah Al-Qur’an yang dilakukan secara berkelanjutan, khususnya sejak usia dini.
“Keberhasilan M. Zian Fahrezi meraih juara pertama menjadi capaian tertinggi Indonesia dalam ajang ini dan menunjukkan keberhasilan pembinaan tilawah Al-Qur’an sejak usia dini di Indonesia. Saat ini Zian berusia 11 tahun dan masih duduk di kelas IV SD,” ujar Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama Republik Indonesia Muchlis M Hanafi di Bandara Internasional Baghdad, Jumat (6/2/2026).
“Ajang MTQ Internasional Al-Ameed dikenal memiliki standar penilaian yang ketat, mencakup aspek tajwid, fashahah, kualitas suara, penguasaan maqamat, serta adab tilawah,” tambahnya.
Menurut Muchlis, Kementerian Agama menyampaikan apresiasi kepada para peserta, pembina, dan seluruh pihak yang terlibat dalam pembinaan MTQ.
Prestasi ini menegaskan eksistensi Indonesia sebagai salah satu pusat pengembangan seni baca Al-Qur’an di dunia.
“Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus mencintai, mempelajari, dan mengamalkan Al-Qur’an, serta memperkuat peran MTQ sebagai sarana pembinaan keagamaan dan penguatan karakter bangsa,” tandasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang