Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tren Baju Lebaran Anak 2026, Longgar, Nyaman, dan Flowy

Kompas.com, 10 Februari 2026, 15:30 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Lebaran selalu identik dengan pakaian baru, termasuk untuk anak-anak. Namun dalam beberapa tahun terakhir, tren busana Lebaran anak tidak lagi sekadar soal warna cerah atau detail yang meriah.

Kenyamanan, potongan longgar, serta desain yang fleksibel justru menjadi perhatian utama orangtua saat memilih pakaian untuk si kecil.

Ramadan dan Idul Fitri adalah momen ibadah sekaligus kebersamaan keluarga. Karena itu, busana anak idealnya tidak hanya indah dipandang, tetapi juga mendukung aktivitas mereka yang aktifmulai dari salat Id, bersilaturahmi, hingga bermain bersama sepupu.

Baca juga: Inspirasi Baju Lebaran 2026: Tren Fashion Lebaran yang Elegan, Kekinian, dan Tetap Nyaman

Memilih Busana Lebaran Anak: Tak Hanya Soal Tampilan

Dalam memilih busana Lebaran anak, ada beberapa pertimbangan penting yang kini menjadi tren global dalam dunia modest fashion anak.

Menurut laporan tren busana anak dari berbagai platform fashion internasional seperti Vogue Business dan Business of Fashion, konsumen semakin memperhatikan aspek kenyamanan, bahan ramah kulit, serta desain yang adaptif untuk aktivitas anak. Hal ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran akan well-being dan sustainable fashion.

Untuk konteks Lebaran di Indonesia, orangtua biasanya mempertimbangkan:

Bahan yang adem dan menyerap keringat, seperti katun premium, linen blend atau rayon lembut.

  • Potongan longgar (relaxed fit) agar anak leluasa bergerak.
  • Detail minimalis, tidak terlalu berat atau penuh aksesori.
  • Warna lembut dan hangat, sesuai suasana Idul Fitri.

Lebaran sering kali diisi dengan agenda padat: salat Id di pagi hari, kunjungan ke rumah keluarga, hingga sesi foto bersama. Busana yang terlalu ketat atau kaku justru bisa membuat anak cepat merasa tidak nyaman.

Warna Busana Lebaran Anak 2026

Tren warna 2026 diprediksi mengarah pada nuansa yang lebih lembut dan natural. Sejumlah prediksi warna global dari lembaga seperti Pantone menunjukkan kecenderungan pada warna-warna yang menenangkan.

Beberapa warna yang diperkirakan populer untuk Lebaran 2026 antara lain:

  • Soft sage green
  • Dusty pink
  • Butter yellow
  • Sky blue
  • Ivory dan warm beige
  • Lilac lembut

Warna-warna ini memberikan kesan bersih, hangat, dan elegan tanpa terkesan berlebihan. Untuk konsep keluarga, warna senada (tone-on-tone) juga menjadi pilihan favorit agar tampilan tetap harmonis.

Baca juga: Tren Baju Lebaran Keluarga 2026, Harmonis, Nyaman, dan Elegan

Model Busana Lebaran Anak Perempuan: Longgar dan Flowy

Untuk anak perempuan, tren 2026 mengarah pada potongan yang ringan dan tidak membatasi gerak.

1. Gamis Anak Potongan A-Line

Baju lebaran anak perempuan gamis a line Baju lebaran anak perempuan gamis a line

Model A-line menjadi favorit karena siluetnya melebar ke bawah, memberi ruang gerak yang luas.

Gamis ini biasanya dibuat dari bahan ringan dengan detail sederhana seperti bordir halus atau aksen pita kecil.

Potongan ini tidak hanya nyaman, tetapi juga memberi kesan anggun tanpa terasa berat.

2. Set Tunik dan Celana Longgar

Baju lebaran anak perempuan set tunik Baju lebaran anak perempuan set tunik

Tunik panjang dipadukan dengan celana lurus atau kulot ringan menjadi alternatif modern. Model ini cocok untuk anak yang aktif bergerak.

Celana longgar membantu anak tetap nyaman saat duduk bersila atau berlari kecil bersama teman-temannya.

3. Dress Berlapis Ringan dengan Puff Kecil

Baju lebaran anak perempuan dress berlayer Baju lebaran anak perempuan dress berlayer

Detail puff sleeve kecil pada bagian bahu memberikan sentuhan manis tanpa berlebihan. Sementara itu, lapisan ringan (layer tipis) menambah dimensi tanpa membuat gerah.

Desain seperti ini menggabungkan unsur klasik dan modern secara seimbang.

Baca juga: 5 Model Baju Lebaran Timeless yang Bisa Dipakai Sehari-hari

Model Busana Lebaran Anak Laki-laki: Rapi Kasual dan Fleksibel

Tren busana Lebaran anak laki-laki 2026 bergerak ke arah rapi kasual yang fleksibel.

1. Koko Modern dengan Relaxed Fit

Baju lebaran anak laki-laki koko modern Baju lebaran anak laki-laki koko modern

Koko tidak lagi selalu identik dengan potongan lurus kaku. Kini, banyak desain menghadirkan potongan lebih santai dengan bahan yang ringan.

Detail minimalis seperti kerah shanghai atau kancing tersembunyi memberi kesan modern.

2. Kurta Anak Bergaya Minimalis

Baju lebaran anak laki-laki kurta Baju lebaran anak laki-laki kurta

Kurta panjang dengan warna netral menjadi pilihan populer. Model ini sederhana namun tetap elegan.

Dipadukan dengan celana lurus ringan, tampilan menjadi bersih dan tidak berlebihan.

3. Set Atasan Panjang dan Celana Ringan

Baju lebaran anak laki-laki set panjang Baju lebaran anak laki-laki set panjang

Set dua potong dengan warna senada memberikan kesan rapi sekaligus santai. Model ini cocok untuk anak yang ingin tampil formal tetapi tetap nyaman bergerak.

Baca juga: Fix Jadi Pusat Perhatian! Inspirasi Baju Lebaran Remaja 2026

Tren Family Look: Harmoni dalam Kebersamaan

Konsep family look masih menjadi tren kuat pada Lebaran 2026. Orangtua dan anak mengenakan busana dengan warna atau motif senada.

Namun kini, konsepnya lebih fleksibel. Tidak harus identik persis, melainkan cukup selaras secara warna atau tema. Misalnya:

  • Ayah mengenakan koko sage green.
  • Ibu memakai gamis warna serupa.
  • Anak-anak tampil dalam gradasi warna yang sama.

Tren ini bukan sekadar estetika. Ia merepresentasikan kebersamaan dan keharmonisan keluarga di hari kemenangan.

Dimensi Spiritual di Balik Busana Lebaran

Lebaran bukan hanya soal pakaian baru, tetapi juga pembaruan diri.

Allah SWT berfirman:

Yā ayyuhalladzīna āmanū kutiba ‘alaikumush-shiyāmu kamā kutiba ‘alalladzīna min qablikum la‘allakum tattaqūn.

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Busana terbaik di hari raya adalah simbol kebahagiaan setelah sebulan berpuasa. Namun yang lebih utama adalah nilai ketakwaan dan akhlak yang terjaga.

Dalam konteks anak, mengenakan pakaian yang sopan, nyaman, dan pantas juga menjadi bagian dari pendidikan karakter sejak dini.

Lebaran 2026: Nyaman, Anggun, dan Bermakna

Tren busana Lebaran anak 2026 menunjukkan pergeseran yang menarik. Dari sekadar tampil mencolok menjadi tampil nyaman dan elegan.

Potongan longgar, bahan ringan, serta warna lembut menjadi kunci. Anak-anak tetap bisa bergerak bebas, sementara orangtua merasa tenang melihat mereka tampil rapi dan sopan.

Pada akhirnya, busana hanyalah bagian luar. Namun ketika dipilih dengan penuh pertimbangan, ia bisa menjadi sarana menghadirkan kenyamanan, kebahagiaan, dan kenangan indah di hari yang fitri.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar