Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Refleksi KH Imam Jazuli: Saatnya Kampus NU Melompat dari Kuantitas ke Kualitas

Kompas.com, 16 Februari 2026, 22:59 WIB
Farid Assifa

Editor

KOMPAS.com – Di tengah besarnya jaringan pendidikan tinggi yang dimiliki Nahdlatul Ulama (NU), muncul kritik tajam dari kalangan internal. KH Imam Jazuli Lc MA menilai, banyaknya jumlah kampus belum otomatis melahirkan sumber daya manusia unggul yang mampu menjawab tantangan zaman.

“Secara statistik, NU adalah raksasa. Tapi kita menghadapi inflasi kelembagaan dan defisit substansi,” ujar KH Imam Jazuli dalam pandangannya terkait kondisi Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU), kepada Kompas.com, Senin (16/2/2026).

Berdasarkan data Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama, jumlah kampus NU berkisar antara 183 hingga 274 institusi, mulai dari universitas hingga akademi. Namun menurutnya, kuantitas tersebut belum berbanding lurus dengan kualitas akademik dan kontribusi strategis bagi bangsa.

Baca juga: NU Tasikmalaya Tetapkan Hukum Sisa MBG dan Larangan Nikah Siri

Dikelola Seperti Aset Pribadi

KH Imam Jazuli menyoroti persoalan kepemilikan dan tata kelola. Meski membawa nama NU, sejumlah kampus disebut masih dikelola layaknya aset keluarga atau perorangan.

“Regenerasi kepemimpinan sering bukan berbasis meritokrasi, tapi garis keturunan atau kedekatan emosional. Ini berbahaya bagi masa depan PTNU,” tegasnya.

Ia menilai praktik manajemen tradisional dan tertutup membuat inovasi tersumbat serta menyulitkan transparansi keuangan. Akibatnya, kampus berpotensi hanya menjadi tempat memperoleh ijazah, bukan pusat keunggulan intelektual.

Krisis Intelektual Teknis

KH Imam Jazuli mempertanyakan minimnya kontribusi PTNU dalam mencetak dokter, insinyur, atau teknokrat di bidang strategis.

“NU bukan krisis jamaah, tapi krisis intelektual teknis. Mengapa kita masih kekurangan tenaga medis, pakar teknologi, dan ahli bisnis padahal kampus kita ratusan?” ujarnya.

Mayoritas PTNU, kata dia, masih membuka jurusan sosial-keagamaan yang relatif berbiaya operasional rendah. Padahal kebutuhan bangsa saat ini mencakup kedaulatan kesehatan, ketahanan pangan berbasis teknologi, dan transformasi digital.

Ia mencontohkan keberhasilan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya dan Universitas Alma Ata yang fokus pada bidang kesehatan. Namun menurutnya, capaian itu masih menjadi pengecualian, bukan arus utama.

Desak Sentralisasi dan Reformasi Radikal

Sebagai solusi, KH Imam Jazuli mendorong langkah strategis dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama melalui LPTNU.

Pertama, sentralisasi dan akuisisi strategis kampus-kampus NU agar berada dalam satu roadmap besar organisasi. “Tidak boleh ada lagi kampus NU berjalan sendiri tanpa arah,” katanya.

Kedua, radikalisasi kurikulum saintifik dengan membuka jurusan medis, teknik, dan bisnis berbasis kerja sama global.

Ketiga, rekrutmen profesional dalam tata kelola kampus, termasuk menghadirkan dosen tamu dari kalangan industri dan peneliti internasional.

Ia juga merinci fakultas yang dinilai mendesak dikembangkan, seperti Fakultas Kedokteran, Keperawatan, Farmasi, Teknik Informatika, Teknik Pertanian, Teknik Lingkungan, hingga Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Berakar pada Pesantren, Berdaun pada Teknologi

Menurut KH Imam Jazuli—yang merupakan alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Universitas Al-Azhar, Universiti Kebangsaan Malaysia, dan Universiti Malaya—kampus NU masa depan tidak bisa hanya mengandalkan kharisma kiai.

“Ia harus berakar pada nilai pesantren Ahlussunnah wal Jamaah, tapi berdaun pada teknologi modern. Jika tidak segera berbenah, kampus-kampus NU akan menjadi fosil, ditinggalkan zaman,” ujarnya.

Baca juga: Pesantren di Abad Kedua NU: Berani Berubah atau Tetap di Pinggiran Kekuasaan?

Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia itu menegaskan, pembenahan PTNU merupakan bentuk khidmah tertinggi kepada umat dan negara.

“Ratusan kampus itu jangan sampai hanya menjadi monumen masa lalu. Kita butuh lompatan besar agar PTNU benar-benar menjadi kawah candradimuka intelektual NU yang moderat, religius, dan unggul dalam sains dan teknologi,” pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Doa dan Niat
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
Aktual
PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
Aktual
Polemik Istiqlal Masuk Bursa: Menguak Fakta Wakaf Saham Syariah
Polemik Istiqlal Masuk Bursa: Menguak Fakta Wakaf Saham Syariah
Aktual
Bikin Lomba Agustusan Pakai Uang Pendaftaran? Begini Hukumnya
Bikin Lomba Agustusan Pakai Uang Pendaftaran? Begini Hukumnya
Aktual
Legitimasi Historis Tokoh Partai di Pucuk Pimpinan PBNU
Legitimasi Historis Tokoh Partai di Pucuk Pimpinan PBNU
Aktual
Cegah Kekerasan Seksual, Kemenag Wajibkan CCTV hingga Cabut Izin Pesantren Nakal
Cegah Kekerasan Seksual, Kemenag Wajibkan CCTV hingga Cabut Izin Pesantren Nakal
Aktual
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar