Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sidang Isbat AwaL Puasa Ramadhan 2026 Hari Ini, Cek Jadwalnya di Sini

Kompas.com, 17 Februari 2026, 17:10 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Penetapan awal bulan Ramadhan selalu menjadi momen yang dinantikan umat Islam di Indonesia.

Bukan sekadar soal tanggal di kalender, keputusan ini menentukan kapan jutaan Muslim mulai menahan lapar dan dahaga, menunaikan tarawih, hingga menyiapkan rangkaian ibadah menuju Idul Fitri.

Lalu, sidang isbat awal puasa Ramadhan 2026 hari ini jam berapa digelar, apa tujuannya, dan bagaimana sebaiknya mengisi hari pertama puasa?

Baca juga: Sidang Isbat Ramadhan 2026 Digelar 17 Februari, Puasa Mulai 18 atau 19?

Jadwal Sidang Isbat Awal Puasa Ramadhan 2026

Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia kembali menggelar Sidang Isbat untuk menetapkan 1 Ramadhan 1447 Hijriah pada Selasa, 17 Februari 2026.

Berdasarkan informasi resmi dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam), rangkaian kegiatan berlangsung di Hotel Borobudur Jakarta dengan tahapan sebagai berikut:

Pukul 16.30 WIB – Seminar Posisi Hilal

Kegiatan diawali dengan seminar pemaparan data astronomi mengenai posisi bulan. Para ahli falak dan astronom mempresentasikan hasil perhitungan (hisab) terkait ketinggian hilal, elongasi, serta potensi visibilitas di berbagai wilayah Indonesia. Seminar ini disiarkan langsung melalui kanal YouTube dan media sosial Bimas Islam agar publik dapat memahami dasar ilmiah penetapan awal bulan.

Pukul 18.30 WIB – Sidang Isbat Tertutup

Setelah Maghrib, sidang isbat digelar secara tertutup. Forum ini mempertemukan ulama, perwakilan ormas Islam, pakar astronomi, hingga instansi terkait seperti BMKG, BRIN, dan MUI. Dalam sidang tersebut, data hisab dikaji bersama laporan rukyat (pengamatan hilal) dari berbagai titik di Indonesia.

Pukul 19.05 WIB – Konferensi Pers

Keputusan sidang kemudian diumumkan oleh Menteri Agama melalui konferensi pers yang disiarkan secara langsung. Pengumuman inilah yang menjadi dasar resmi pemerintah dalam menetapkan awal puasa Ramadhan 2026.

Baca juga: Sidang Isbat 17 Februari 2026, Ini Dasar Hukum Penetapan Awal Ramadhan 1447 H

Mengapa Sidang Isbat Penting?

Tradisi sidang isbat telah berlangsung sejak dekade 1950-an. Pemerintah secara rutin menetapkan awal Ramadhan, Syawal, dan Zulhijjah melalui mekanisme ini.

Landasan keagamaannya diperkuat oleh Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2004 yang menegaskan bahwa penetapan awal bulan Hijriah dilakukan oleh Menteri Agama berdasarkan metode hisab dan rukyat serta berlaku secara nasional.

Dalam buku Ilmu Falak karya Susiknan Azhari dijelaskan bahwa kombinasi hisab dan rukyat merupakan pendekatan moderat yang berusaha menjembatani perbedaan metode di kalangan umat Islam.

Hisab memberikan kepastian ilmiah, sementara rukyat menjadi implementasi tekstual dari hadis Nabi tentang melihat hilal.

Secara normatif, dasar rukyat merujuk pada sabda Rasulullah SAW:

Shumu li ru’yatihi wa afthiru li ru’yatihi.

Artinya: “Berpuasalah kalian karena melihat hilal dan berbukalah karena melihatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Karena Indonesia memiliki beragam ormas dengan pendekatan berbeda, sidang isbat menjadi forum musyawarah nasional.

Pemerintah dalam hal ini berperan sebagai fasilitator yang menetapkan hasil kesepakatan bersama agar memiliki kekuatan hukum dan administratif.

Dalil Alquran tentang Kewajiban Puasa

Kewajiban puasa Ramadhan ditegaskan dalam Alquran Surah Al-Baqarah ayat 183:

Yaa ayyuhalladziina aamanuu kutiba ‘alaikumush-shiyaamu kamaa kutiba ‘alalladziina min qablikum la’allakum tattaquun.

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama Ramadhan bukan sekadar menahan lapar, melainkan membentuk ketakwaan.

Dalam tafsirnya, Quraish Shihab dalam buku Wawasan Al-Qur’an menjelaskan bahwa takwa yang dimaksud adalah kesadaran penuh akan kehadiran Allah dalam setiap aspek kehidupan. Puasa menjadi latihan spiritual untuk mengendalikan diri dan memperkuat empati sosial.

Baca juga: Menag Tegaskan Sidang Isbat Tetap Jadi Penentu Awal Ramadhan 1447 H

Apa Tujuan Sidang Isbat?

Secara substantif, sidang isbat memiliki beberapa tujuan utama.

Pertama, memberikan kepastian hukum dan keagamaan. Keputusan yang diumumkan Menteri Agama menjadi rujukan resmi bagi masyarakat luas.

Kedua, menyatukan umat. Dengan duduk bersama dalam satu forum, potensi perbedaan dapat diminimalkan sehingga masyarakat tidak bingung.

Ketiga, menjaga prinsip musyawarah. Mekanisme ini mencerminkan nilai demokrasi dan keterlibatan banyak pihak dalam pengambilan keputusan keagamaan yang berdampak nasional.

Keempat, mengintegrasikan sains dan syariat. Hisab dan rukyat dipertemukan dalam satu ruang dialog ilmiah sekaligus religius.

Amalan Hari Pertama Puasa Ramadhan

Hari pertama puasa memiliki keistimewaan tersendiri. Banyak ulama menganjurkan agar momentum awal ini diisi dengan niat yang kuat dan ibadah yang optimal.

Meluruskan niat

Niat puasa dilakukan sejak malam hari. Rasulullah SAW bersabda bahwa setiap amal tergantung niatnya.

Sahur dengan penuh keberkahan

Dalam hadis disebutkan, “Tasahharu fa inna fis sahuuri barakah.” Artinya, “Bersahurlah, karena dalam sahur terdapat keberkahan.”

Menjaga shalat lima waktu dan tarawih

Malam pertama Ramadhan biasanya diisi dengan salat tarawih berjamaah. Ini menjadi pembuka rangkaian ibadah sebulan penuh.

Memperbanyak tilawah Al Quran

Ramadhan dikenal sebagai syahrul Quran. Membaca dan mentadabburi ayat-ayat suci menjadi amalan utama.

Menahan lisan dan sikap

Puasa bukan hanya menahan makan dan minum, tetapi juga menjaga perkataan serta perilaku dari hal sia-sia.

Dalam kitab Fadhail Al-A’mal karya Maulana Zakariyya Al-Kandahlawi dijelaskan bahwa pahala puasa memiliki dimensi spiritual yang tidak terhingga karena Allah sendiri yang akan membalasnya.

Baca juga: Jadwal dan Link Live Streaming Sidang Isbat Awal Puasa 1 Ramadhan 2026

Momentum Menyatukan Langkah

Sidang isbat bukan sekadar agenda tahunan. Ia adalah simbol persatuan umat di tengah perbedaan metode dan pandangan.

Ketika keputusan diumumkan, jutaan Muslim di Indonesia memulai ibadah dalam satu ketetapan waktu.

Maka, menjelang pengumuman resmi malam ini, masyarakat diimbau menunggu hasil sidang isbat dengan tenang dan tetap menjaga ukhuwah.

Apa pun hasilnya, Ramadhan tetap menjadi bulan penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka.

Ramadhan bukan hanya tentang kapan ia dimulai, tetapi bagaimana ia dijalani. Dan hari pertama puasa selalu menjadi pintu pembuka bagi perjalanan spiritual yang panjang dan penuh makna.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
Aktual
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Aktual
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar