Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tren Baju Couple Lebaran 2026: Warna dan Model Terbaru

Kompas.com, 19 Februari 2026, 11:43 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Lebaran bukan hanya tentang kembali ke fitrah, tetapi juga tentang bagaimana keluarga merayakan kebersamaan dalam balutan busana terbaiknya.

Dalam beberapa tahun terakhir, tren baju couple Lebaran semakin menguat dan menjadi bagian dari identitas visual keluarga Muslim Indonesia.

Fenomena ini bukan sekadar tren mode musiman. Ia merepresentasikan simbol harmoni, keselarasan, dan kekompakan di hari kemenangan.

Menjelang Lebaran 2026, prediksi tren busana keluarga kembali menjadi perbincangan hangat di industri modest fashion.

Lalu, bagaimana arah tren baju couple Lebaran tahun ini? Apa saja warna, siluet, dan nilai yang diperkirakan mendominasi?

Busana Lebaran dalam Perspektif Nilai Islam

Dalam Islam, berpakaian bukan hanya soal estetika, tetapi juga bagian dari adab dan identitas.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-A’raf ayat 26:

“Yā banī Ādama qad anzalnā ‘alaikum libāsay yuwārī sau’ātikum wa rīsyā, wa libāsut-taqwā żālika khair.”

Artinya: “Wahai anak cucu Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan sebagai perhiasan. Tetapi pakaian takwa itulah yang paling baik.”

Ayat ini menegaskan bahwa pakaian memiliki dua fungsi, menutup aurat dan menjadi perhiasan. Namun, yang lebih utama adalah nilai ketakwaannya.

Dalam buku Fiqih Keutamaan karya Yusuf Al-Qaradawi, dijelaskan bahwa Islam tidak melarang keindahan, selama tetap dalam koridor kesopanan dan tidak berlebihan.

Prinsip ini yang kemudian menjadi dasar berkembangnya modest fashion, termasuk tren baju couple keluarga saat Lebaran.

Baca juga: Tren Baju Lebaran 2026 Cewek: Rose Gold, Sage, Denim & Cream Lagi Hits, Ini Paduan Hijabnya!

Mengapa Baju Couple Lebaran Semakin Populer?

Tren baju serasi keluarga mulai berkembang pesat sejak era digital dan media sosial. Momen foto keluarga saat Lebaran menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan.

Dalam buku Fashion as Communication karya Malcolm Barnard, busana dipahami sebagai media komunikasi nonverbal. Apa yang dikenakan mencerminkan nilai, identitas, dan pesan sosial.

Baju couple Lebaran, dalam konteks ini, bukan hanya pakaian, ia adalah pernyataan visual tentang kebersamaan dan solidaritas keluarga.

Indonesia dikenal sebagai salah satu pusat modest fashion dunia, tren ini tumbuh seiring meningkatnya kesadaran akan busana Muslim yang stylish namun tetap syar’i.

Prediksi Tren Baju Couple Lebaran 2026

1. Dominasi Earth Tone dan Soft Pastel

Palet warna Lebaran 2026 diperkirakan mengarah pada nuansa lembut dan hangat. Sage green, mocha brown, dusty pink, butter yellow, dan navy blue menjadi kandidat kuat.

Warna-warna ini memberi kesan tenang, elegan, dan dewasa. Tren ini selaras dengan kecenderungan global menuju warna natural dan menenangkan, sebagaimana dilaporkan dalam berbagai analisis tren fashion internasional.

Kombinasi warna netral dengan aksen lembut akan menjadi favorit untuk menciptakan tampilan harmonis tanpa kesan berlebihan.

2. Siluet Longgar dan Nyaman

Baju couple lebaran(AI) Baju couple lebaran
Siluet loose-fit tetap mendominasi. Potongan A-line, H-line, hingga gamis flowy untuk wanita dipadukan dengan koko modern atau kurta minimalis untuk pria.

Dalam buku Modest Fashion: Styling Bodies, Mediating Faith karya Reina Lewis, dijelaskan bahwa modest fashion modern menekankan keseimbangan antara kepatuhan religius dan ekspresi diri.

Tren 2026 diprediksi semakin mengutamakan kenyamanan, terutama karena Lebaran identik dengan aktivitas silaturahmi yang panjang.

Baca juga: Ide Padukan Baggy Jeans dengan Busana Muslim untuk Baju Lebaran 2026, Tetap Sopan tapi Stylish

3. Sentuhan Tradisional dalam Balutan Modern

Baju lebaran couple tradisional(AI) Baju lebaran couple tradisional
Motif batik, tenun, dan songket tetap menjadi primadona, tetapi dengan pendekatan lebih minimalis.

Detail bordir halus, kerah shanghai, manset unik, serta layering ringan menjadi elemen desain yang memberi kesan sophisticated tanpa kehilangan akar budaya.

Perpaduan ini mencerminkan dinamika masyarakat Muslim Indonesia yang ingin tampil modern namun tetap menghargai warisan tradisi.

Ragam Gaya Baju Couple untuk Berbagai Karakter Keluarga

Gaya Formal Elegan

Baju lebaran couple elegan(AI) Baju lebaran couple elegan
Cocok untuk silaturahmi resmi atau open house keluarga besar. Material seperti satin premium, brokat ringan, atau batik sutra banyak dipilih.

Wanita tampil dalam gamis panjang berstruktur rapi, sementara pria mengenakan koko lengan panjang dengan detail etnik yang subtle.

Gaya Kasual Modern

Baju couple lebaran kasual modern(AI) Baju couple lebaran kasual modern
Untuk keluarga muda, gaya kasual menjadi pilihan. Tunik katun, linen breathable, serta potongan clean-cut memberi kesan fresh dan santai.

Warna cerah namun lembut memberi sentuhan enerjik tanpa menghilangkan kesan syar’i.

Gaya Syar’i Minimalis

Baju lebaran couple syari minimalis(AI) Baju lebaran couple syari minimalis
Bagi keluarga yang mengutamakan kepatuhan penuh terhadap prinsip syariat, busana longgar, tidak transparan, dan tidak membentuk lekuk tubuh tetap menjadi prioritas.

Allah SWT berfirman dalam Surah An-Nur ayat 31:

“Wa lā yubdīna zīnatahunna illā mā ẓahara minhā.”

Artinya: “Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa tampak darinya.”

Ayat ini menjadi pijakan dalam memilih busana yang tetap elegan tanpa melampaui batas kesopanan.

Baca juga: Tren Warna Baju Lebaran 2026 Wanita: Earth Tone Mewah hingga Royal Purple yang Berani

Material Favorit untuk Iklim Tropis

Lebaran di Indonesia identik dengan suhu hangat. Karena itu, bahan seperti katun, rayon premium, linen, dan viscose menjadi pilihan utama.

Bahan alami lebih breathable, menyerap keringat, dan nyaman dipakai sepanjang hari.

Dalam literatur tekstil modern disebutkan bahwa serat alami memiliki sirkulasi udara lebih baik dibanding bahan sintetis, sehingga cocok untuk aktivitas intens saat Lebaran.

Kapan Waktu Ideal Membeli Baju Couple?

Tren menunjukkan bahwa belanja baju Lebaran dimulai 1 bulan sebelum lebaran. Strategi ini memberi keuntungan:

  • Pilihan ukuran masih lengkap
  • Harga belum melonjak
  • Waktu cukup untuk penyesuaian

Platform online kini menjadi pilihan utama masyarakat urban karena variasi model yang luas dan kemudahan transaksi.

Lebaran: Lebih dari Sekadar Serasi

Pada akhirnya, baju couple Lebaran bukan sekadar tren tahunan. Ia adalah simbol kebersamaan.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hujurat ayat 13:

“Inna akramakum ‘indallāhi atqākum.”

Artinya: “Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.”

Dengan demikian, di mana harmoni visual keluarga hanyalah pelengkap. Nilai utama tetap pada ketakwaan dan kebersamaan yang tulus.

Namun, tampil rapi dan serasi adalah bagian dari menghormati momen suci. Rasulullah SAW pun menyukai keindahan dan kerap mengenakan pakaian terbaiknya pada hari raya.

Maka, menyambut Lebaran 2026 dengan baju couple yang nyaman, elegan, dan selaras bukan sekadar mengikuti tren, melainkan merayakan kebersamaan dalam balutan keindahan yang bermakna.

Dan mungkin, di tengah warna-warna lembut dan potongan anggun itu, terselip pesan sederhana, keluarga adalah harmoni yang paling indah di hari kemenangan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com