KOMPAS.com – Menjelang pukul 16.00 WIB di bulan Ramadhan, suasana jalanan mendadak berubah.
Deretan lapak dadakan bermunculan, aroma gorengan menguar, dan antrean pembeli memadati trotoar.
Fenomena ini populer disebut “war takjil”, tradisi berburu makanan berbuka yang selalu dinanti setiap tahun.
Baca juga: Jadwal Buka Puasa Kota Bandung Hari Ini, 21 Februari 2026
Ramadhan sendiri bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan momentum meningkatkan ketakwaan. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 183:
Yā ayyuhal-lażīna āmanū kutiba ‘alaikumuṣ-ṣiyāmu kamā kutiba ‘alal-lażīna min qablikum la‘allakum tattaqūn
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Namun dalam praktiknya, menjelang berbuka justru menjadi momen paling “menggoda”.
Lalu, apa saja ide takjil yang paling sering dibeli dan hampir tak pernah absen saat war takjil? Berikut beberapa menu takjil yang tidak pernah absen saat Ramadhan dari berbagai sumber:
Aneka gorengan di Bazar Takjil Ramadhan Benhil 2026 atau bazar takjil di Benhil, Jumat (20/2/2026).Dalam buku Fiqih Puasa karya Ahmad Sarwat, dijelaskan bahwa berbuka dengan makanan sederhana lebih dianjurkan sebelum melanjutkan makan besar. Gorengan kerap dipilih karena praktis, murah, dan cepat mengganjal perut.
Meski demikian, ahli gizi dalam buku Gizi Seimbang dalam Daur Kehidupan karya Sunita Almatsier mengingatkan agar konsumsi gorengan tidak berlebihan karena kandungan lemaknya cukup tinggi. Artinya, boleh saja menikmati, tetapi tetap bijak.
Baca juga: Menu Diet Ramadhan: Rekomendasi Berbuka dan Sahur Sehat
Kolak bola-bola ubi ungu untuk takjil buka puasa.Dalam Sejarah Kuliner Nusantara karya Fadly Rahman, kolak disebut sebagai adaptasi kuliner lokal yang kemudian melekat dengan tradisi Ramadhan karena bahan-bahannya mudah didapat dan bernilai energi tinggi.
Tak heran, kolak selalu habis lebih dulu. Selain mengenyangkan, rasa manisnya membantu mengembalikan energi setelah seharian berpuasa.
Ilustrasi es buah. Dalam buku Ilmu Pangan dan Gizi karya Sediaoetama, cairan dan gula alami dari buah membantu tubuh memulihkan hidrasi secara bertahap saat berbuka.
Karena itu, menu berbasis buah menjadi pilihan yang relatif lebih aman dibanding minuman tinggi gula buatan.
Baca juga: Ide Menu Takjil Kekinian dan Paling Dicari Cocok untuk Buka Puasa
Es Pisang Ijo di Pisang Ijo Cendana, Menteng.Kombinasi karbohidrat dan gula sederhana membuatnya cukup mengenyangkan. Banyak orang memilih menu ini sebagai pengganjal sebelum salat Maghrib.
Suherni (50) bersama tetangganya, Saodah (54) dan Nunung (47) membuat lontong untuk dibagikan secara gratis kepada warga sekitar. Dalam Ensiklopedia Kuliner Indonesia terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, lontong disebut sebagai salah satu pangan tradisional yang fleksibel dan mudah dikombinasikan dengan berbagai isian.
Menu ini sering diborong bersamaan dengan gorengan, menciptakan perpaduan rasa gurih dan mengenyangkan.
bubur sumsum campur di bazaar takjil ramadhan benhil Dalam tradisi kuliner Jawa, hidangan berbasis santan dan gula merah banyak disajikan dalam momen penting, termasuk bulan puasa, karena dianggap menghangatkan tubuh.
Baca juga: Ide Menu Sahur Pertama Ramadhan: Praktis, Bergizi, dan Tahan Lapar
Ilustrasi bubur kampiun, kuliner legendaris khas Minang.Menu ini menunjukkan bagaimana tradisi lokal memperkaya ragam takjil Nusantara.
Ilustrasi es mentimun suri selasih jahe.Karakteristiknya yang menyegarkan membuatnya cocok sebagai pelepas dahaga alami.
Fenomena war takjil memang menghadirkan keceriaan tersendiri. Namun, esensi berbuka tetaplah kesederhanaan.
Rasulullah SAW menganjurkan berbuka secukupnya sebelum melanjutkan ibadah. Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 185:
Syahru Ramaḍānal-lażī unzila fīhil-Qur’ān
Artinya: “Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an.”
Artinya, berburu takjil boleh saja menjadi tradisi tahunan, tetapi jangan sampai melupakan tujuan utama puasa, yaitu membentuk ketakwaan dan pengendalian diri.
War takjil bukan sekadar soal makanan. Ia adalah cerminan budaya, kebersamaan, dan denyut ekonomi rakyat kecil yang menggeliat setiap sore Ramadhan.
Lalu, dari semua ide takjil paling laris ini, mana yang selalu masuk daftar belanja Anda setiap tahun?
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang