Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Ide Menu Sahur Anak Kos Tanpa Masak, Praktis dan Tahan Lama

Kompas.com, 24 Februari 2026, 19:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Bulan Ramadhan selalu menghadirkan ritme baru dalam kehidupan, termasuk bagi anak kos yang jauh dari rumah.

Alarm berbunyi dini hari, mata masih berat, sementara dapur seadanya menunggu untuk “diajak kompromi”.

Di tengah keterbatasan alat masak, waktu, dan anggaran, sahur kerap terasa sebagai tantangan.

Padahal, sahur memegang peran penting dalam menjaga stamina selama berpuasa. Dalam sejumlah literatur gizi, sahur dianjurkan mengandung karbohidrat kompleks, protein, serat, serta cairan yang cukup agar energi bertahan lebih lama sepanjang hari.

Baca juga: Ide Menu Sahur Pertama Ramadhan: Praktis, Bergizi, dan Tahan Lapar

Lalu, bagaimana jika tidak sempat memasak? Kabar baiknya, sahur tidak selalu identik dengan menu rumit.

Dengan pilihan bahan yang tepat, anak kos tetap bisa menyiapkan hidangan praktis, bergizi, dan mengenyangkan tanpa ribet.

Berikut ide menu sahur tanpa masak yang bisa menjadi penyelamat selama Ramadhan dirangkum dari berbagai sumber.

Sahur dan Pentingnya Asupan Seimbang

Dalam buku Ilmu Gizi Teori dan Aplikasi karya Prof. Dr. Hardinsyah, dijelaskan bahwa tubuh memerlukan kombinasi karbohidrat sebagai sumber energi utama, protein untuk mempertahankan massa otot, serta serat untuk menjaga kestabilan gula darah dan rasa kenyang lebih lama. Prinsip ini relevan diterapkan saat sahur.

Sementara itu, dalam Pedoman Gizi Seimbang terbitan Kementerian Kesehatan RI, disebutkan bahwa pola makan saat puasa sebaiknya tetap memperhatikan keberagaman pangan dan kecukupan cairan agar tubuh tidak mudah lemas.

Artinya, meski tanpa kompor, sahur tetap bisa disusun dengan komposisi yang tepat.

Baca juga: Menu Diet Ramadhan: Rekomendasi Berbuka dan Sahur Sehat

1. Abon dan Nasi Hangat: Praktis, Tahan Lama

Ilustrasi abon ikan.WIKIMEDIA/MIDORI Ilustrasi abon ikan.
Abon sapi, ayam, atau ikan menjadi salah satu stok wajib anak kos. Selain awet hingga berminggu-minggu dalam wadah kedap udara, abon tidak memerlukan proses pemanasan.

Cukup siapkan nasi hangat baik dari rice cooker kecil atau nasi yang sudah ditanak sebelumnya, lalu taburkan abon di atasnya. Rasanya gurih, penyajiannya cepat, dan tetap memberi asupan protein hewani.

Untuk variasi, abon juga bisa dipadukan dengan roti tawar sebagai menu sahur alternatif saat nasi habis.

2. Sereal dan Susu UHT: Cepat dan Bernutrisi

Makan camilan tengah malam tanpa menambah berat badan.iStockphoto/Arx0nt Makan camilan tengah malam tanpa menambah berat badan.
Sereal menjadi solusi instan yang tetap memperhatikan nilai gizi. Kandungan karbohidrat kompleks dan serat membantu menjaga rasa kenyang lebih lama. Dipadukan dengan susu UHT, tubuh juga mendapatkan asupan protein dan kalsium.

Menu ini hanya membutuhkan mangkuk dan sendok. Tanpa kompor, tanpa repot. Pilih sereal rendah gula agar energi lebih stabil dan tidak cepat turun di siang hari.

3. Roti Gandum, Selai, dan Keju: Energi Instan

Sumber gandum utuh melepaskan energinya secara perlahan ke dalam aliran darah, membuat kita tetap waspada secara mental sepanjang hari. Itulah mengapa sumber gandum utuh dapat dikatakan sebagai salah satu makanan penambah daya ingat.SHUTTERSTOCK/BRENT HOFACKER Sumber gandum utuh melepaskan energinya secara perlahan ke dalam aliran darah, membuat kita tetap waspada secara mental sepanjang hari. Itulah mengapa sumber gandum utuh dapat dikatakan sebagai salah satu makanan penambah daya ingat.
Roti tawar gandum kaya serat dapat menjadi pilihan sahur praktis. Oleskan selai kacang untuk tambahan protein nabati, atau tambahkan keju sebagai sumber lemak dan protein.

Dalam buku Gizi dalam Daur Kehidupan karya Hardinsyah dan Supariasa, dijelaskan bahwa kombinasi karbohidrat dan protein pada waktu makan membantu memperlambat rasa lapar. Roti gandum dan selai kacang adalah contoh sederhana penerapan prinsip tersebut.

Menu ini mudah disimpan dan tidak memerlukan persiapan khusus, cocok bagi anak kos dengan mobilitas tinggi.

Baca juga: Ide Menu Sahur Pertama Ramadhan: Praktis, Bergizi, dan Tahan Lapar

4. Oatmeal Instan: Serat Tinggi Penahan Lapar

Ilustrasi oatmeal. Ahli gizi mengungkapkan bahwa tidak semua karbo perlu dihindari saat diet, bahkan ada jenis yang justru membantu menurunkan berat badan.Pexels Ilustrasi oatmeal. Ahli gizi mengungkapkan bahwa tidak semua karbo perlu dihindari saat diet, bahkan ada jenis yang justru membantu menurunkan berat badan.
Oatmeal instan cukup diseduh air panas atau susu hangat. Dalam hitungan menit, sahur siap disantap.

Kandungan beta-glukan dalam oat dikenal mampu membantu menjaga rasa kenyang lebih lama.

Tambahkan irisan pisang, madu, atau kismis agar cita rasa lebih variatif sekaligus menambah asupan vitamin dan mineral.

Menu ini sering direkomendasikan karena kandungan seratnya membantu menjaga kestabilan energi selama puasa.

5. Lauk Kering Tahan Lama: Kering Tempe, Teri Krispi, Kentang Mustofa

Ilustrasi kering kentang mustofa. SHUTTERSTOCK/KIM_ID Ilustrasi kering kentang mustofa.
Bagi yang tetap ingin sahur dengan nasi, lauk kering seperti kering tempe, teri krispi, atau kentang mustofa bisa menjadi pilihan. Disimpan dalam wadah kedap udara, lauk ini dapat bertahan lama tanpa perlu dipanaskan.

Rasanya gurih dan praktis. Cukup ambil secukupnya, sajikan bersama nasi hangat. Solusi ini sangat membantu ketika waktu sahur mepet.

6. Lauk Instan Kemasan: Alternatif Cepat

Ilustrasi cumi saus padang.DOK.SHUTTERSTOCK/Ika Hilal Ilustrasi cumi saus padang.
Kini banyak tersedia lauk siap santap seperti rendang kemasan, cumi balado, atau ayam rica-rica kemasan.

Produk ini umumnya sudah matang dan hanya perlu dipanaskan, bahkan ada yang bisa langsung dikonsumsi.

Meski praktis, tetap perhatikan kandungan garam dan lemak pada label kemasan. Kombinasikan dengan nasi atau roti gandum agar lebih seimbang.

Baca juga: 7 Ide Menu Sahur Paling Nikmat dan Bergizi untuk 7 Hari ke Depan, Biar Puasa Tahan Lama!

7. Telur Rebus: Siapkan Sejak Malam

Ilustrasi telur rebus. Telur rebus bermanfaat bagi kesehatanFREEPIK/TIMOLINA Ilustrasi telur rebus. Telur rebus bermanfaat bagi kesehatan
Telur rebus adalah sumber protein yang mudah dan ekonomis. Rebus beberapa butir pada malam hari, simpan di kulkas, lalu konsumsi saat sahur.

Dipadukan dengan roti atau nasi, telur membantu memenuhi kebutuhan protein tanpa harus memasak di pagi buta.

Menyiasati Sahur agar Tetap Bugar

Sahur bukan sekadar formalitas sebelum puasa. Ia menjadi fondasi energi seharian. Dalam perspektif kesehatan, pola makan sederhana namun seimbang lebih penting daripada menu mewah tetapi minim nutrisi.

Bagi anak kos, kunci utamanya ada pada perencanaan. Siapkan stok bahan tahan lama, pilih menu tinggi serat dan protein, serta jangan lupa minum air yang cukup.

Ramadhan tidak seharusnya menjadi alasan untuk melewatkan sahur. Dengan strategi yang tepat, keterbatasan dapur bukan lagi hambatan.

Karena pada akhirnya, sahur bukan soal rumit atau tidaknya memasak, melainkan tentang menjaga amanah tubuh agar tetap kuat menjalani ibadah hingga waktu berbuka tiba.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com