Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mudik Gratis 2026 Masih Dibuka, Ini Daftar dan Rutenya

Kompas.com, 25 Februari 2026, 18:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Program mudik gratis 2026 masih dibuka di sejumlah instansi dan perusahaan. Artinya, masyarakat yang belum mendapatkan tiket pulang kampung untuk Lebaran Idul fitri 1447 Hijriah masih memiliki peluang mendaftar.

Tahun ini, program bertajuk “Mudik Aman, Berbagi Harapan” kembali digelar dalam skema mudik bersama BUMN.

Informasi tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi @bumn_id pada Rabu (25/2/2026).

Koordinasi penyelenggaraan dilakukan oleh Jasa Raharja dan melibatkan 96 BUMN beserta anak usahanya.

Targetnya tidak kecil: lebih dari 100.000 pemudik akan diberangkatkan menggunakan moda transportasi darat, kereta api, hingga kapal laut.

Di luar program BUMN, sejumlah perusahaan swasta ritel juga membuka kuota mudik gratis dengan mekanisme tertentu. Berikut daftar mudik gratis 2026 yang masih buka dan bisa dimanfaatkan masyarakat.

Mudik Gratis BUMN 2026: Target 100.000 Pemudik

Program mudik gratis BUMN 2026 menjadi salah satu yang paling dinanti. Setiap tahun, antusiasme masyarakat selalu tinggi karena rute yang luas dan kuota besar.

Dalam praktiknya, mudik gratis bukan sekadar fasilitas transportasi. Ia menjadi bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) sekaligus upaya mengurangi kepadatan lalu lintas serta risiko kecelakaan saat arus mudik.

Dalam buku Manajemen Transportasi karya M. Nur Nasution dijelaskan bahwa penyediaan transportasi massal terorganisir saat periode puncak perjalanan dapat menekan potensi kecelakaan dan meningkatkan efisiensi mobilitas masyarakat. Konsep inilah yang menjadi landasan berbagai program mudik gratis di Indonesia.

Baca juga: Mudik Gratis Pemprov DKI 2026 Resmi Dibuka, Kuota Terbatas

1. Mudik Gratis BTN 2026

Pendaftaran Mudik Gratis BTN masih dibuka hingga 28 Februari 2026 atau sampai kuota terpenuhi. Keberangkatan dijadwalkan pada 17 Maret 2026.

Program ini diperuntukkan bagi nasabah aktif BTN yang memiliki akun aplikasi Bale by BTN.

Rute yang Tersedia

Terdapat enam jalur perjalanan, di antaranya:

  • Jakarta menuju Semarang, Surabaya dan sekitarnya (via Pantura)
  • Jakarta menuju Solo, Madiun, hingga Malang
  • Jakarta menuju Yogyakarta dan Purwokerto
  • Jakarta menuju Padang
  • Jakarta menuju Pekanbaru

Rute-rute tersebut mencakup Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, hingga Sumatera.

Syarat Pendaftaran

Peserta wajib menunjukkan KTP asli dan fotokopi, buku tabungan BTN, serta dokumen keluarga jika membawa anak.

Satu rekening dapat digunakan untuk maksimal empat tiket, dengan ketentuan satu tiket berlaku untuk satu orang.

2. Mudik Gratis Kimia Farma 2026

Pendaftaran dibuka hingga 27 Februari 2026 melalui aplikasi Kimia Farma Mobile pada menu “Registrasi Mudik Aman Berbagi Harapan”.

Keberangkatan dilakukan 17 Maret 2026 dari Kantor Pusat PT Kimia Farma Tbk, Jakarta Pusat.

Rute Perjalanan

Tujuan yang tersedia antara lain:

  • Jakarta – Semarang
  • Jakarta – Solo
  • Jakarta – Yogyakarta
  • Jakarta – Surabaya
  • Jakarta – Padang

Kuota hanya 240 orang dan tidak dapat dibatalkan setelah daftar ulang. Peserta yang membatalkan akan masuk daftar hitam untuk periode berikutnya.

Baca juga: Dishub Bogor Buka Mudik Gratis 2026, Ini Jadwal, Syarat, dan Rutenya

3. Mudik Gratis Pos Indonesia 2026

Pos Indonesia juga membuka program mudik gratis dengan jadwal keberangkatan 17–18 Maret 2026.

Rute Keberangkatan

  • Jakarta/ Bandung menuju Tegal, Semarang, Solo, Surabaya
  • Surabaya menuju Jakarta dan Bandung

Program ini mensyaratkan peserta memiliki identitas resmi dan merupakan pelanggan aktif PosIND, baik melalui aplikasi Pospay maupun PosAja!.

Pendaftaran dilakukan secara daring melalui tautan resmi yang disediakan Pos Indonesia.

4. Mudik Gratis Indomaret 2026

Indomaret menyediakan 8.000 kursi mudik gratis untuk pelanggan setia.

Ketentuan: 

  • Periode pendaftaran: 5 Januari – 28 Februari 2026
  • Syarat: Member PoinKu aktif
  • Minimal belanja Rp 250.000 (bus) atau Rp 500.000 (kereta)
  • Satu member maksimal empat tiket

Keberangkatan dilakukan pada 17 dan 18 Maret 2026 dari Lampung dan Jabodetabek.

5. Mudik Gratis Alfamidi 2026

Alfamidi menawarkan mudik gratis via bus maupun pesawat dengan mekanisme belanja produk sponsor.

Skema Program

  • Belanja Rp 300.000 untuk tiket bus (2 orang)
  • Belanja Rp 600.000 untuk tiket pesawat (1 orang)

Tujuan bus meliputi Yogyakarta, Solo, dan Surabaya. Sementara rute pesawat menuju Medan, Makassar, dan Palembang.

Baca juga: Mudik Gratis Jasa Marga 2026 Resmi Dibuka, Ini Rute, Syarat, dan Cara Daftarnya

Mengapa Program Mudik Gratis Penting?

Mudik adalah tradisi sosial dan budaya yang mengakar kuat di Indonesia. Dalam buku Seni & Sejarah Mudik Lebaran di Indonesia karya A. Junaedi Karso dijelaskan bahwa mudik bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi momentum memperkuat identitas keluarga dan nilai kebersamaan.

Sementara itu, dari perspektif keagamaan, mudik menjelang Idulfitri menjadi bagian dari ikhtiar menyempurnakan silaturahmi.

Dalam banyak kajian fikih sosial disebutkan bahwa menjaga hubungan keluarga merupakan amalan yang sangat dianjurkan.

Karena itu, kehadiran program mudik gratis tidak hanya berdampak ekonomi, tetapi juga sosial dan spiritual.

Tips Agar Lolos Kuota Mudik Gratis 2026

Agar peluang mendapatkan tiket lebih besar, calon pemudik sebaiknya:

  • Mendaftar lebih awal sebelum kuota penuh
  • Memastikan seluruh dokumen lengkap
  • Memenuhi seluruh syarat transaksi atau keanggotaan
  • Menghindari pembatalan sepihak

Biasanya, kuota akan habis dalam waktu singkat karena tingginya minat masyarakat.

Kesempatan Masih Terbuka

Dengan berbagai pilihan rute dan moda transportasi, program mudik gratis 2026 menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin pulang kampung dengan biaya lebih ringan dan perjalanan lebih aman.

Kuota memang terbatas, tetapi kesempatan belum tertutup. Bagi yang memenuhi syarat, segera lakukan pendaftaran sebelum batas waktu berakhir.

Mudik bukan sekadar perjalanan pulang. Ia adalah tentang kembali ke akar, menyambung silaturahmi, dan merayakan Idul fitri bersama orang-orang tercinta.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar