Editor
KOMPAS.com - Pemerintah terus memperkuat literasi keagamaan melalui standarisasi pembelajaran Al Quran.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah penyusunan metode belajar membaca Al Quran yang akan menjadi rujukan nasional.
Dilansir dari Antara, Kementerian Agama Republik Indonesia diketahui tengah menyusun Metode Belajar Membaca Al Quran Standar Indonesia.
Metode ini dirancang sebagai pedoman resmi dalam pembelajaran membaca Al Quran secara lebih sistematis dan terukur di berbagai satuan pendidikan keagamaan.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam memastikan kualitas metode pembelajaran Al Quran.
“Pembelajaran Al Quran adalah fondasi utama. Negara harus hadir memastikan metode yang digunakan masyarakat memiliki standar yang baik, mudah dipahami, dan tetap menjaga kaidah yang benar,” ujar Menag Nasaruddin Umar di Jakarta, Kamis.
Penyusunan metode tersebut dibahas dalam audiensi antara Menteri Agama dan Tim Penulis Metode Pembelajaran Al Quran di Kantor Pusat Kementerian Agama, Jakarta.
Menag menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan penyelesaian buku metode tersebut.
Ia menilai keberadaan metode standar menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan layanan pendidikan keagamaan yang berkualitas dapat diakses hingga lapisan paling dasar masyarakat.
“Karena itu kita dorong agar metode ini segera disempurnakan dan dapat diluncurkan secepat mungkin,” ujarnya.
Menag berharap proses finalisasi dapat segera dirampungkan sehingga peluncuran buku Metode Baca Al Quran Standar Indonesia dapat dilaksanakan pada 17 Ramadhan 144 H sesuai rencana.
Momentum tersebut diharapkan menjadi penguatan literasi Al Quran secara nasional.
Sementara itu, Kasubdit Pendidikan Al Quran Ditjen Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Aziz Syaifuddin, menyampaikan bahwa hingga saat ini Indonesia belum memiliki metode membaca Al Quran standar nasional yang disusun pemerintah.
Menurutnya, penyusunan buku ini menjadi langkah strategis untuk menghadirkan pedoman pembelajaran dengan karakter khas Kementerian Agama dan dapat diterapkan secara luas di masyarakat.
Metode tersebut ditargetkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran Al Quran mulai dari TPA, madrasah, hingga pesantren.
Sebelum diluncurkan, buku akan melalui tahap uji publik dengan melibatkan para pakar Al Quran guna memperoleh masukan serta penyempurnaan substansi.
“Kami ingin memastikan metode ini matang secara akademik dan praktis, sehingga benar-benar bisa meningkatkan kualitas pembelajaran Al Quran," ujarnya.
Penyusunan Metode Baca Al Quran Standar Indonesia ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam penguatan sistem pembelajaran Al Quran yang lebih terstruktur dan berkualitas di Indonesia.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.