Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Lebaran 2026 Jatuh Tanggal Berapa? Ini Jadwal Versi Muhammadiyah dan Pemerintah

Kompas.com, 28 Februari 2026, 14:58 WIB
Khairina

Editor

KOMPAS.com- Lebaran 2026 atau Idul Fitri 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada 20 atau 21 Maret 2026. Perbedaan tanggal ini muncul karena metode penetapan awal bulan Syawal yang digunakan masing-masing pihak.

Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1447 H pada Jumat, 20 Maret 2026.

Pemerintah masih menunggu hasil sidang isbat menjelang akhir Ramadhan, dengan perkiraan kuat Idul Fitri jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Kepastian resmi dari pemerintah akan diumumkan melalui sidang isbat Kementerian Agama setelah pemantauan hilal dilakukan di berbagai wilayah Indonesia.

Baca juga: Tren Baju Lebaran Keluarga 2026: Warna Sage hingga Butter Yellow

Muhammadiyah Gunakan KHGT

Muhammadiyah kini menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) sebagai dasar penetapan kalender Islam.

Sistem KHGT menyatukan kalender Hijriah secara global berbasis perhitungan astronomi dengan prinsip satu hari satu tanggal untuk seluruh dunia.

Dengan pendekatan KHGT, penetapan awal Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah dapat ditentukan jauh hari sebelumnya tanpa menunggu rukyatul hilal lokal.

Berdasarkan KHGT, 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Baca juga: Libur Lebaran Anak Sekolah 2026 Dimulai 16 Maret, Cek Detailnya

Pemerintah Tunggu Sidang Isbat

Pemerintah Indonesia menetapkan awal bulan Hijriah melalui kombinasi metode hisab dan rukyat. Sidang isbat digelar pada 29 Ramadhan untuk memverifikasi hasil perhitungan astronomi dengan pengamatan hilal di berbagai titik.

Apabila hilal memenuhi kriteria yang ditetapkan, maka 1 Syawal akan diumumkan keesokan harinya. Jika tidak memenuhi syarat, bulan Ramadhan digenapkan menjadi 30 hari.

Perbedaan pendekatan inilah yang berpotensi membuat Lebaran 2026 jatuh pada 20 atau 21 Maret.

Jadwal Libur Nasional dan Cuti Bersama Lebaran 2026

Rangkaian libur Idul Fitri 2026 diperkirakan berlangsung pada pekan ketiga Maret. Jika Idul Fitri jatuh pada 21 Maret 2026, maka jadwalnya berpotensi sebagai berikut:

Jumat, 20 Maret 2026: Cuti bersama

Sabtu, 21 Maret 2026: Libur nasional Idul Fitri

Minggu, 22 Maret 2026: Libur nasional

Senin, 23 Maret 2026: Cuti bersama

Selasa, 24 Maret 2026: Cuti bersama

Susunan ini berpotensi menciptakan libur panjang selama lima hari berturut-turut.

Baca juga: Kemenag Targetkan Rp 4,5 Triliun BOP RA dan BOS Madrasah Cair Sebelum Lebaran 2026

Panduan Cuti Lebaran 2026

ASN mengikuti ketentuan cuti bersama yang ditetapkan pemerintah dan tidak mengurangi jatah cuti tahunan karena telah diatur melalui keputusan resmi.

Pegawai swasta mengikuti kebijakan internal perusahaan. Cuti bersama umumnya mengurangi jatah cuti tahunan kecuali ada kebijakan khusus dari perusahaan.

Karyawan yang ingin memperpanjang masa libur disarankan mengajukan cuti tahunan tambahan sejak awal tahun agar perencanaan mudik dan perjalanan lebih aman.

Perencanaan cuti dan perjalanan sebaiknya dilakukan lebih awal karena lonjakan permintaan tiket biasanya terjadi beberapa minggu sebelum Lebaran.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar