Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bangkitkan Nostalgia Cinta Rasul, Haddad Alwi Gelar AJTR Vol 2

Kompas.com, 1 Maret 2026, 04:58 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Suasana hangat dan penuh haru menyelimuti M Bloc, Jakarta Selatan, pada Sabtu (28/2/2026) malam.

Haddad Alwi kembali menyapa para penggemarnya lewat konser bertajuk A Journey To Remember (AJTR) Volume 2, sebuah perjalanan musikal yang mengajak penonton pulang pada keteduhan, kenangan masa kecil, serta pesan spiritual yang menenangkan.

Mengusung konsep “Reconnecting Hearts Through Music, Memory, and Peace”, konser ini menjadi ruang refleksi di tengah kehidupan yang kian cepat dan bising.

Lebih dari dua dekade, suara lembut Haddad Alwi telah menjadi bagian dari memori spiritual banyak keluarga Indonesia, terutama lewat proyek legendarisnya, Cinta Rasul.

Malam itu, konser dibuka dengan penampilan Ali Lesmana yang membawakan lagu “Penjaga Hati” milik Nadhif Basalamah.

Baca juga: Santri Tak Hanya Ngaji, Kemenag Dorong Kuasai Ilmu Negara di “San Trend Ramadhan”

Suasana langsung terasa intim dan syahdu. Lagu kedua yang bertema Lebaran menghadirkan nuansa rindu kampung halaman dan kebersamaan keluarga, seolah menjadi pengantar menuju bulan suci Ramadan.

Panggung kemudian diambil alih oleh Pusakata yang membawakan lagu “Pejamkan Matamu”. Aransemen lembut berpadu dengan permainan suling yang magis membuat penonton terdiam, larut dalam alunan nada yang kontemplatif. 

Penampilan berikutnya datang dari Daniela Riyadi yang menyanyikan “Sangkakala Kalbu”. Vokalnya yang kuat namun tetap emosional menambah lapisan rasa pada perjalanan musikal malam itu.

Memasuki puncak acara, Haddad Alwi tampil membawakan sholawat “Maula Ya Sholli Wa Sallim”.

Ribuan penonton berdiri, bersholawat bersama, menciptakan momen kolektif yang penuh kekhusyukan. Tidak sedikit yang terlihat meneteskan air mata.

Ia juga memperkenalkan lagu barunya bersama Novil Alya berjudul “Geguritan”, yang menghadirkan sentuhan puitik dan reflektif.

Lagu tersebut menjadi warna baru dalam perjalanan kariernya, namun tetap mempertahankan karakter spiritual yang lembut.

Baca juga: Khutbah Jumat 27 Februari Ramadhan: Dari Keluarga hingga Pemimpin, Inilah Fondasi Masyarakat Madani

Konser semakin hangat ketika lagu-lagu populer mulai dinyanyikan. Salah satu yang paling dinanti adalah “Rindu Muhammadku”.

Saat intro lagu terdengar, seluruh penonton serempak ikut bernyanyi. Nostalgia masa kecil terasa begitu kuat, mengingatkan banyak orang pada momen belajar sholawat bersama keluarga.

Di antara penonton, Alviana (24) mengaku konser ini menjadi pengalaman emosional yang sulit dilupakan.

“Rasanya kaya dipeluk kenangan masa kecil. Tadi pas ‘Rindu Muhammadku’ dinyanyikan, saya benar-benar terharu,” ujar Alviana.

Ia datang karena ingin kembali merasakan ketenangan yang dulu sering ia dengarkan dari kaset-kaset lama di rumah orang tuanya.

Baginya, momen paling berkesan adalah ketika seluruh penonton bersholawat bersama tanpa sekat.

Hal senada disampaikan Shihab, penonton lain yang datang bersama teman-temannya. Ia merasa konser tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan ruang refleksi diri. 

“Jujur, saya datang karena ingin merasakan langsung suasana sholawat berjamaah seperti ini. Ternyata rasanya jauh lebih menyentuh dibanding hanya mendengarkan lewat rekaman,” tutur Shihab.

Baca juga: Kemenag Susun Metode Belajar Baca Al Quran Berstandar Nasional, Target Diluncurkan di Pertengahan Ramadhan

Bagi Shihab, momen paling berkesan adalah saat seluruh penonton berdiri dan melantunkan sholawat bersama dalam satu irama.

Setelah merasakan “healing” dari konser tersebut, ia berharap Ramadan kali ini bisa menjadi momentum memperbaiki diri.

“Semoga setelah malam ini, saya bisa lebih konsisten ibadah dan lebih tenang menjalani Ramadan tahun 2026 ini,” harapnya.

Sepanjang konser, penonton terlihat menikmati setiap lagu. Banyak yang ikut bernyanyi, bersholawat, bahkan merekam momen untuk dibagikan di media sosial.

Konser ini bukan hanya menjadi pertunjukan musik, tetapi ruang pulang bagi generasi 90-an hingga Gen Z yang mencari kedamaian batin.

Di tengah hiruk-pikuk ibu kota, malam itu M Bloc berubah menjadi tempat di mana musik, doa, dan kenangan bertemu.

AJTR Volume 2 membuktikan bahwa karya-karya Haddad Alwi tetap relevan lintas generasi—menjadi pengingat bahwa di balik segala kegelisahan, selalu ada jalan menuju ketenangan hati.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kemenag Gelar Festival Literasi Islam, Ada Pameran Percetakan Al-Qur'an
Kemenag Gelar Festival Literasi Islam, Ada Pameran Percetakan Al-Qur'an
Aktual
Wasekjen PBNU Soroti Arogansi Hotman Paris, Tak Layak Jadi Teladan Generasi Muda
Wasekjen PBNU Soroti Arogansi Hotman Paris, Tak Layak Jadi Teladan Generasi Muda
Aktual
Kemenag: Tunjangan Guru dan Dosen Cair Minggu Depan
Kemenag: Tunjangan Guru dan Dosen Cair Minggu Depan
Aktual
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Berapa Jumlah Rakaat Shalat Taubat? Ini Penjelasan dan Dalilnya
Aktual
Bolehkah Mengulang Shalat Taubat dalam Sehari? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Bolehkah Mengulang Shalat Taubat dalam Sehari? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Aktual
Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ dalam Kurikulum, Tindak Lanjuti Perpres Nomor 111 Tahun 2025
Kemenag Siapkan Materi Pencegahan LGBTQ dalam Kurikulum, Tindak Lanjuti Perpres Nomor 111 Tahun 2025
Aktual
Anggaran Tambahan Sudah Masuk, Kemenag Cairkan Tunjangan Profesi Guru-Dosen Minggu Depan
Anggaran Tambahan Sudah Masuk, Kemenag Cairkan Tunjangan Profesi Guru-Dosen Minggu Depan
Aktual
7 Adab Imam Shalat Berjamaah Menurut Imam Al-Ghazali Agar Ibadah Lebih Sempurna
7 Adab Imam Shalat Berjamaah Menurut Imam Al-Ghazali Agar Ibadah Lebih Sempurna
Aktual
Tokoh NU Banten Dorong PBNU Kembali ke Khittah, Sebut Pengurus Harus Jadi 'Pelayan Ulama'
Tokoh NU Banten Dorong PBNU Kembali ke Khittah, Sebut Pengurus Harus Jadi "Pelayan Ulama"
Aktual
Kapan Shalat Taubat Dilakukan? Simak Penjelasan Waktu Terbaik dan Harus Dihindari
Kapan Shalat Taubat Dilakukan? Simak Penjelasan Waktu Terbaik dan Harus Dihindari
Aktual
Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag 2025 Cair Minggu Depan
Tunjangan Profesi Guru dan Dosen Kemenag 2025 Cair Minggu Depan
Aktual
Ponpes Bahrul Ulum Tegaskan Netral Jelang Muktamar NU 2026, Fokus Layani Muktamirin
Ponpes Bahrul Ulum Tegaskan Netral Jelang Muktamar NU 2026, Fokus Layani Muktamirin
Aktual
3 Syarat Agar Taubat Diterima Allah Menurut Penjelasan Ulama
3 Syarat Agar Taubat Diterima Allah Menurut Penjelasan Ulama
Aktual
Tata Cara Shalat Taubat Lengkap dengan Niat dan Doa
Tata Cara Shalat Taubat Lengkap dengan Niat dan Doa
Doa dan Niat
Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, ASN Diminta Segera Bangun Komunikasi
Kemenhaj Umumkan Daftar Jemaah Haji 2027, ASN Diminta Segera Bangun Komunikasi
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar