Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

MUI: Zakat Bisa Jadi Instrumen Pengurangan Pajak, Perlu Regulasi Jelas

Kompas.com, 4 Maret 2026, 11:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) kembali menyoroti potensi zakat yang belum dimanfaatkan secara maksimal dalam sistem perpajakan nasional.

Menurut organisasi ulama ini, zakat bukan hanya instrumen sosial keagamaan, tetapi juga bisa dimanfaatkan sebagai pengurang kewajiban pajak jika diatur secara reguler dalam hukum negara.

Wakil Ketua Umum MUI, Cholil Nafis, menyampaikan pentingnya adanya regulasi yang tegas untuk menjadikan zakat sebagai instrumen pengurang pajak agar potensi ini dapat dioptimalkan, terutama oleh kalangan perusahaan.

Ia mencontohkan bahwa di beberapa negara seperti Australia, filantropi seperti zakat atau donasi dapat digunakan sebagai pengurang pajak, sebuah mekanisme yang bisa memberi insentif bagi pembayar zakat sekaligus menguatkan kepatuhan fiskal masyarakat Muslim.

“MUI menyarankan adanya kebijakan yang mengatur secara eksplisit mengenai penasehat syariah di Baznas untuk memastikan kepatuhan syariah, termasuk dalam distribusi zakat,” kata Cholil Nafis dalam acara Penguatan Sistem Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (Ziswaf) di Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2026).

Baca juga: MUI Kutuk Serangan Israel-AS ke Iran, Jangan Sentuh Dua Kota Suci

Zakat dan Pajak: Belum Optimal Dimanfaatkan

Kebijakan pajak di Indonesia saat ini sudah memberi ruang bagi zakat sebagai pengurang penghasilan kena pajak (tax deduction), tetapi pemanfaatannya dinilai masih rendah.

Secara aturan, zakat yang dibayarkan kepada lembaga amil zakat resmi seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) atau lembaga zakat yang diakui pemerintah dapat mengurangi dasar pengenaan pajak, sehingga jumlah pajak terutang menjadi lebih kecil.

Namun, menurut laporan MUI, fasilitas ini belum dimanfaatkan optimal, terutama di kalangan perusahaan.

Rendahnya literasi zakat, masih sedikitnya perusahaan yang menerapkan pembayaran zakat sebelum menghitung kewajiban pajak, serta kurangnya sosialisasi tentang aturan ini menjadi penghambat sinergi antara kewajiban agama dan kewajiban kenegaraan.

Ketua MUI Bidang Filantropi, Noor Achmad, menyatakan bahwa potensi zakat nasional sangat besar tetapi masih belum optimal dalam penyerapannya.

Ia mengimbau agar perusahaan lebih aktif menunaikan zakatnya dengan tujuan tidak hanya memenuhi kewajiban agama, tetapi juga dapat mengurangi beban pajak secara sah sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca juga: MUI Masih Kaji Nisab Zakat 2026 Berbasis Emas 14 Karat Versi Baznas

Regulasi yang Lebih Tegas Dinilai Perlu

MUI mendorong pemerintah dan parlemen untuk mengkaji ulang regulasi terkait zakat dalam konteks sistem perpajakan.

Usulan ini bertujuan memperkuat payung hukum sehingga zakat tidak hanya menjadi pengurang objek pajak, tetapi juga diintegrasikan secara jelas dalam undang-undang.

Pendekatan semacam ini dipercaya bisa meningkatkan kedisiplinan wajib zakat, memperbaiki administrasi perpajakan, dan meningkatkan kontribusi zakat yang disalurkan melalui lembaga resmi.

Selain itu, pembentukan penasehat syariah di Baznas dinilai krusial untuk meminimalkan kontroversi dan memastikan distribusi zakat sesuai kaidah syariat serta tepat sasaran.

Baca juga: MUI Dukung Prabowo Jadi Juru Damai, Tapi Tetap Pertimbangkan Bangsa

Sinergi Zakat dan Fiskal untuk Keadilan Sosial

Dorongan MUI ini muncul di tengah diskusi yang lebih luas soal harmonisasi antara kewajiban keagamaan dan kewajiban kenegaraan.

Jika diimplementasikan dengan baik, aturan yang memadukan zakat sebagai instrumen pengurang pajak dapat:

  • Meringankan beban pajak individu maupun badan usaha yang wajib zakat;
  • Mendorong peningkatan pengumpulan zakat melalui lembaga resmi;
  • Menguatkan peran zakat dalam pengentasan kemiskinan dan pembangunan sosial-ekonomi.

Namun, tantangan masih ada di aspek implementasi dan pemahaman aturan oleh masyarakat luas.

Untuk itu, selain perubahan regulasi, MUI juga menekankan pentingnya edukasi dan sosialisasi agar fasilitas ini benar-benar berdampak positif bagi umat dan negara.

Dengan regulasi yang lebih jelas dan literasi yang meningkat, zakat tidak hanya menjadi kewajiban spiritual umat Muslim, tetapi juga sumber daya penting dalam kebijakan fiskal yang adil dan inklusif.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar