Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Daftar Kontak Darurat KBRI dan KJRI untuk WNI di Timur Tengah

Kompas.com, 5 Maret 2026, 09:51 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Kompas.tv

KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia menyiapkan jalur komunikasi darurat bagi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di kawasan Timur Tengah.

Langkah ini dilakukan setelah meningkatnya eskalasi konflik menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada Sabtu (28/2/2026).

Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memastikan perlindungan terhadap WNI menjadi prioritas utama.

Karena itu, sejumlah perwakilan RI di kawasan Timur Tengah membuka layanan hotline darurat yang dapat dihubungi kapan saja.

Upaya ini dilakukan untuk memastikan komunikasi tetap terjaga antara WNI dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) maupun Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di negara setempat.

Baca juga: Jemaah Umrah Terdampak Konflik Timur Tengah, Pemerintah Siapkan 10 Langkah Perlindungan

Daftar Kontak Darurat KBRI dan KJRI

Untuk mengantisipasi perkembangan situasi, perwakilan RI di berbagai negara Timur Tengah membuka layanan hotline darurat bagi WNI.

Berikut daftar nomor kontak darurat yang dapat dihubungi:

Irak – KBRI Baghdad 

  • +964 7769 8420 20

Suriah – KBRI Damaskus

  • +963 9544 44810

Lebanon – KBRI Beirut

  • +961 7081 7310

Yordania – KBRI Amman

  • +962 7791 50407

Iran – KBRI Tehran

  • +98 9914 6688 45
  • +98 9024 6688 89

Kuwait – KBRI Kuwait City

  • +965 9720 6060
  • +965 9780 9760

Uni Emirat Arab

  • KBRI Abu Dhabi: +971 56615 6259
  • KJRI Dubai: +971 56417 0333
  • KJRI Dubai: +971 56332 2611

Arab Saudi

  • KBRI Riyadh: +966 56917 3990
  • KJRI Jeddah: +966 50360 9667

Bahrain – KBRI Manama

  • +973 3879 1650

Qatar – KBRI Doha

  • +974 3332 2875

Hotline tersebut dapat dihubungi sewaktu-waktu apabila WNI menghadapi situasi darurat.

Sebaran WNI di Negara Timur Tengah

Berdasarkan data Kementerian Luar Negeri per Juni 2025, jumlah warga negara Indonesia yang berada di kawasan Timur Tengah mencapai ratusan ribu orang dan tersebar di berbagai negara.

Berikut perkiraan jumlah WNI di beberapa negara Timur Tengah:

  • Arab Saudi: 88.657 orang
  • Uni Emirat Arab: 37.304 orang
  • Qatar: 8.416 orang
  • Bahrain: 6.565 orang
  • Iran: 3.916 orang
  • Yordania: 1.231 orang
  • Lebanon: 845 orang
  • Suriah: 765 orang
  • Irak: 521 orang
  • Kuwait: 441 orang

Data tersebut menjadi dasar bagi pemerintah untuk memperkuat koordinasi perlindungan WNI, terutama di negara-negara yang berpotensi terdampak konflik secara langsung maupun tidak langsung.

Imbauan Kemlu untuk WNI di Timur Tengah

Kementerian Luar Negeri juga menyampaikan sejumlah langkah yang perlu diperhatikan oleh WNI yang berada di kawasan Timur Tengah agar tetap aman di tengah situasi yang berkembang.

WNI diminta tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti arahan dari otoritas setempat. Selain itu, warga juga diminta menjaga komunikasi secara rutin dengan perwakilan RI di negara masing-masing.

Kemlu juga mengimbau WNI untuk melaporkan diri melalui laman resmi Kemlu di kemlu.go.id serta menyimpan dokumen penting seperti paspor agar mudah diakses saat kondisi darurat.

Selain itu, masyarakat Indonesia yang berencana melakukan perjalanan melalui atau transit di kawasan Timur Tengah diminta mempertimbangkan kembali rencana perjalanannya.

“Kemlu mengimbau masyarakat Indonesia yang berencana melakukan perjalanan melalui atau transit di kawasan tersebut agar mempertimbangkan dan menunda perjalanan," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Yvonne Mewengkang seperti dikutip Antara, Rabu (4/3/2026).

Pemerintah memastikan pemantauan situasi terus dilakukan secara intensif. Koordinasi dengan perwakilan RI di berbagai negara juga diperkuat guna memastikan keselamatan WNI tetap menjadi prioritas.

WNI yang berada di wilayah terdampak diharapkan proaktif berkomunikasi dengan KBRI atau KJRI setempat serta tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar