Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tren Gamis Couple Ibu dan Anak Lebaran 2026: Anggun, Serasi & Elegan

Kompas.com, 6 Maret 2026, 13:30 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Lebaran selalu menghadirkan suasana yang berbeda di tengah keluarga. Selain menjadi momentum spiritual setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh di bulan Ramadan, Hari Raya juga identik dengan tradisi berkumpul, bersilaturahmi, serta mengenakan busana terbaik saat merayakan Idul Fitri.

Di Indonesia, salah satu tren yang semakin populer dalam beberapa tahun terakhir adalah mengenakan busana serasi atau gamis couple antara ibu dan anak.

Selain memperkuat kesan kompak dalam keluarga, busana senada juga menciptakan tampilan yang elegan ketika bersilaturahmi, berfoto keluarga, hingga menghadiri acara halal bihalal.

Baca juga: 7 Model Set Tunik Lebaran 2026: Minimalis, Elegan & Nyaman Seharian

Memasuki Lebaran 2026, tren fesyen muslim diperkirakan mengarah pada desain yang lebih sederhana, elegan, dan nyaman dikenakan sepanjang hari.

Potongan yang longgar, bahan ringan, serta warna yang lembut menjadi karakter utama yang banyak dipilih.

Lalu, seperti apa model gamis couple ibu dan anak yang diprediksi menjadi tren pada Lebaran tahun ini?

Busana Lebaran sebagai Tradisi Sosial

Di banyak daerah di Indonesia, mengenakan pakaian baru saat Lebaran sudah menjadi bagian dari tradisi yang mengakar kuat.

Tidak sekadar soal penampilan, busana Lebaran sering dipandang sebagai simbol kegembiraan setelah menjalani ibadah puasa.

Dalam buku Tradisi Lebaran di Nusantara karya Haidar Bagir dijelaskan bahwa perayaan Idul Fitri di Indonesia bukan hanya peristiwa keagamaan, tetapi juga fenomena sosial yang sarat makna kebersamaan.

Tradisi mengenakan pakaian terbaik menjadi simbol kebahagiaan sekaligus penghormatan terhadap momen suci tersebut.

Hal serupa juga dijelaskan oleh Azyumardi Azra dalam bukunya Islam Nusantara. Ia menyebutkan bahwa praktik budaya seperti busana Lebaran menunjukkan bagaimana nilai-nilai Islam berinteraksi dengan tradisi lokal masyarakat Indonesia.

Karena itu, tidak mengherankan jika tren busana muslim terus berkembang setiap tahun, termasuk model gamis couple ibu dan anak yang semakin diminati.

Baca juga: Tren Lebaran 2026: Baju Kurung Melayu dan Inspirasi Padu Padan Hijab yang Elegan

Tren Gamis Couple Ibu dan Anak Lebaran 2026

Tahun ini, tren busana muslim lebih menekankan pada kenyamanan, kesederhanaan, dan siluet yang elegan.

Desain yang terlalu ramai mulai ditinggalkan dan digantikan dengan model yang lebih minimalis namun tetap anggun.

Berikut beberapa model gamis couple ibu dan anak yang diprediksi menjadi favorit saat Lebaran 2026.

1. Gamis Flowy A-Line yang Anggun dan Nyaman

Gamis Flowy A-Line yang Anggun dan NyamanAI Gamis Flowy A-Line yang Anggun dan Nyaman
Model gamis dengan potongan A-line atau flowy menjadi salah satu yang paling banyak diminati.

Potongan ini memiliki siluet yang melebar ke bawah sehingga memberi ruang gerak yang lebih luas. Selain nyaman dipakai sepanjang hari, model ini juga memberikan kesan anggun dan feminin.

Gamis jenis ini biasanya menggunakan bahan yang ringan seperti:

  • linen blend
  • katun premium
  • rayon airflow

Material tersebut dikenal adem dan cocok untuk iklim tropis seperti Indonesia.

Detail lipit lembut pada bagian rok atau lengan juga sering ditambahkan untuk memberi sentuhan elegan tanpa membuat desain terlihat berlebihan.

2. Gamis Kombinasi Warna Pastel Lembut

Gamis Kombinasi Warna Pastel LembutAI Gamis Kombinasi Warna Pastel Lembut
Warna pastel tetap menjadi tren busana muslim, namun untuk Lebaran 2026 diperkirakan bergeser ke tone yang lebih lembut dan muted.

Beberapa warna yang diprediksi populer antara lain:

  • sage green
  • dusty pink
  • powder blue
  • cream latte
  • soft lilac

Perpaduan dua warna dalam satu gamis juga mulai banyak digunakan untuk menciptakan tampilan yang lebih dinamis.

Bahan seperti crinkle airflow premium, ceruty, dan crinkle sering dipilih karena ringan, jatuh dengan indah, dan tidak mudah kusut.

3. Gamis Brokat Tipis yang Elegan

Brokat masih menjadi pilihan populer untuk momen spesial seperti Lebaran.

Namun berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tren brokat kini lebih mengarah pada tekstur yang ringan dan tidak terlalu padat.

Brokat tipis biasanya dipadukan dengan bahan seperti:

  • satin matte
  • sifon
  • ceruty

Kombinasi tersebut menghasilkan tampilan mewah namun tetap nyaman dipakai. Model ini cocok bagi ibu dan anak yang ingin tampil lebih formal saat bersilaturahmi atau menghadiri acara keluarga besar.

Baca juga: 7 Model Baju Kurung Lebaran 2026: Satin, Cape hingga Floral Modern

4. Gamis Motif Floral dan Batik Modern

Gamis Motif Floral dan Batik ModernAI Gamis Motif Floral dan Batik Modern
Selain model polos, gamis bermotif juga diperkirakan banyak dipilih pada Lebaran 2026.

Motif floral memberikan kesan segar dan feminin, sedangkan motif batik modern menghadirkan sentuhan budaya yang khas Indonesia.

Batik kontemporer dengan motif yang lebih sederhana menjadi pilihan yang menarik karena tetap elegan namun tidak terlihat terlalu ramai.

Penggunaan bahan katun atau linen juga membuat gamis motif ini tetap nyaman dipakai sepanjang hari.

5. Gamis dengan Detail Ruffle atau Layer

Gamis dengan Detail Ruffle atau LayerAI Gamis dengan Detail Ruffle atau Layer
Untuk tampilan yang lebih manis, gamis dengan aksen ruffle atau layer ringan menjadi pilihan menarik, terutama untuk anak-anak.

Detail ini biasanya ditempatkan pada:

  • bagian lengan
  • rok
  • kerah

Jika dibuat dengan proporsi yang tepat, ruffle mampu memberikan kesan feminin tanpa terlihat berlebihan.

Bahan seperti ceruty atau crinkle airflow sangat cocok digunakan karena jatuh dengan lembut.

6. Gamis Syar’i dengan Siluet Longgar

Gamis Syar?i dengan Siluet LonggarAI Gamis Syar?i dengan Siluet Longgar
Model gamis syar’i tetap menjadi favorit karena memberikan kesan anggun sekaligus memenuhi prinsip kesopanan dalam berpakaian.

Tren tahun ini menunjukkan siluet yang lebih longgar seperti:

  • abaya oversized
  • maxi dress ringan
  • gamis dengan rok lebar

Bahan seperti crepe, ceruty, dan crinkle airflow banyak dipilih karena ringan dan nyaman dipakai dalam waktu lama.

Dalam buku Fashion Muslimah Modern karya Dian Pelangi dijelaskan bahwa tren busana muslim saat ini tidak hanya mempertimbangkan estetika, tetapi juga kenyamanan serta nilai kesopanan dalam berpakaian.

Baca juga: Baju Lebaran Keluarga 2026: 6 Model Sarimbit dari Floral hingga Etnik

Busana Serasi yang Menguatkan Kebersamaan

Tren gamis couple ibu dan anak bukan sekadar mengikuti mode. Lebih dari itu, busana serasi sering dimaknai sebagai simbol kedekatan emosional dalam keluarga.

Saat Hari Raya tiba, banyak keluarga memanfaatkan momen tersebut untuk berfoto bersama, berkunjung ke rumah kerabat, hingga menghadiri acara halalbihalal.

Karena itu, memilih busana yang nyaman sekaligus elegan menjadi penting agar seluruh anggota keluarga dapat menikmati momen Lebaran dengan lebih menyenangkan.

Lebaran sendiri bukan hanya perayaan kemenangan setelah menjalani puasa di bulan Ramadan, tetapi juga waktu untuk mempererat hubungan keluarga dan masyarakat melalui silaturahmi.

Dengan memilih gamis couple yang serasi, ibu dan anak tidak hanya tampil kompak, tetapi juga ikut merayakan kehangatan tradisi Idul Fitri yang selalu dinanti setiap tahun.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com