KOMPAS.com - Lebaran selalu identik dengan momen untuk tampil rapi dan istimewa. Namun tren busana muslimah untuk Idul Fitri 2026 menunjukkan perubahan menarik, kemewahan tidak lagi ditampilkan melalui ornamen berlebihan, melainkan lewat kesederhanaan yang elegan.
Gaya ini dikenal dengan istilah old money style, sebuah konsep fashion yang menekankan kualitas, potongan klasik, dan warna yang tenang.
Di tengah berkembangnya tren busana muslim modern, pendekatan ini semakin diminati karena menghadirkan kesan eksklusif namun tetap bersahaja.
Banyak desainer muslimah menilai bahwa gaya ini cocok diterapkan pada gamis Lebaran karena mampu memadukan nilai kesopanan, estetika klasik, serta kenyamanan saat bersilaturahmi.
Konsep old money sendiri sebenarnya bukan tren baru. Gaya ini terinspirasi dari cara berpakaian kalangan aristokrat Eropa dan keluarga kaya lama yang menonjolkan kemewahan melalui kualitas material dan potongan pakaian, bukan melalui logo atau dekorasi mencolok.
Dalam dunia mode, pendekatan tersebut sering disebut sebagai understated luxury kemewahan yang hadir secara halus.
Dalam buku Deluxe: How Luxury Lost Its Luster karya Dana Thomas, dijelaskan bahwa esensi kemewahan klasik justru terletak pada kesederhanaan desain, kualitas bahan, serta ketahanan pakaian yang bisa dipakai dalam jangka panjang.
Prinsip inilah yang kemudian banyak diadaptasi dalam tren busana muslim modern, termasuk untuk koleksi Lebaran.
Lalu seperti apa model baju Lebaran yang menghadirkan kesan mahal dan elegan ala old money? Berikut beberapa inspirasi yang diprediksi akan populer pada 2026.
Baca juga: Tren Lebaran 2026: Baju Kurung Melayu dan Inspirasi Padu Padan Hijab yang Elegan
Model gamis dengan siluet A-line tetap menjadi favorit karena mampu menciptakan tampilan anggun tanpa terlihat berlebihan.
Potongan yang melebar secara lembut dari bagian dada atau pinggang ke bawah memberikan kesan flowy dan elegan saat dikenakan.
Dalam tren Lebaran 2026, gamis A-line banyak menggunakan bahan premium seperti silk satin, Armani silk, atau katun sutra.
Material tersebut tidak hanya terasa nyaman, tetapi juga memberikan kilau lembut yang menciptakan kesan mahal secara alami.
Detailnya biasanya minimal—hanya lipatan halus, jahitan rapi, atau kerah sederhana—namun justru di situlah letak keanggunannya.
Gamis Layering dengan Rompi Panjang
Saat rompi dikenakan, tampilannya terlihat lebih formal dan elegan. Namun ketika dilepas, gamis tetap terlihat simpel dan nyaman dipakai untuk aktivitas santai.
Pendekatan ini sejalan dengan konsep old money yang menekankan fungsionalitas serta kualitas desain.
Gamis dengan Lengan StatementSalah satu contohnya adalah lengan statement seperti bishop sleeve, puff sleeve, atau bell sleeve.
Lengan yang sedikit dramatis dapat memberikan karakter pada busana tanpa membuatnya terlihat ramai.
Ketika dipadukan dengan bahan seperti crepe premium atau silk satin, gerakan kain terlihat lebih lembut dan anggun.
Model ini cocok bagi perempuan yang ingin tampil berbeda namun tetap mempertahankan kesan klasik.
Baca juga: 7 Model Baju Kurung Lebaran 2026: Satin, Cape hingga Floral Modern
Gamis Bertekstur Halus Tanpa Motif RamaiBeberapa material yang populer antara lain jacquard, emboss fabric, atau waffle texture. Tekstur tersebut memberikan dimensi visual yang menarik tanpa perlu motif mencolok.
Menurut buku The End of Fashion karya Teri Agins, pakaian berkualitas tinggi biasanya mengandalkan struktur dan bahan daripada dekorasi yang berlebihan. Prinsip ini juga tercermin dalam tren busana muslim minimalis saat ini.
Maxi Dress Minimalis dengan Potongan LurusModel ini hampir tanpa dekorasi, hanya menampilkan garis desain yang bersih dan proporsional.
Biasanya aksen kecil ditambahkan pada bagian kerah, manset, atau lipatan halus agar tetap terlihat menarik.
Potongan lurus ini juga mudah dipadukan dengan outer atau hijab berbagai warna, sehingga menciptakan tampilan Lebaran yang anggun namun tidak berlebihan.
Baca juga: Baju Lebaran Keluarga 2026: 6 Model Sarimbit dari Floral hingga Etnik
Selain tampil elegan, gaya ini sebenarnya selaras dengan nilai kesederhanaan yang sering ditekankan dalam ajaran Islam.
Dalam konteks berpakaian, keindahan tidak harus ditunjukkan melalui kemewahan yang mencolok, tetapi melalui kerapian dan kualitas.
Dalam buku Islamic Fashion and Anti-Fashion karya Emma Tarlo, dijelaskan bahwa perkembangan busana muslim modern sering mencoba menyeimbangkan antara estetika, kesopanan, dan identitas budaya.
Oleh karena itu, tren minimalis yang elegan dianggap lebih mudah diterima oleh banyak kalangan.
Tidak heran jika menjelang Lebaran 2026, gaya old money diprediksi semakin populer di kalangan muslimah.
Konsepnya yang sederhana, klasik, dan elegan membuat busana tetap terlihat mahal tanpa harus tampil berlebihan.
Bagi banyak perempuan, pilihan busana seperti ini bukan hanya soal mengikuti tren. Lebih dari itu, gaya tersebut menghadirkan kesan percaya diri yang tenang, persis seperti makna kemewahan yang sesungguhnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang