Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

2.280 Ton Beras RI Diekspor ke Saudi untuk Konsumsi Jemaah Haji 2026

Kompas.com, 6 Maret 2026, 15:30 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Pemerintah Indonesia menyiapkan langkah baru dalam penyediaan kebutuhan pangan bagi jemaah haji tahun ini.

Sebanyak 2.280 ton beras produksi dalam negeri akan dikirim ke Arab Saudi untuk memenuhi konsumsi jemaah pada penyelenggaraan Ibadah Haji 2026.

Pengiriman beras tersebut menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya beras Indonesia digunakan secara langsung sebagai bahan konsumsi bagi jemaah di Tanah Suci.

Selama ini, kebutuhan pangan haji lebih banyak dipasok dari pasar internasional di kawasan Timur Tengah.

Kebijakan ini merupakan hasil koordinasi lintas kementerian yang diputuskan melalui rapat terbatas di lingkungan pemerintah.

Implementasi teknisnya dilaksanakan oleh Perum Bulog dengan dukungan sejumlah lembaga terkait di sektor pangan dan penyelenggaraan haji.

Langkah tersebut juga dinilai sebagai bagian dari upaya memperkuat pemanfaatan produk nasional dalam layanan haji bagi jemaah Indonesia.

Langkah Strategis untuk Kemandirian Pangan Haji

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah pada Kementerian Haji dan Umrah Indonesia, Jaenal Effendi, menyebut pengiriman beras ini sebagai momentum penting bagi industri pangan nasional.

Ia mengatakan bahwa selama bertahun-tahun pemerintah berupaya agar produk pangan Indonesia dapat masuk dalam rantai pasok konsumsi jemaah haji di Arab Saudi.

Menurutnya, langkah ini menjadi awal yang membuka peluang lebih luas bagi komoditas pangan nasional untuk memasuki pasar luar negeri.

“Ini menjadi pecah telur setelah bertahun-tahun penantian agar beras Indonesia dapat digunakan untuk konsumsi jemaah haji di Arab Saudi,” ujar Jaenal Effendi, dikutip dari laman Kemenhaj, Jumat (6/3/2026).

Jika berjalan lancar, skema ini berpotensi menjadi model baru penyediaan logistik haji yang lebih mandiri sekaligus memperkuat sektor pertanian nasional.

Baca juga: 6.047 Jemaah Umrah Pulang ke Tanah Air, Kemenhaj Pastikan Pelindungan Maksimal

Disesuaikan dengan Jumlah Jemaah Haji Indonesia

Volume ekspor beras sebesar 2.280 ton tersebut disesuaikan dengan jumlah jemaah Indonesia pada musim haji tahun ini.

Berdasarkan data pemerintah, kuota jemaah Indonesia pada penyelenggaraan haji 2026 diperkirakan mencapai sekitar 205.420 orang, termasuk jemaah reguler, petugas haji, serta petugas pendamping.

Indonesia sendiri merupakan negara dengan jumlah jemaah haji terbesar di dunia. Setiap tahun ratusan ribu umat Muslim Indonesia berangkat ke Tanah Suci untuk melaksanakan rukun Islam kelima tersebut.

Dalam buku Hajj: Journey to the Heart of Islam karya Michael Wolfe dijelaskan bahwa logistik pangan menjadi salah satu elemen penting dalam penyelenggaraan ibadah haji modern.

Jumlah jemaah yang sangat besar menuntut sistem distribusi makanan yang efisien, aman, dan terjamin kualitasnya.

Karena itu, pengiriman beras dari negara asal jemaah dinilai dapat membantu menjaga preferensi rasa sekaligus memastikan kualitas pangan yang dikonsumsi.

Beras Premium dari Panen Baru

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa beras yang dikirim ke Arab Saudi merupakan hasil panen terbaru dari wilayah sentra produksi di Jawa.

Menurutnya, beras berasal dari lahan pertanian di Jawa Barat dan Jawa Tengah, kemudian diproses langsung tanpa menggunakan stok lama dari gudang.

Ia menegaskan bahwa kualitas beras yang dikirim berada pada kategori super premium.

“Kualitasnya memiliki tingkat pecahan di bawah 5 persen dan kadar air di bawah 14 persen. Ini merupakan kualitas tertinggi yang pernah diproduksi Bulog,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani.

Standar tersebut dipilih untuk memastikan kualitas pangan tetap terjaga selama proses distribusi hingga sampai ke dapur katering jemaah haji.

Baca juga: Kemenhaj Imbau Penundaan Umrah akibat Situasi Timur Tengah, Persiapan Haji Tetap Berjalan

Diproses di Empat Fasilitas Produksi

Pengolahan beras dilakukan di beberapa fasilitas produksi yang memiliki standar industri pangan ekspor.

Empat pabrik yang terlibat dalam proses ini antara lain:

  • pabrik Wilmar di Serang
  • pabrik Wilmar di Mojokerto
  • fasilitas Bulog di Karawang
  • fasilitas Bulog di Subang

Seluruh proses produksi dilakukan dengan pengawasan kualitas ketat sebelum beras dikirim melalui jalur pelayaran internasional menuju pelabuhan di Arab Saudi.

Pengiriman direncanakan menggunakan tiga jalur kapal logistik, yakni Hyundai, Wan Hai, dan Kota Sejati dengan tujuan pelabuhan di Jeddah.

Jeddah sendiri merupakan salah satu pintu utama masuknya logistik bagi kebutuhan penyelenggaraan ibadah haji di wilayah Makkah.

Didukung Stok Beras Nasional yang Kuat

Keputusan ekspor beras untuk kebutuhan haji juga didukung kondisi stok pangan nasional yang dinilai cukup stabil.

Amran Sulaiman menyampaikan bahwa produksi beras nasional pada awal 2026 berada dalam kondisi positif.

Pada Maret 2026, stok beras nasional tercatat mencapai sekitar 3,7 juta ton, yang disebut sebagai salah satu jumlah tertinggi dalam beberapa tahun terakhir pada periode yang sama.

Ketersediaan stok tersebut memungkinkan pemerintah mengalokasikan sebagian produksi untuk kebutuhan jemaah haji tanpa mengganggu pasokan dalam negeri.

Baca juga: Timur Tengah Memanas, 58.873 Jemaah Umrah RI Terpantau di Arab Saudi, Kemenhaj Ingatkan Waspada Gangguan Penerbangan

Membuka Peluang Pasar Beras Indonesia di Luar Negeri

Langkah pengiriman beras ke Arab Saudi juga mendapatkan dukungan dari parlemen.

Anggota Komisi IV DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari, menilai kebijakan ini memiliki dampak ekonomi yang lebih luas.

Menurutnya, selain memenuhi kebutuhan jemaah, kebijakan tersebut dapat membuka peluang pasar baru bagi beras Indonesia di luar negeri.

“Ini bukan hanya memenuhi kebutuhan jemaah, tetapi juga membuka captive market beras Indonesia di luar negeri,” ujarnya.

Dalam perspektif ekonomi pangan global, strategi ekspor seperti ini dinilai penting untuk memperluas jaringan distribusi produk pertanian nasional.

Buku Food Security and Globalization karya Francis Adams menjelaskan bahwa negara produsen pangan perlu membangun pasar ekspor jangka panjang agar sektor pertanian tetap berkelanjutan dan kompetitif di pasar internasional.

Awal Baru bagi Produk Pangan Indonesia

Pengiriman 2.280 ton beras ke Arab Saudi bukan sekadar distribusi logistik biasa. Langkah ini menjadi simbol perubahan pendekatan dalam pengelolaan kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia.

Jika program ini berjalan sukses, peluang penggunaan komoditas pangan lain dari Indonesia dalam layanan haji juga terbuka lebih luas di masa depan.

Selain meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah, kebijakan ini sekaligus menunjukkan bahwa sektor pertanian nasional memiliki kapasitas untuk berkontribusi dalam skala global.

Bagi Indonesia, yang setiap tahun mengirim ratusan ribu jemaah ke Tanah Suci, langkah ini dapat menjadi awal dari integrasi yang lebih kuat antara penyelenggaraan ibadah haji dan kekuatan ekonomi domestik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar