Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tradisi Peringatan Nuzulul Quran di Indonesia, dari Seribu Tumpeng hingga Khataman Al-Quran

Kompas.com, 6 Maret 2026, 17:03 WIB
Add on Google
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Nuzulul Quran yang diperingati setiap tanggal 17 Ramadhan menjadi salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam.

Momen ini menandai turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril.

Peristiwa tersebut menjadi awal penyampaian petunjuk Allah SWT kepada umat manusia melalui kitab suci Al-Quran.

Baca juga: Dzikir Malam Nuzulul Quran: Doa, Makna, dan Waktu Mengamalkannya

Peringatan Nuzulul Quran juga menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk kembali memahami makna serta ajaran yang terkandung dalam Al-Quran.

Di Indonesia, peringatan Nuzulul Quran tidak hanya diisi dengan ibadah, tetapi juga diramaikan oleh berbagai tradisi masyarakat.

Dilansir dari Kompas.tv, berikut ragam tradisi peringatan Nuzulul Quran yang telah berlangsung secara turun-temurun di sejumlah daerah.

1. Seribu Tumpeng di Solo

Salah satu tradisi yang cukup dikenal adalah peringatan Nuzulul Quran di Kota Solo, Jawa Tengah.

Masyarakat setempat biasanya menggelar tradisi tumpengan atau seribu tumpeng yang juga dikenal dengan sebutan Maleman Sriwedari.

Dalam tradisi tersebut, masyarakat berkumpul pada malam ke-21 Ramadan untuk menunggu arak-arakan seribu nasi tumpeng. Tumpeng tersebut diarak dari Keraton Kasunanan Surakarta menuju Joglo Sriwedari.

Setelah prosesi arak-arakan selesai, masyarakat yang hadir diperbolehkan menikmati tumpeng tersebut secara bersama-sama sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur.

2. Memasak Kuah Beulangong di Aceh

Di Aceh, masyarakat memiliki tradisi tersendiri dalam memperingati Nuzulul Quran. Perayaan biasanya dilakukan dengan memasak Kuah Beulangong, salah satu masakan khas daerah tersebut.

Kegiatan memasak dilakukan secara gotong royong oleh warga pada tanggal 17 Ramadan. Dalam tradisi ini, masyarakat juga menyembelih sapi yang dibeli dari dana sumbangan warga.

Kuah Beulangong kemudian dimasak dalam jumlah besar dan dinikmati bersama sebagai bagian dari peringatan Nuzulul Quran.

3. Tradisi Khataman Al-Quran

Selain tradisi kuliner dan kebersamaan, masyarakat di berbagai daerah juga memperingati Nuzulul Quran dengan kegiatan keagamaan, salah satunya khataman Al-Quran.

Tradisi ini umum dilakukan di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk di Bojonegoro, Jawa Timur. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat membaca Al-Quran hingga mencapai juz terakhir secara bersama-sama.

Setelah khataman selesai, kegiatan biasanya ditutup dengan makan bersama atau kenduri sebagai bentuk rasa syukur.

Berbagai tradisi tersebut menunjukkan bahwa peringatan Nuzulul Quran di Indonesia tidak hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga mempererat kebersamaan serta memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Talbiyah Tak Boleh Sembarangan! Ini Perbedaan Cara Bacanya untuk Laki-laki dan Perempuan
Talbiyah Tak Boleh Sembarangan! Ini Perbedaan Cara Bacanya untuk Laki-laki dan Perempuan
Aktual
Kabar Baik bagi Jemaah Haji! Arab Saudi Hadirkan Layanan Cek Kepadatan Tawaf Secara Real Time
Kabar Baik bagi Jemaah Haji! Arab Saudi Hadirkan Layanan Cek Kepadatan Tawaf Secara Real Time
Aktual
Situs Kuno Dekat Makkah Ungkap Jejak China di Tanah Arab
Situs Kuno Dekat Makkah Ungkap Jejak China di Tanah Arab
Aktual
Petugas Haji Diminta Percepat Layanan di Bandara Madinah, Fokus Fast Track
Petugas Haji Diminta Percepat Layanan di Bandara Madinah, Fokus Fast Track
Aktual
Isu Rekening Kas Masjid Dikelola Pemerintah Viral, Kemenag: Tidak Benar
Isu Rekening Kas Masjid Dikelola Pemerintah Viral, Kemenag: Tidak Benar
Aktual
PPIH Arab Saudi Siapkan 6.000 Bus untuk Angkut Jemaah Haji Indonesia 2026
PPIH Arab Saudi Siapkan 6.000 Bus untuk Angkut Jemaah Haji Indonesia 2026
Aktual
Warga dan Jemaah Haji di Arab Saudi Bisa Melihat Hujan Meteor Lyrid dengan Mata Telanjang
Warga dan Jemaah Haji di Arab Saudi Bisa Melihat Hujan Meteor Lyrid dengan Mata Telanjang
Aktual
Tradisi Peusijuek Antar Jemaah Haji Asal Aceh besar Sebelum Berangkat ke Tanah Suci
Tradisi Peusijuek Antar Jemaah Haji Asal Aceh besar Sebelum Berangkat ke Tanah Suci
Aktual
Kumpulan Doa Haji dan Umrah Lengkap: Arab, Latin, Arti Sesuai Sunnah
Kumpulan Doa Haji dan Umrah Lengkap: Arab, Latin, Arti Sesuai Sunnah
Aktual
Jemaah Haji Jawa Tengah Mulai Masuk Embarkasi, Dilayani Bertahap Lewat 96 Kloter
Jemaah Haji Jawa Tengah Mulai Masuk Embarkasi, Dilayani Bertahap Lewat 96 Kloter
Aktual
Calon Haji Embarkasi Lombok Meninggal Sebelum Berangkat, Kuota Haji NTB Dipastikan Tetap Penuh
Calon Haji Embarkasi Lombok Meninggal Sebelum Berangkat, Kuota Haji NTB Dipastikan Tetap Penuh
Aktual
Mengintip Menu Jemaah Haji di Dapur Katering Madinah, Tempe Jadi Andalan
Mengintip Menu Jemaah Haji di Dapur Katering Madinah, Tempe Jadi Andalan
Aktual
Faid ar-Rahman, Kitab Tafsir Karya Kyai Sholeh Darat yang Disebut Mempengaruhi Pemikiran RA Kartini
Faid ar-Rahman, Kitab Tafsir Karya Kyai Sholeh Darat yang Disebut Mempengaruhi Pemikiran RA Kartini
Aktual
Promosi Haji Palsu Merebak, Arab Saudi Ingatkan Bahaya Biro Ilegal
Promosi Haji Palsu Merebak, Arab Saudi Ingatkan Bahaya Biro Ilegal
Aktual
Kisah Siti Hajar, Keteguhan Perempuan dalam Ujian Keimanan
Kisah Siti Hajar, Keteguhan Perempuan dalam Ujian Keimanan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com