Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

2.735 Jemaah Umrah Indonesia Dipantau Saat Pulang dari Jeddah, Pemerintah Perkuat Pengawasan

Kompas.com, 6 Maret 2026, 16:43 WIB
Add on Google
Khairina

Editor

KOMPAS.com-Pemerintah Indonesia meningkatkan pendampingan kepulangan jemaah umrah Indonesia di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi.

Pendampingan dilakukan oleh Kementerian Haji dan Umrah bersama Tim Fungsi Konsuler Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses kepulangan jemaah umrah Indonesia berjalan lancar dan aman.

Pemantauan juga mencakup koordinasi dengan maskapai serta penyelenggara perjalanan umrah agar seluruh jemaah dapat kembali ke Tanah Air sesuai jadwal penerbangan.

Baca juga: 10.060 Jemaah Umrah Kembali, 300 Masih Tertahan, KJRI Jeddah Siaga 24 Jam

Ribuan jemaah umrah Indonesia terpantau pulang ke Tanah Air

Berdasarkan laporan pengawasan lapangan oleh Staf Teknis Haji pada KJRI Jeddah pada 5 Maret 2026, sebanyak 2.735 jemaah umrah Indonesia telah dipantau dalam proses kepulangan melalui berbagai maskapai penerbangan.

Seluruh penerbangan yang dipantau pada hari tersebut dilaporkan berjalan sesuai dengan jadwal keberangkatan.

Data tersebut menambah jumlah kumulatif jemaah umrah Indonesia yang telah terpantau kembali ke Tanah Air sejak 28 Februari hingga 5 Maret 2026 menjadi 14.796 orang.

Baca juga: Jemaah Umrah Terdampak Konflik Timur Tengah, Pemerintah Siapkan 10 Langkah Perlindungan

Ratusan jemaah umrah tiba di Bandara Jeddah

Selain memantau kepulangan, petugas juga melakukan monitoring terhadap kedatangan jemaah umrah Indonesia di Bandara Internasional King Abdulaziz.

Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat 352 jemaah umrah Indonesia yang tiba di bandara pada periode yang sama dan telah dipantau oleh petugas.

Sebagian jemaah mengalami penundaan penerbangan

Dalam proses pengawasan tersebut, tercatat sebanyak 158 jemaah umrah Indonesia mengalami penundaan atau tertahan dalam proses kepulangan.

Para jemaah saat ini berada di dua lokasi, yakni di Kota Jeddah dan Kota Makkah, sambil menunggu penjadwalan ulang penerbangan dari maskapai serta penyelenggara perjalanan.

Petugas terus memantau langsung di bandara

M. Ilham Effendy, Staf Teknis Haji pada Kantor Urusan Haji Jeddah, menyampaikan bahwa petugas terus melakukan pemantauan langsung di bandara untuk memastikan proses kepulangan jemaah berjalan dengan baik.

“Petugas terus berada di lapangan untuk memantau langsung proses keberangkatan jemaah umrah Indonesia di Bandara Internasional King Abdulaziz. Kami memastikan jemaah mendapatkan informasi yang jelas serta pendampingan selama proses kepulangan berlangsung,” ujar Ilham di Jeddah pada (5/3/2026), dalam rilis yang diterima KOMPAS.com.

Ilham menambahkan bahwa bagi jemaah yang mengalami penundaan penerbangan, pemerintah terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar penanganan berjalan optimal.

“Bagi jemaah yang saat ini masih menunggu penjadwalan ulang penerbangan, kami terus melakukan koordinasi dengan maskapai dan penyelenggara perjalanan. Kami memastikan seluruh jemaah tetap mendapatkan pendampingan serta pelayanan yang diperlukan hingga dapat kembali ke Tanah Air dengan aman,” tambahnya.

Baca juga: Eskalasi Keamanan Timur Tengah Ganggu Penerbangan Umrah, 58.873 Jamaah Indonesia Terpantau

Pemerintah perkuat koordinasi dan pengawasan

Kementerian Haji dan Umrah melalui perwakilannya di Arab Saudi bersama Satgas Bandara terus melakukan pendampingan intensif kepada jemaah umrah Indonesia.

Koordinasi dengan maskapai penerbangan serta komunikasi dengan penyelenggara perjalanan umrah juga terus dilakukan agar proses kepulangan berjalan lancar.

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk meningkatkan pengawasan serta perlindungan terhadap jemaah umrah Indonesia, baik selama berada di Arab Saudi maupun saat proses kepulangan ke Tanah Air.

Kemenhaj juga mengimbau jemaah dan keluarga di Indonesia untuk tetap tenang karena pemerintah terus memantau perkembangan di lapangan serta memastikan seluruh jemaah mendapatkan pelayanan yang diperlukan.

Baca juga: Kemenhaj Imbau Penundaan Umrah akibat Situasi Timur Tengah, Persiapan Haji Tetap Berjalan

Tips bagi jemaah umrah saat proses kepulangan

Kemenhaj memberikan sejumlah imbauan kepada jemaah agar proses kepulangan berjalan lancar.

Pertama, jemaah diminta memastikan dokumen perjalanan seperti paspor, boarding pass, dan identitas jemaah tersimpan dengan baik.

Kedua, jemaah diharapkan mengikuti arahan petugas serta pembimbing perjalanan selama berada di bandara maupun di hotel.

Ketiga, jemaah perlu memperhatikan informasi penerbangan dari maskapai atau penyelenggara perjalanan, terutama jika terjadi perubahan jadwal.

Keempat, jemaah diimbau tetap berada dalam rombongan dan tidak meninggalkan lokasi yang telah ditentukan tanpa koordinasi dengan petugas.

Kelima, jemaah diingatkan menjaga kondisi kesehatan dengan cukup istirahat serta mencukupi kebutuhan cairan selama menunggu proses keberangkatan.

Pemerintah memastikan seluruh proses pengawasan dan pendampingan dilakukan secara maksimal demi memberikan perlindungan serta pelayanan terbaik bagi jemaah umrah Indonesia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Talbiyah Tak Boleh Sembarangan! Ini Perbedaan Cara Bacanya untuk Laki-laki dan Perempuan
Talbiyah Tak Boleh Sembarangan! Ini Perbedaan Cara Bacanya untuk Laki-laki dan Perempuan
Aktual
Kabar Baik bagi Jemaah Haji! Arab Saudi Hadirkan Layanan Cek Kepadatan Tawaf Secara Real Time
Kabar Baik bagi Jemaah Haji! Arab Saudi Hadirkan Layanan Cek Kepadatan Tawaf Secara Real Time
Aktual
Situs Kuno Dekat Makkah Ungkap Jejak China di Tanah Arab
Situs Kuno Dekat Makkah Ungkap Jejak China di Tanah Arab
Aktual
Petugas Haji Diminta Percepat Layanan di Bandara Madinah, Fokus Fast Track
Petugas Haji Diminta Percepat Layanan di Bandara Madinah, Fokus Fast Track
Aktual
Isu Rekening Kas Masjid Dikelola Pemerintah Viral, Kemenag: Tidak Benar
Isu Rekening Kas Masjid Dikelola Pemerintah Viral, Kemenag: Tidak Benar
Aktual
PPIH Arab Saudi Siapkan 6.000 Bus untuk Angkut Jemaah Haji Indonesia 2026
PPIH Arab Saudi Siapkan 6.000 Bus untuk Angkut Jemaah Haji Indonesia 2026
Aktual
Warga dan Jemaah Haji di Arab Saudi Bisa Melihat Hujan Meteor Lyrid dengan Mata Telanjang
Warga dan Jemaah Haji di Arab Saudi Bisa Melihat Hujan Meteor Lyrid dengan Mata Telanjang
Aktual
Tradisi Peusijuek Antar Jemaah Haji Asal Aceh besar Sebelum Berangkat ke Tanah Suci
Tradisi Peusijuek Antar Jemaah Haji Asal Aceh besar Sebelum Berangkat ke Tanah Suci
Aktual
Kumpulan Doa Haji dan Umrah Lengkap: Arab, Latin, Arti Sesuai Sunnah
Kumpulan Doa Haji dan Umrah Lengkap: Arab, Latin, Arti Sesuai Sunnah
Aktual
Jemaah Haji Jawa Tengah Mulai Masuk Embarkasi, Dilayani Bertahap Lewat 96 Kloter
Jemaah Haji Jawa Tengah Mulai Masuk Embarkasi, Dilayani Bertahap Lewat 96 Kloter
Aktual
Calon Haji Embarkasi Lombok Meninggal Sebelum Berangkat, Kuota Haji NTB Dipastikan Tetap Penuh
Calon Haji Embarkasi Lombok Meninggal Sebelum Berangkat, Kuota Haji NTB Dipastikan Tetap Penuh
Aktual
Mengintip Menu Jemaah Haji di Dapur Katering Madinah, Tempe Jadi Andalan
Mengintip Menu Jemaah Haji di Dapur Katering Madinah, Tempe Jadi Andalan
Aktual
Faid ar-Rahman, Kitab Tafsir Karya Kyai Sholeh Darat yang Disebut Mempengaruhi Pemikiran RA Kartini
Faid ar-Rahman, Kitab Tafsir Karya Kyai Sholeh Darat yang Disebut Mempengaruhi Pemikiran RA Kartini
Aktual
Promosi Haji Palsu Merebak, Arab Saudi Ingatkan Bahaya Biro Ilegal
Promosi Haji Palsu Merebak, Arab Saudi Ingatkan Bahaya Biro Ilegal
Aktual
Kisah Siti Hajar, Keteguhan Perempuan dalam Ujian Keimanan
Kisah Siti Hajar, Keteguhan Perempuan dalam Ujian Keimanan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com