Editor
KOMPAS.com-Eskalasi keamanan di kawasan Timur Tengah berdampak pada sejumlah penerbangan dari dan menuju Arab Saudi.
Beberapa maskapai melakukan perubahan rute dan penundaan jadwal penerbangan sebagai langkah antisipatif terhadap dinamika situasi regional.
Perubahan tersebut turut memengaruhi jadwal keberangkatan dan kepulangan jemaah umrah Indonesia, baik yang berada di Arab Saudi maupun yang masih berada di Tanah Air dan menunggu jadwal keberangkatan.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan seluruh jemaah umrah Indonesia dalam kondisi terpantau melalui koordinasi intensif dengan perwakilan dan otoritas setempat.
Baca juga: Ribuan Jemaah Umrah Tertahan di Bandara, Serangan AS-Israel ke Iran Picu Pembatalan Penerbangan
Berdasarkan laporan melalui Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH), tercatat sekitar 58.873 jemaah umrah Indonesia saat ini masih berada di Arab Saudi.
Sebagian jamaah tengah menjalankan ibadah, sementara sebagian lainnya menunggu jadwal kepulangan ke Indonesia.
Perubahan jadwal penerbangan juga berdampak pada jemaah yang masih berada di Tanah Air dan bersiap untuk berangkat.
Baca juga: Arab Saudi Perketat Aturan Bagi Penyelenggara Umrah saat Ramadhan 1447 H
Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj RI, Puji Raharjo, menyampaikan bahwa pemerintah terus memonitor perkembangan situasi secara cermat.
“Kami mengimbau kepada seluruh jemaah umrah agar tidak panik. Tetap tenang dan terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing untuk memperoleh informasi resmi dan terkini,” ujar Puji Raharjo di Jakarta, Sabtu (28/2/2026), dilansir dari Kemenhaj.
Ia meminta seluruh PPIU menjalin komunikasi aktif dengan Kantor Urusan Haji (KUH), KJRI Jeddah, maupun KBRI Riyadh agar setiap perkembangan dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.
“Kemenhaj terus berkoordinasi dengan instansi terkait, baik di dalam negeri maupun di Arab Saudi, untuk memastikan keamanan dan keselamatan jemaah umrah Indonesia tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Baca juga: Arab Saudi Bekukan 3 Perusahaan Umrah, Jamaah Datang Tanpa Akomodasi Sesuai Kontrak
Pemerintah menyatakan komitmennya memberikan perlindungan maksimal kepada seluruh jemaah umrah Indonesia.
Setiap penyesuaian kebijakan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan jemaah.
Kemenhaj juga mengimbau keluarga jamaah di Tanah Air agar tetap tenang apabila anggota keluarganya sedang menjalankan ibadah umrah di Arab Saudi.
Pemantauan dan koordinasi terus dilakukan secara intensif oleh Kemenhaj, perwakilan Republik Indonesia, serta otoritas terkait untuk memastikan kondisi jemaah tetap aman dan terlayani dengan baik.
Pemerintah menegaskan negara hadir memberikan perlindungan dan pendampingan sesuai ketentuan yang berlaku sehingga masyarakat tidak perlu terpengaruh oleh informasi yang belum jelas sumbernya.
Komunikasi perkembangan situasi diharapkan tetap dilakukan melalui PPIU masing-masing agar informasi yang diperoleh berasal dari saluran resmi dan dapat dipertanggungjawabkan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang