Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

9 Adab Membaca Al-Quran yang Baik dan Benar, Tidak Sekadar Melafalkan Ayat

Kompas.com, 11 Juni 2026, 17:42 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Membaca Al-Quran merupakan ibadah yang memiliki keutamaan besar dalam Islam.

Karena Al-Quran adalah firman Allah SWT, umat Islam dianjurkan memperhatikan adab dan etika saat membacanya agar ibadah yang dilakukan semakin bernilai dan membawa keberkahan.

Mulai dari menjaga kesucian diri, memperhatikan tajwid, hingga membaca dengan penuh kekhusyukan, seluruhnya menjadi bagian dari penghormatan terhadap kitab suci umat Islam.

Baca juga: Tersembunyi di Masjid Nabawi, Museum Ini Simpan Al-Quran Berusia Lebih dari 800 Tahun

Dengan memahami adab membaca Al-Quran, seorang Muslim tidak hanya memperoleh pahala dari setiap huruf yang dibaca, tetapi juga mempererat hubungan spiritual dengan Allah SWT.

Adab Membaca Al-Quran yang Dianjurkan dalam Islam

Berikut adalah adab yang dianjurkan ketika membaca Al-Quran agar ibadah lebih khusyuk dan penuh keberkahan.

Baca juga: Menengok Percetakan Al Quran King Fahd Terbesar di Dunia yang Ada di Madinah

1. Membaguskan Suara Saat Membaca Al-Quran

Membaca Al-Quran dengan suara yang baik dan jelas merupakan anjuran Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW bersabda: “Perindahlah bacaan Al-Quran dengan suaramu.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan Al-Hakim).

Anjuran tersebut tidak berarti harus memiliki suara merdu, melainkan membaca dengan pelafalan yang jelas, memperhatikan makhraj huruf, serta menerapkan kaidah tajwid dengan benar.

Karena itu, tidak perlu memaksakan suara secara berlebihan atau dibuat-buat di luar kemampuan.

2. Membersihkan Mulut Sebelum Membaca

Sebelum membaca Al-Quran, umat Islam dianjurkan membersihkan mulut terlebih dahulu.

Mulut merupakan tempat keluarnya huruf-huruf saat membaca Al-Quran sehingga kebersihannya perlu dijaga.

Membersihkan mulut dapat dilakukan dengan berkumur atau menggosok gigi.

Dengan kondisi mulut yang bersih, bacaan Al-Quran akan terasa lebih nyaman, jelas, dan membantu meningkatkan kekhusyukan.

3. Bersuci Sebelum Membaca Al-Quran

Menjaga kesucian diri menjadi salah satu adab penting saat membaca Al-Quran.

Selain mengenakan pakaian yang bersih, umat Islam dianjurkan berwudhu sebelum membaca kitab suci.

Hal tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada Al-Quran sebagai firman Allah SWT.

Kebiasaan bersuci sebelum membaca Al-Quran juga baik diajarkan kepada anak-anak sejak dini agar terbentuk adab yang baik dalam berinteraksi dengan kitab suci.

4. Duduk Menghadap Kiblat

Membaca Al-Quran sebaiknya dilakukan dalam posisi yang tenang dan menghadap kiblat.

Kiblat merupakan arah Ka'bah yang menjadi simbol kesatuan umat Islam dalam beribadah.

Karena membaca Al-Quran termasuk ibadah, menghadap kiblat menjadi salah satu bentuk penghormatan dan pengagungan terhadap firman Allah SWT.

5. Menggunakan Tangan Kanan Saat Memegang Mushaf

Saat memegang atau mengambil mushaf Al-Quran, dianjurkan menggunakan tangan kanan.

Adab ini mengikuti kebiasaan Rasulullah SAW yang mendahulukan tangan kanan dalam berbagai aktivitas baik, seperti makan, minum, dan memakai wewangian.

Karena itu, menggunakan tangan kanan saat memegang mushaf menjadi salah satu bentuk penghormatan terhadap kitab suci.

6. Memperhatikan dan Memahami Tajwid

Tajwid merupakan bagian penting dalam membaca Al-Quran.

Bahasa Arab memiliki struktur pelafalan yang sangat rinci sehingga kesalahan kecil dalam membaca dapat memengaruhi makna ayat.

Oleh karena itu, setiap Muslim dianjurkan membaca Al-Quran dengan memperhatikan hukum tajwid, makhraj huruf, serta panjang pendek bacaan sesuai ketentuan.

Dengan bacaan yang benar, Al-Quran dapat dibaca sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW.

7. Membaca Ta'awudz Sebelum Memulai

Sebelum membaca Al-Quran, umat Islam dianjurkan membaca ta'awudz sebagai permohonan perlindungan kepada Allah SWT dari godaan setan.

Meski hukumnya sunnah, membaca ta'awudz menjadi bagian penting dari adab membaca Al-Quran.

Biasanya ta'awudz dibaca sebelum bismillah, kemudian dilanjutkan dengan membaca surat atau ayat yang diinginkan.

Selain sebagai bentuk perlindungan, bacaan ta'awudz juga menjadi sarana untuk menghadirkan keberkahan dan ketenangan saat membaca Al-Quran.

8. Membaca Bismillah

Setelah membaca ta'awudz, umat Islam disunnahkan membaca "Bismillahirrahmanirrahim" ketika memulai surat Al-Quran, kecuali surat At-Taubah.

Namun apabila membaca dari pertengahan surat, cukup membaca ta'awudz tanpa harus mendahuluinya dengan bismillah.

Adab ini telah menjadi bagian dari tata cara membaca Al-Quran yang diajarkan para ulama.

9. Membaca Al-Quran dengan Khusyuk

Kekhusyukan menjadi salah satu adab utama saat membaca Al-Quran.

Membaca Al-Quran dengan hati yang fokus dan penuh penghayatan akan membantu seseorang memahami makna ayat-ayat yang dibaca.

Karena itu, sebaiknya membaca Al-Quran dilakukan di tempat yang tenang dan jauh dari berbagai gangguan yang dapat mengurangi konsentrasi.

Dengan membaca secara khusyuk, seorang Muslim dapat lebih merasakan pesan dan hikmah yang terkandung dalam setiap ayat Al-Quran.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kemenag Susun KOSMIN, Standar Kosa Isyarat Keislaman untuk Sahabat Tuli
Kemenag Susun KOSMIN, Standar Kosa Isyarat Keislaman untuk Sahabat Tuli
Aktual
9 Adab Membaca Al-Quran yang Baik dan Benar, Tidak Sekadar Melafalkan Ayat
9 Adab Membaca Al-Quran yang Baik dan Benar, Tidak Sekadar Melafalkan Ayat
Aktual
Mbah Chulaeli Menangis, Petugas Haji Siapkan Oleh-oleh untuk Keluarganya
Mbah Chulaeli Menangis, Petugas Haji Siapkan Oleh-oleh untuk Keluarganya
Aktual
Khutbah Jumat 12 Juni 2026: Menjemput Ketenangan Hidup Melalui Syukur yang Hakiki
Khutbah Jumat 12 Juni 2026: Menjemput Ketenangan Hidup Melalui Syukur yang Hakiki
Aktual
Isi Ka'bah yang Jarang Diketahui, Ada Ruang Sederhana Bermakna Sejarah dan Spiritual
Isi Ka'bah yang Jarang Diketahui, Ada Ruang Sederhana Bermakna Sejarah dan Spiritual
Aktual
Tangis Haru Nenek Jumaria Ikon Mecca Route, Tuntaskan Haji: Ingin Kembali Lagi ke Tanah Suci
Tangis Haru Nenek Jumaria Ikon Mecca Route, Tuntaskan Haji: Ingin Kembali Lagi ke Tanah Suci
Aktual
Bolehkah Qadha Puasa Ramadhan Saat Tasu'a dan Asyura? Ini Hukumnya
Bolehkah Qadha Puasa Ramadhan Saat Tasu'a dan Asyura? Ini Hukumnya
Aktual
PP Muhammadiyah Tambah 10 Kuota Beasiswa Al-Azhar Kairo Tahun 2026
PP Muhammadiyah Tambah 10 Kuota Beasiswa Al-Azhar Kairo Tahun 2026
Aktual
Hukum Menikah Bulan Muharram, Boleh atau Dilarang? Ini Penjelasan Islam
Hukum Menikah Bulan Muharram, Boleh atau Dilarang? Ini Penjelasan Islam
Aktual
Sambut Muharram, Benarkah Ritual Malam 1 Suro Termasuk Takhayul? Ini Jawaban Ulama
Sambut Muharram, Benarkah Ritual Malam 1 Suro Termasuk Takhayul? Ini Jawaban Ulama
Aktual
Tafsir Surat Sad Ayat 54, Benarkah Rezeki Tak Selalu Berupa Harta?
Tafsir Surat Sad Ayat 54, Benarkah Rezeki Tak Selalu Berupa Harta?
Aktual
MUI Desak Aturan Khusus LGBT, Sebut Hukuman Harus Diperberat
MUI Desak Aturan Khusus LGBT, Sebut Hukuman Harus Diperberat
Aktual
Mengenal Masjid Tan'im atau Masjid Aisyah, Tempat Miqat di Makkah
Mengenal Masjid Tan'im atau Masjid Aisyah, Tempat Miqat di Makkah
Aktual
Khutbah Jumat 12 Juni 2026: Amanah dan Keadilan, Fondasi Kepemimpinan dalam Islam
Khutbah Jumat 12 Juni 2026: Amanah dan Keadilan, Fondasi Kepemimpinan dalam Islam
Aktual
Mengapa Arab Saudi Tak Pernah Dijajah Bangsa Eropa? Ini Sejarahnya
Mengapa Arab Saudi Tak Pernah Dijajah Bangsa Eropa? Ini Sejarahnya
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com