Editor
KOMPAS.com - Membaca Al-Quran merupakan ibadah yang memiliki keutamaan besar dalam Islam.
Karena Al-Quran adalah firman Allah SWT, umat Islam dianjurkan memperhatikan adab dan etika saat membacanya agar ibadah yang dilakukan semakin bernilai dan membawa keberkahan.
Mulai dari menjaga kesucian diri, memperhatikan tajwid, hingga membaca dengan penuh kekhusyukan, seluruhnya menjadi bagian dari penghormatan terhadap kitab suci umat Islam.
Baca juga: Tersembunyi di Masjid Nabawi, Museum Ini Simpan Al-Quran Berusia Lebih dari 800 Tahun
Dengan memahami adab membaca Al-Quran, seorang Muslim tidak hanya memperoleh pahala dari setiap huruf yang dibaca, tetapi juga mempererat hubungan spiritual dengan Allah SWT.
Berikut adalah adab yang dianjurkan ketika membaca Al-Quran agar ibadah lebih khusyuk dan penuh keberkahan.
Baca juga: Menengok Percetakan Al Quran King Fahd Terbesar di Dunia yang Ada di Madinah
Membaca Al-Quran dengan suara yang baik dan jelas merupakan anjuran Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW bersabda: “Perindahlah bacaan Al-Quran dengan suaramu.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan Al-Hakim).
Anjuran tersebut tidak berarti harus memiliki suara merdu, melainkan membaca dengan pelafalan yang jelas, memperhatikan makhraj huruf, serta menerapkan kaidah tajwid dengan benar.
Karena itu, tidak perlu memaksakan suara secara berlebihan atau dibuat-buat di luar kemampuan.
Sebelum membaca Al-Quran, umat Islam dianjurkan membersihkan mulut terlebih dahulu.
Mulut merupakan tempat keluarnya huruf-huruf saat membaca Al-Quran sehingga kebersihannya perlu dijaga.
Membersihkan mulut dapat dilakukan dengan berkumur atau menggosok gigi.
Dengan kondisi mulut yang bersih, bacaan Al-Quran akan terasa lebih nyaman, jelas, dan membantu meningkatkan kekhusyukan.
Menjaga kesucian diri menjadi salah satu adab penting saat membaca Al-Quran.
Selain mengenakan pakaian yang bersih, umat Islam dianjurkan berwudhu sebelum membaca kitab suci.
Hal tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada Al-Quran sebagai firman Allah SWT.
Kebiasaan bersuci sebelum membaca Al-Quran juga baik diajarkan kepada anak-anak sejak dini agar terbentuk adab yang baik dalam berinteraksi dengan kitab suci.
Membaca Al-Quran sebaiknya dilakukan dalam posisi yang tenang dan menghadap kiblat.
Kiblat merupakan arah Ka'bah yang menjadi simbol kesatuan umat Islam dalam beribadah.
Karena membaca Al-Quran termasuk ibadah, menghadap kiblat menjadi salah satu bentuk penghormatan dan pengagungan terhadap firman Allah SWT.
Saat memegang atau mengambil mushaf Al-Quran, dianjurkan menggunakan tangan kanan.
Adab ini mengikuti kebiasaan Rasulullah SAW yang mendahulukan tangan kanan dalam berbagai aktivitas baik, seperti makan, minum, dan memakai wewangian.
Karena itu, menggunakan tangan kanan saat memegang mushaf menjadi salah satu bentuk penghormatan terhadap kitab suci.
Tajwid merupakan bagian penting dalam membaca Al-Quran.
Bahasa Arab memiliki struktur pelafalan yang sangat rinci sehingga kesalahan kecil dalam membaca dapat memengaruhi makna ayat.
Oleh karena itu, setiap Muslim dianjurkan membaca Al-Quran dengan memperhatikan hukum tajwid, makhraj huruf, serta panjang pendek bacaan sesuai ketentuan.
Dengan bacaan yang benar, Al-Quran dapat dibaca sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW.
Sebelum membaca Al-Quran, umat Islam dianjurkan membaca ta'awudz sebagai permohonan perlindungan kepada Allah SWT dari godaan setan.
Meski hukumnya sunnah, membaca ta'awudz menjadi bagian penting dari adab membaca Al-Quran.
Biasanya ta'awudz dibaca sebelum bismillah, kemudian dilanjutkan dengan membaca surat atau ayat yang diinginkan.
Selain sebagai bentuk perlindungan, bacaan ta'awudz juga menjadi sarana untuk menghadirkan keberkahan dan ketenangan saat membaca Al-Quran.
Setelah membaca ta'awudz, umat Islam disunnahkan membaca "Bismillahirrahmanirrahim" ketika memulai surat Al-Quran, kecuali surat At-Taubah.
Namun apabila membaca dari pertengahan surat, cukup membaca ta'awudz tanpa harus mendahuluinya dengan bismillah.
Adab ini telah menjadi bagian dari tata cara membaca Al-Quran yang diajarkan para ulama.
Kekhusyukan menjadi salah satu adab utama saat membaca Al-Quran.
Membaca Al-Quran dengan hati yang fokus dan penuh penghayatan akan membantu seseorang memahami makna ayat-ayat yang dibaca.
Karena itu, sebaiknya membaca Al-Quran dilakukan di tempat yang tenang dan jauh dari berbagai gangguan yang dapat mengurangi konsentrasi.
Dengan membaca secara khusyuk, seorang Muslim dapat lebih merasakan pesan dan hikmah yang terkandung dalam setiap ayat Al-Quran.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang