Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Qatar Airways Hentikan Penerbangan ke dan dari Doha akibat Penutupan Wilayah Udara Qatar

Kompas.com, 28 Februari 2026, 20:44 WIB
Khairina

Editor

KOMPAS.com– Maskapai nasional Qatar, Qatar Airways, mengumumkan penghentian sementara seluruh penerbangan menuju dan dari Doha pada Sabtu (28/2/2026) menyusul penutupan wilayah udara Qatar.

Kebijakan ini diambil setelah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah pasca serangan militer Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran.

Penangguhan operasional dilakukan atas pertimbangan keselamatan dan keamanan penerbangan sipil di tengah situasi geopolitik yang tidak stabil.

Hingga saat ini, otoritas setempat belum memastikan kapan wilayah udara Qatar akan kembali dibuka secara penuh.

Baca juga: Aceh Siapkan Penerbangan Langsung Haji dan Umrah Tanpa Transit

Penangguhan Operasional Demi Keamanan

Dalam pernyataan resmi, Qatar Airways Group menegaskan bahwa penghentian penerbangan dilakukan sebagai langkah preventif.

“Maskapai bekerja sama erat dengan pemangku kepentingan pemerintah dan otoritas terkait untuk mendukung penumpang yang terdampak dan akan melanjutkan operasi ketika wilayah udara dibuka kembali,” demikian pernyataan resmi perusahaan, dilansir dari laman X @Qatar Airways.

Penutupan wilayah udara berdampak langsung pada operasional penerbangan internasional yang terhubung melalui Doha.

Baca juga: Menag: Bandara Thaif Belum Ideal untuk Penerbangan Haji Indonesia

Dampak ke Rute Global

Sebagai salah satu hub penerbangan internasional tersibuk di dunia, Doha menjadi titik transit utama bagi rute Asia, Eropa, dan Amerika.

Penutupan wilayah udara Qatar menyebabkan sejumlah penerbangan dibatalkan, dialihkan, atau mengalami penundaan signifikan.

Qatar Airways memperingatkan bahwa setelah operasional kembali normal, potensi keterlambatan jadwal masih dapat terjadi akibat penyesuaian rotasi pesawat dan kru.

Antisipasi dan Layanan Penumpang

Sebagai langkah antisipasi, maskapai mengerahkan tambahan staf darat di Hamad International Airport serta sejumlah bandara utama lainnya guna membantu penumpang yang terdampak.

Penghentian sementara ini disebut sebagai dampak langsung dari meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Teluk setelah serangan militer terhadap Iran memicu respons keamanan di sejumlah negara.

Penutupan wilayah udara umumnya diberlakukan sebagai langkah preventif untuk meminimalkan risiko terhadap keselamatan penerbangan sipil di tengah kondisi keamanan yang tidak menentu.

Qatar Airways menegaskan keselamatan penumpang dan karyawan tetap menjadi prioritas utama serta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.

Penumpang diimbau memeriksa pembaruan informasi melalui situs resmi qatarairways.com, aplikasi Qatar Airways, maupun saluran media sosial resmi maskapai sebelum menuju bandara.

Situasi ini menunjukkan bahwa dinamika geopolitik di Timur Tengah dapat berdampak langsung terhadap konektivitas penerbangan global, terutama bagi maskapai yang menjadikan kawasan Teluk sebagai pusat operasional utama.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com