Editor
KOMPAS.com - Tren baju Lebaran 2026 mulai terlihat sejak awal Ramadhan dengan munculnya sejumlah model viral di pusat grosir.
Salah satu yang paling banyak diburu adalah “Gamis Bini Orang” yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Model ini kini meramaikan lapak pedagang di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Fenomena tersebut membuat banyak pemburu busana muslim mulai mencari tahu harga dan ketersediaan stok menjelang Idul Fitri 2026.
Baca juga: Penyebab “Gamis Bini Orang” Viral Jelang Lebaran 2026, Tampil Classy dengan harga Terjangkau
Dilansir dari Tribunnews.com, “Gamis Bini Orang” salah satu tren baju Lebaran 2026 diprediksi menjadi yang paling populer karena mengusung konsep elegan dan minimalis.
Berbeda dengan model tahun sebelumnya yang cenderung penuh motif, gamis ini tampil dengan desain monokrom tanpa corak ramai.
Warna-warna lembut atau soft menjadi pilihan utama. Burgundy disebut-sebut sebagai warna yang paling tren tahun ini.
Tampilan sederhana namun tetap berkelas membuat model ini diminati untuk momen silaturahmi saat hari raya.
Baca juga: Tren Lebaran 2026: Model Gamis Bini Orang Clean Classy untuk Sungkeman
Sejumlah pedagang di Pasar Tanah Abang telah merilis daftar harga untuk koleksi viral tersebut. Harga yang ditawarkan bervariasi tergantung jumlah pembelian.
Berikut rincian harga “Gamis Bini Orang”:
Skema harga grosir dan kodian menjadi daya tarik tersendiri bagi pembeli yang ingin berbelanja dalam jumlah banyak.
Para pedagang mengakui pemilihan nama yang unik menjadi strategi untuk menarik perhatian pembeli. Selain itu, model yang kalem dan dewasa dinilai sesuai dengan selera pasar saat ini.
Dilansir dari TribunJakarta.com, pemilik toko Nomi & Umi di Blok B Tanah Abang, Jerry, mengatakan nama tersebut memang sengaja dibuat agar mudah diingat.
“Namanya memang nyeleneh buat menarik pembeli. Yang lagi tren itu gamis Inara dan gamis Bini Orang, harganya Rp 375 ribu sampai Rp 400 ribuan. Itu produk lokal,” ujarnya.
Jerry menjelaskan, gamis tersebut sebenarnya merupakan dress panjang dengan model kalem, dewasa, dan rapi. Desainnya menggunakan material brokat yang memberi kesan mewah dan elegan.
Ia menambahkan tren ini bermula dari media sosial sebelum akhirnya masuk ke pasar offline.
“Dari TikTok trend-nya terus mengular sampai ke Tanah Abang,” ucap Jerry.
Jerry, pedagang gamis di Pasar Tanah Abang yang ditemui pada Sabtu (21/2/2026) mengakui penjualan di awal Ramadan tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu. Hal serupa disampaikan Ipit, pegawai toko kemeja koko Salmi Scraf di Blok A Tanah Abang. Ia mengaku terjadi peningkatan penjualan, meski belum signifikan karena masih awal puasa.
“Alhamdulillah ada peningkatan, tapi memang belum terlalu terasa karena masih awal puasa. Biasanya ramainya itu pas pertengahan puasa,” ujar Ipit.
Menurutnya, penjualan gamis saat ini jauh lebih tinggi dibandingkan kemeja koko pria.
“Karena memang perempuan lebih hobi belanja. Kalau pria biasanya lebih santai, mereka belanjanya nanti kalau THR sudah cair,” katanya.
Dengan tingginya minat terhadap tren gamis Lebaran 2026, pembeli disarankan segera datang ke Pasar Tanah Abang untuk mendapatkan pilihan warna yang lebih lengkap sebelum stok menipis mendekati hari raya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang