Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Rekomendasi Masjid untuk Iktikaf di Jakarta pada 10 Malam Terakhir Ramadhan

Kompas.com, 9 Maret 2026, 11:55 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Sepuluh malam terakhir Ramadhan menjadi momen yang paling dinantikan umat Muslim untuk memperbanyak ibadah.

Pada periode ini, banyak jamaah memilih bermalam di masjid untuk melaksanakan iktikaf.

Suasana masjid pun berubah karena jamaah tidak hanya datang untuk shalat tarawih, tetapi juga memperpanjang doa hingga menjelang sahur.

Sejumlah masjid besar di Jakarta menyediakan fasilitas dan program khusus untuk mendukung kekhusyukan iktikaf.

Baca juga: Kapan Mulai Iktikaf Ramadan? Ini Waktu, Niat, dan Tata Caranya

Iktikaf diartikan sebagai berdiam diri di dalam masjid, umumnya kerap dilakukan pada bulan Ramadhan.

Iktikaf dilakukan dalam kurun waktu tertentu untuk beribadah dengan syarat-syarat khusus, seperti menjauhkan diri dari urusan duniawi untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dilansir dari Antara, berikut lima rekomendasi masjid di Jakarta yang dapat menjadi pilihan untuk melaksanakan iktikaf.

Baca juga: Pendaftaran Iktikaf Ramadhan 2026 di Masjid Istiqlal Dibuka, Kuota 400 Jemaah

1. Masjid Istiqlal

Masjid Istiqlal menjadi salah satu tujuan utama jamaah yang ingin melaksanakan iktikaf di Jakarta.

Sebagai masjid terbesar di Asia Tenggara, ruang shalat utama yang sangat luas memungkinkan ribuan jamaah bermalam tanpa terasa sesak, meski pada malam-malam ganjil jumlah jamaah biasanya meningkat tajam.

Karpet masjid yang tebal membuat jamaah tetap nyaman untuk duduk maupun beristirahat sejenak. Sistem pendingin ruangan dan ventilasi besar juga menjaga kenyamanan sepanjang malam.

Selama iktikaf, biasanya diselenggarakan berbagai kegiatan ibadah seperti qiyamul lail berjamaah, tadarus Al-Qur’an, kajian keagamaan, serta sahur bersama yang disediakan panitia meski dalam jumlah terbatas sekitar 400 porsi.

Fasilitas toilet dan area wudhu tersedia dalam jumlah banyak dan rutin dibersihkan, meskipun antrean sering terjadi menjelang waktu sahur.

Lokasi masjid juga mudah dijangkau karena berada di pusat kota dan dekat dengan halte TransJakarta serta Stasiun KRL Juanda.

2. Masjid Agung Sunda Kelapa

Masjid Agung Sunda Kelapa juga menyediakan layanan iktikaf bagi jamaah selama sepuluh malam terakhir Ramadhan.

Bangunannya luas dengan langit-langit tinggi, sementara area dalam masjid dilapisi karpet yang nyaman untuk beribadah dan bermalam.

Program iktikaf di masjid ini biasanya meliputi kajian malam, tadarus berjamaah, qiyamul lail, serta sahur bersama yang dikelola panitia.

Fasilitas toilet dan tempat wudhu tersedia dengan kondisi bersih dan memadai, meskipun antrean sering terjadi menjelang waktu subuh.

Akses menuju masjid cukup mudah dari berbagai wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan, termasuk melalui halte Dukuh Atas, Stasiun Manggarai, atau Stasiun Cikini yang dilanjutkan dengan ojek.

3. Masjid Agung Al-Azhar

Masjid Agung Al-Azhar di Kebayoran Baru dikenal memiliki pengelolaan kegiatan Ramadhan yang tertata rapi serta fasilitas yang lengkap bagi jamaah iktikaf.

Kompleks masjid yang luas dilengkapi area parkir besar sehingga memudahkan jamaah yang datang dengan membawa perlengkapan bermalam.

Interior masjid menggunakan pendingin ruangan dengan karpet tebal dan pencahayaan hangat yang mendukung kenyamanan beribadah pada malam hari.

Selama sepuluh malam terakhir Ramadhan, biasanya terdapat rangkaian kegiatan seperti tausyiah menjelang tengah malam, qiyamul lail berjamaah, tadarus Al-Qur’an, serta sahur bersama.

Fasilitas toilet dan tempat wudhu juga terjaga kebersihannya. Lokasi masjid strategis dan dapat dijangkau dengan transportasi umum seperti MRT dengan turun di Stasiun ASEAN atau melalui halte Masjid Agung.

4. Masjid Baiturrahman, Pondok Pinang

Masjid Baiturrahman di kawasan Pondok Pinang menyediakan layanan iktikaf bagi jamaah yang ingin bermalam selama Ramadhan.

Meski ukurannya tidak sebesar masjid utama di pusat kota, suasana masjid tetap nyaman untuk beribadah.

Area shalat terjaga kebersihannya dengan karpet yang terawat. Jamaah biasanya membawa alas tambahan untuk beristirahat sejenak saat bermalam.

Kegiatan malam yang diselenggarakan antara lain zikir bersama, tadarus Al-Qur’an, serta qiyamul lail berjamaah.

Lokasinya yang berada di kawasan permukiman membuat suasana malam relatif lebih tenang dan tidak terlalu ramai, sehingga cocok bagi jamaah yang menginginkan iktikaf dengan lingkungan yang lebih khusyuk.

5. Masjid At-Tin, TMII

Masjid At-Tin yang berada di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) juga menjadi salah satu pilihan populer untuk iktikaf di Jakarta.

Masjid ini memiliki arsitektur megah dengan kubah besar dan ruang utama yang sangat luas.

Kapasitas masjid mampu menampung jamaah dalam jumlah besar, sehingga sering dipilih untuk iktikaf terutama pada malam-malam ganjil Ramadhan.

Karpet tebal dan ruang ibadah yang lega memungkinkan jamaah beribadah dengan nyaman meskipun membawa perlengkapan bermalam.

Program iktikaf biasanya mencakup ceramah malam, qiyamul lail berjamaah, tadarus Al-Qur’an, serta sahur bersama. Karena lokasinya berada di area yang lebih lapang dibanding pusat kota, suasana malam di sekitar masjid terasa lebih tenang dan tidak terlalu bising.

Fasilitas toilet dan tempat wudhu juga memadai, meski jamaah bisa membludak pada malam-malam tertentu.

Akses menuju masjid cukup mudah dengan transportasi umum, termasuk TransJakarta yang berhenti di pemberhentian non-BRT Masjid At-Tin.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar