KOMPAS.com - Perayaan Idul Fitri tidak hanya identik dengan tradisi saling berkunjung dan bermaafan.
Dalam beberapa tahun terakhir, cara masyarakat merayakan Lebaran juga semakin dipengaruhi perkembangan dunia digital.
Salah satu tren yang terus berkembang adalah penggunaan twibbon Idul Fitri sebagai bingkai foto profil atau unggahan media sosial.
Menjelang Idul Fitri tahun 2026 atau 1447 Hijriah, tren twibbon kembali mengalami perubahan.
Desain yang beredar kini tidak lagi sekadar dekoratif, tetapi juga menonjolkan estetika visual yang lebih bersih, minimalis, dan bernuansa Islami.
Twibbon menjadi cara sederhana namun efektif untuk menyampaikan ucapan Lebaran, mempererat silaturahmi, sekaligus meramaikan suasana digital saat hari raya.
Lantas, seperti apa tren twibbon Idul Fitri 2026 yang sedang populer, dan bagaimana cara menggunakannya dengan mudah?
Twibbon pada dasarnya adalah bingkai digital yang ditempatkan di atas foto profil atau gambar pribadi untuk menunjukkan dukungan terhadap suatu momen atau kampanye tertentu.
Seiring berkembangnya media sosial, penggunaan twibbon semakin luas, termasuk dalam perayaan keagamaan seperti Idul Fitri.
Menurut kajian komunikasi digital, penggunaan simbol visual di media sosial dapat memperkuat rasa kebersamaan dalam komunitas daring.
Hal ini sejalan dengan penjelasan dalam buku The Psychology of Social Media karya Ciarán Mc Mahon yang menyebutkan bahwa visual digital sering digunakan untuk mengekspresikan identitas sosial serta membangun kedekatan dengan orang lain secara online.
Dalam konteks Lebaran, twibbon berfungsi sebagai simbol digital silaturahmi yang dapat dibagikan kepada keluarga, teman, hingga rekan kerja.
Baca juga: Tren Twibbon Idul Fitri 1447 H, Ini Cara Membuat dan Link Twibbon Lebaran 2026
Memasuki tahun 2026, desain twibbon Idul Fitri menunjukkan perubahan gaya yang cukup jelas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Beberapa tren desain yang banyak digunakan antara lain:
Warna lembut seperti hijau pastel, krem, putih, dan sentuhan emas menjadi dominan. Kombinasi ini memberikan kesan elegan sekaligus tetap identik dengan nuansa Islami.
Desain twibbon Lebaran masih mempertahankan ornamen khas seperti:
Simbol-simbol tersebut sering dikaitkan dengan identitas budaya Islam dalam perayaan hari besar.
Dalam buku Islamic Art and Architecture karya Robert Hillenbrand dijelaskan bahwa motif geometris dan simbol seperti bulan sabit banyak digunakan dalam seni Islam karena merepresentasikan harmoni dan spiritualitas.
Selain ornamen klasik, banyak twibbon terbaru yang menggunakan gaya minimalis modern. Desain ini biasanya hanya menampilkan bingkai sederhana, tipografi elegan, dan ruang kosong yang cukup luas agar foto terlihat lebih menonjol.
Tulisan seperti:
“Selamat Idul Fitri”
“Taqabbalallahu minna wa minkum”
“Mohon Maaf Lahir dan Batin”
sering ditampilkan dalam bentuk kaligrafi digital yang memberikan sentuhan artistik pada twibbon.
Baca juga: 7 Tren Mukena Katun untuk Lebaran 2026: Adem, Mewah dan Praktis Dibawa
Saat ini ada banyak platform yang menyediakan twibbon Lebaran secara gratis dan mudah digunakan.
Beberapa yang paling populer antara lain:
1. Canva
Platform desain ini menyediakan ratusan template bertema Lebaran yang bisa langsung diedit, mulai dari mengganti warna hingga menambahkan teks ucapan.
2. Twibbonize
Situs ini terkenal karena menyediakan berbagai kampanye twibbon yang bisa langsung dipasang hanya dengan mengunggah foto.
3. Bingkai.id
Website ini menyediakan koleksi twibbon dengan tema Ramadan dan Lebaran yang siap digunakan oleh pengguna media sosial.
Platform ini menawarkan desain twibbon yang bisa diunduh secara gratis tanpa perlu langganan.
Memasang twibbon sebenarnya sangat sederhana dan bisa dilakukan hanya dalam beberapa langkah.
Berikut cara yang umum digunakan:
Biasanya twibbon dibuat dengan ukuran 1:1 (1080 × 1080 piksel) agar tampil optimal di platform seperti Instagram, WhatsApp, atau Facebook.
Bagi pengguna yang ingin membuat twibbon sendiri, ada beberapa tips sederhana agar hasilnya terlihat lebih menarik.
Kalimat sederhana seperti “Selamat Idul Fitri 1447 H” sudah cukup untuk memperkuat pesan Lebaran.
Selain sebagai elemen visual, twibbon juga berfungsi sebagai sarana mempererat hubungan sosial di dunia digital.
Dalam buku Digital Religion: Understanding Religious Practice in New Media Worlds karya Heidi A. Campbell dijelaskan bahwa praktik keagamaan kini semakin banyak dilakukan melalui ruang digital, termasuk berbagi ucapan hari besar melalui media sosial.
Hal ini menunjukkan bahwa teknologi tidak menggantikan tradisi, melainkan membuka cara baru untuk mengekspresikan nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan.
Agar twibbon tidak sekadar menjadi foto profil biasa, pengguna dapat memanfaatkannya dengan beberapa cara berikut:
Dengan cara ini, twibbon tidak hanya menjadi elemen desain, tetapi juga sarana menyampaikan pesan hangat kepada orang-orang terdekat.
Perayaan Idul Fitri selalu identik dengan kebersamaan, saling memaafkan, dan mempererat silaturahmi.
Di era digital seperti sekarang, tradisi tersebut juga hadir dalam bentuk baru, salah satunya melalui twibbon Lebaran yang dibagikan di media sosial.
Dengan desain yang semakin estetik dan mudah digunakan, twibbon menjadi cara sederhana namun kreatif untuk menyampaikan ucapan Lebaran kepada banyak orang sekaligus.
Bagi sebagian orang, mungkin hanya sekadar bingkai foto. Namun bagi banyak pengguna media sosial, twibbon adalah simbol kecil kebahagiaan yang ikut meramaikan suasana hari raya di ruang digital.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang