Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

341 Jemaah Umrah Indonesia Masih Menunggu Kepulangan di Jeddah, Pendampingan Diperkuat

Kompas.com, 9 Maret 2026, 13:47 WIB
Khairina

Editor

KOMPAS.com-Kantor Urusan Haji Jeddah terus mengintensifkan pengawasan dan pendampingan terhadap jemaah umrah Indonesia di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan proses kepulangan jemaah menuju Indonesia berjalan lancar dan terpantau dengan baik.

Tim petugas juga melakukan monitoring terhadap jemaah yang masih menunggu kepastian jadwal penerbangan kembali ke Tanah Air.

Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memberikan perlindungan dan pelayanan bagi jemaah umrah Indonesia selama berada di Arab Saudi.

Baca juga: 2.735 Jemaah Umrah Indonesia Dipantau Saat Pulang dari Jeddah, Pemerintah Perkuat Pengawasan

Monitoring intensif terhadap jemaah di bandara

Staf Teknis Haji pada Kantor Urusan Haji Jeddah, M. Ilham Effendy, mengatakan bahwa tim di lapangan terus melakukan pemantauan terhadap pergerakan jemaah di area bandara.

Selain itu, petugas juga mendata jemaah yang mengalami penundaan kepulangan agar dapat segera dicarikan solusi.

“Pemantauan dilakukan secara menyeluruh di area layanan bandara. Kami juga terus melakukan pendataan terhadap jemaah yang tertahan kepulangannya serta berkoordinasi dengan pihak travel dan otoritas terkait agar proses pemulangan dapat segera diselesaikan,” ujar Ilham di Jeddah, Sabtu (7/3/2026), dalam rilis yang diterima KOMPAS.com.

Ratusan jemaah masih menunggu kepastian penerbangan

Berdasarkan data Satgas Bandara per 7 Maret 2026 pukul 23.00 waktu setempat, tercatat sebanyak 341 jemaah dari beberapa penyelenggara perjalanan umrah masih menunggu kepastian jadwal kepulangan.

Para jemaah tersebut sementara diinapkan di sejumlah hotel di Jeddah dan Makkah sambil menunggu kepastian tiket penerbangan menuju Indonesia.

Baca juga: Jemaah Umrah Terdampak Konflik Timur Tengah, Pemerintah Siapkan 10 Langkah Perlindungan

Ribuan jemaah telah dipulangkan melalui berbagai maskapai

Di sisi lain, proses pemulangan jemaah umrah Indonesia terus berlangsung melalui sejumlah maskapai penerbangan.

Beberapa maskapai yang melayani penerbangan kepulangan antara lain Saudia Airlines, Garuda Indonesia, Lion Air, dan IndiGo.

Pada 7 Maret 2026 tercatat sebanyak 1.665 jemaah dijadwalkan kembali ke Tanah Air melalui sejumlah penerbangan dari Bandara Jeddah.

Secara keseluruhan, hingga saat ini sebanyak 17.447 jemaah umrah Indonesia telah dipulangkan ke Indonesia melalui berbagai penerbangan dari Arab Saudi.

Baca juga: 10.060 Jemaah Umrah Kembali, 300 Masih Tertahan, KJRI Jeddah Siaga 24 Jam

Pendampingan khusus bagi jemaah yang masih berada di Makkah

Selain melakukan pemantauan di bandara, tim Kantor Urusan Haji Jeddah juga memberikan pendampingan kepada sejumlah jemaah yang masih berada di Makkah.

Sebanyak 33 jemaah dari salah satu penyelenggara perjalanan umrah saat ini masih diinapkan di hotel sambil menunggu kepastian tiket kepulangan.

Ilham menegaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak travel serta otoritas terkait di Arab Saudi untuk memastikan proses pemulangan berjalan tanpa membebani jemaah.

“Kami terus mengupayakan solusi terbaik melalui koordinasi intensif dengan berbagai pihak, agar jemaah dapat kembali ke tanah air dengan aman dan nyaman,” jelasnya.

Komitmen pendampingan hingga seluruh jemaah pulang

Kantor Urusan Haji Jeddah memastikan akan terus melakukan pemantauan lapangan serta memberikan pendampingan kepada jemaah umrah Indonesia hingga seluruh proses kepulangan selesai.

Upaya ini dilakukan agar setiap jemaah dapat kembali ke Tanah Air dengan aman, nyaman, dan tanpa kendala berarti.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar