Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ramadan Berkah di Ampel Surabaya, Pedagang Kurma Kebanjiran Pembeli hingga Stok 7 Ton Disiapkan

Kompas.com, 10 Maret 2026, 16:58 WIB
Azwa Safrina,
Farid Assifa

Tim Redaksi

SURABAYA, KOMPAS.com – Buah kurma menjadi salah satu hidangan yang hampir selalu hadir di meja makan umat Muslim saat berbuka puasa. Tradisi tersebut membawa berkah tersendiri bagi para pedagang kurma, terutama di kawasan wisata religi Sunan Ampel, Surabaya.

Menjelang dan selama bulan Ramadhan, kawasan sekitar Masjid Sunan Ampel dipenuhi lapak pedagang kurma yang menawarkan berbagai jenis kurma impor dari sejumlah negara Timur Tengah.

Pantauan Kompas.com, puluhan lapak kurma terlihat memadati area sekitar masjid hingga pintu masuk belakang kawasan Ampel. Ratusan jenis kurma tersusun rapi dan menarik perhatian para peziarah yang datang ke makam Sunan Ampel.

Baca juga: DPR Desak BPOM Razia Kurma yang Mengandung Sirup Glukosa dan Pengawet Tanpa Label

Para pembeli tidak hanya berasal dari Surabaya, tetapi juga dari berbagai daerah yang datang untuk berziarah sekaligus membeli kurma.

Salah seorang pembeli asal Gresik, Mistinah (30), mengaku hampir setiap tahun membeli kurma di kawasan Ampel, terutama saat memasuki bulan puasa.

“Setiap kali seminggu sebelum puasa, dekat malam Nuzulul Quran, sama malam ganjil kan selalu kesini sama keluarga, ajdi sekalian mampir (membeli kurma),” ucap Mistinah saat ditemui Kompas.com, Senin (9/3/2026).

Ia biasanya membeli kurma dalam jumlah besar untuk dibagikan kepada keluarga.

“Mumpung disini jadi sekalian beli banyak, jarang-jarang ke Surabaya, sekalian bisa bagi-bagi keluarga,” tuturnya.

Lonjakan pembeli juga dirasakan oleh para pedagang kurma. Salah satu pedagang, Rahman (23), mengatakan penjualan kurma meningkat signifikan sejak awal Ramadhan.

“Selama Ramadan omzet bisa naik hingga 70 persen dibanding hari biasa. Sehari bisa menjual ratusan kilogram, bahkan sering kehabisan stok karena tingginya permintaan untuk berbuka, sahur, dan berbagi takjil,” ungkap Rahman.

Ia menjual berbagai jenis kurma seperti kurma Mesir, Palestina, Iran, Tunisia hingga Madinah.

Harga kurma yang ditawarkan bervariasi, mulai dari Rp 40.000 hingga Rp 100.000 per kilogram tergantung jenis dan ukuran.

“Tergantung jenis, ukurannya juga sih, tapi kalau disini yang paling laris kurma Tunisia harganya Rp 100.000,” tuturnya.

Pedagang lain, Ali (45), bahkan sudah menyiapkan stok kurma dalam jumlah besar untuk mengantisipasi lonjakan permintaan selama Ramadhan.

"Penjualan kurma jelang Ramadan ini saya baru stok sampai 7 ton untuk memenuhi permintaan. Yang banyak dicari kurma Madinah, Mesir, Tunisia," kata Ali.

Ia menjelaskan bahwa kurma yang dijual di lapaknya merupakan kurma impor langsung dari negara asal agar kualitasnya tetap terjaga.

Baca juga: Makanan Kesukaan Rasulullah SAW, Inspirasi Menu Berbuka dan Sahur

"Ini impor dari Arab langsung, soalnya kalau ambil dari lainnya, kualitasnya beda," jelasnya.

Ali juga menyebut aktivitas jual beli di kawasan Ampel hampir tidak pernah sepi, bahkan berlangsung hingga 24 jam selama bulan Ramadhan.

"Pembeli tidak hanya dari Surabaya, ada daerah-daerah lainnya juga datang ke sini," pungkasnya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com