Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kapan Waktu Terbaik untuk Umrah? Ini Bulan, Musim, dan Jam yang Paling Nyaman

Kompas.com, 12 Maret 2026, 17:05 WIB
Khairina

Editor

KOMPAS.com-Umrah dapat dilaksanakan kapan saja sepanjang tahun, berbeda dengan ibadah haji yang terikat pada waktu tertentu.

Fleksibilitas ini memberi kesempatan bagi umat Islam untuk menentukan waktu perjalanan sesuai kondisi masing-masing.

Namun, pemilihan waktu umrah juga perlu mempertimbangkan sejumlah faktor seperti tingkat keramaian jemaah, kondisi cuaca di Makkah, hingga harga paket perjalanan. Oleh karena itu, calon jemaah biasanya memilih waktu yang dianggap paling nyaman dan efisien untuk menjalankan ibadah.

Baca juga: 341 Jemaah Umrah Indonesia Masih Menunggu Kepulangan di Jeddah, Pendampingan Diperkuat

Bulan Terbaik untuk Melaksanakan Umrah

Tidak semua bulan memberikan pengalaman umrah yang sama bagi jemaah. Beberapa periode memiliki tingkat keramaian yang lebih rendah, sementara periode lain menawarkan cuaca yang lebih nyaman.

Dilansir dari Islamic Information, periode Mei hingga September dikenal sebagai musim dengan jumlah jemaah paling sedikit sepanjang tahun. Namun, suhu udara di Makkah pada periode ini dapat mencapai sekitar 45 derajat Celsius, sehingga kondisi panas ekstrem dapat membuat rangkaian ibadah terasa lebih berat secara fisik.

Meski demikian, periode ini biasanya menawarkan harga paket perjalanan dan tiket pesawat yang lebih murah dibandingkan waktu lainnya.

Baca juga: 10.060 Jemaah Umrah Kembali, 300 Masih Tertahan, KJRI Jeddah Siaga 24 Jam

Sementara itu, bulan Muharram dan Safar, yang merupakan awal kalender Hijriah dan berlangsung setelah musim haji, cenderung memiliki suasana yang lebih tenang. Pada periode ini, jumlah jemaah relatif sedikit sehingga masjid terasa lebih lengang.

Banyak jemaah juga memilih periode Oktober hingga Maret karena dianggap sebagai waktu yang paling nyaman.

Suhu rata-rata di Makkah pada periode tersebut berada di kisaran 31 derajat Celsius, sehingga kondisi cuaca lebih bersahabat dibandingkan musim panas.

Selain itu, tingkat keramaian pada periode ini biasanya berada pada kategori sedang sehingga pengalaman ibadah dinilai lebih seimbang.

Musim Umrah yang Paling Nyaman

Selain mempertimbangkan bulan tertentu, musim perjalanan juga memengaruhi kenyamanan jemaah selama menjalankan ibadah umrah.

Musim panas, yakni pertengahan Juni hingga pertengahan September, biasanya memiliki jumlah jemaah paling sedikit. Kondisi ini membuat harga paket umrah cenderung lebih murah, namun suhu yang sangat tinggi membuat periode ini kurang disarankan bagi lansia maupun keluarga yang membawa anak-anak.

Sebaliknya, musim dingin di bulan Desember hingga Februari menawarkan cuaca yang lebih nyaman dengan suhu yang tidak terlalu panas. Di luar bulan Ramadhan, periode ini menjadi salah satu waktu yang menyenangkan untuk beribadah di Makkah karena keramaian jemaah masih relatif terkendali.

Musim semi, padapertengahan Maret hingga pertengahan Juni, juga menjadi pilihan bagi jemaah yang ingin menghindari panas ekstrem sekaligus menghindari lonjakan jemaah saat Ramadan.

Sementara itu, musim gugur, pada Oktober hingga November, sering dianggap sebagai salah satu periode paling ideal karena suhu udara nyaman dan tingkat keramaian berada pada kategori sedang.

Baca juga: Jemaah Umrah Terdampak Konflik Timur Tengah, Pemerintah Siapkan 10 Langkah Perlindungan

Waktu Umrah Termurah dalam Setahun

Bagi calon jemaah yang mempertimbangkan faktor biaya perjalanan, beberapa bulan dikenal menawarkan harga paket umrah yang lebih murah.

Bulan April dan Mei biasanya menyediakan paket perjalanan dan tiket pesawat dengan harga paling rendah sepanjang tahun, dengan jumlah jemaah yang relatif tidak terlalu padat.

Selain itu, September dan Desember juga sering menjadi periode dengan penawaran harga yang cukup terjangkau bagi calon jemaah.

Jam Terbaik untuk Melaksanakan Tawaf dan Sa’i

Selain memilih bulan atau musim perjalanan, waktu pelaksanaan ibadah dalam satu hari juga memengaruhi kenyamanan jemaah.

Periode setelah sholat Subuh biasanya menjadi salah satu waktu paling tenang di Masjidil Haram. Banyak jemaah kembali ke hotel setelah salat sehingga area sekitar Ka’bah menjadi lebih lengang.

Waktu sholat Zuhur juga cenderung tidak terlalu ramai karena sebagian jemaah kembali ke penginapan untuk beristirahat dari panas siang hari.

Sebaliknya, waktu sholat Asar, Maghrib, dan Isya merupakan periode paling padat di Masjidil Haram. Pada waktu tersebut jumlah jemaah biasanya meningkat karena banyak orang memilih beribadah pada malam hari ketika suhu lebih sejuk.

Baca juga: Cara Umroh yang Benar Menurut Sunnah Rasulullah SAW: Panduan Praktis

Jam Paling Disarankan di Masjidil Haram

Bagi jemaah yang ingin melaksanakan tawaf dan sa’i dengan lebih leluasa, waktu antara pukul 08.00 hingga 15.00 dianggap sebagai periode paling ideal.

Selain itu, waktu pukul 23.00 hingga 04.00 juga masih cukup nyaman karena tingkat keramaian berada pada kategori sedang.

Sebaliknya, periode pukul 05.00 hingga 08.00 serta pukul 16.00 hingga 22.00 biasanya menjadi waktu paling ramai di Masjidil Haram sehingga kepadatan jemaah dapat membuat ibadah terasa lebih menantang.

Pada akhirnya, tidak ada satu waktu yang benar-benar sempurna untuk melaksanakan umrah. Pilihan waktu terbaik bergantung pada prioritas masing-masing jemaah, baik dari sisi biaya perjalanan, kenyamanan cuaca, maupun tingkat keramaian di Masjidil Haram.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar