Editor
KOMPAS.com-Umrah dapat dilaksanakan kapan saja sepanjang tahun, berbeda dengan ibadah haji yang terikat pada waktu tertentu.
Fleksibilitas ini memberi kesempatan bagi umat Islam untuk menentukan waktu perjalanan sesuai kondisi masing-masing.
Namun, pemilihan waktu umrah juga perlu mempertimbangkan sejumlah faktor seperti tingkat keramaian jemaah, kondisi cuaca di Makkah, hingga harga paket perjalanan. Oleh karena itu, calon jemaah biasanya memilih waktu yang dianggap paling nyaman dan efisien untuk menjalankan ibadah.
Baca juga: 341 Jemaah Umrah Indonesia Masih Menunggu Kepulangan di Jeddah, Pendampingan Diperkuat
Tidak semua bulan memberikan pengalaman umrah yang sama bagi jemaah. Beberapa periode memiliki tingkat keramaian yang lebih rendah, sementara periode lain menawarkan cuaca yang lebih nyaman.
Dilansir dari Islamic Information, periode Mei hingga September dikenal sebagai musim dengan jumlah jemaah paling sedikit sepanjang tahun. Namun, suhu udara di Makkah pada periode ini dapat mencapai sekitar 45 derajat Celsius, sehingga kondisi panas ekstrem dapat membuat rangkaian ibadah terasa lebih berat secara fisik.
Meski demikian, periode ini biasanya menawarkan harga paket perjalanan dan tiket pesawat yang lebih murah dibandingkan waktu lainnya.
Baca juga: 10.060 Jemaah Umrah Kembali, 300 Masih Tertahan, KJRI Jeddah Siaga 24 Jam
Sementara itu, bulan Muharram dan Safar, yang merupakan awal kalender Hijriah dan berlangsung setelah musim haji, cenderung memiliki suasana yang lebih tenang. Pada periode ini, jumlah jemaah relatif sedikit sehingga masjid terasa lebih lengang.
Banyak jemaah juga memilih periode Oktober hingga Maret karena dianggap sebagai waktu yang paling nyaman.
Suhu rata-rata di Makkah pada periode tersebut berada di kisaran 31 derajat Celsius, sehingga kondisi cuaca lebih bersahabat dibandingkan musim panas.
Selain itu, tingkat keramaian pada periode ini biasanya berada pada kategori sedang sehingga pengalaman ibadah dinilai lebih seimbang.
Selain mempertimbangkan bulan tertentu, musim perjalanan juga memengaruhi kenyamanan jemaah selama menjalankan ibadah umrah.
Musim panas, yakni pertengahan Juni hingga pertengahan September, biasanya memiliki jumlah jemaah paling sedikit. Kondisi ini membuat harga paket umrah cenderung lebih murah, namun suhu yang sangat tinggi membuat periode ini kurang disarankan bagi lansia maupun keluarga yang membawa anak-anak.
Sebaliknya, musim dingin di bulan Desember hingga Februari menawarkan cuaca yang lebih nyaman dengan suhu yang tidak terlalu panas. Di luar bulan Ramadhan, periode ini menjadi salah satu waktu yang menyenangkan untuk beribadah di Makkah karena keramaian jemaah masih relatif terkendali.
Musim semi, padapertengahan Maret hingga pertengahan Juni, juga menjadi pilihan bagi jemaah yang ingin menghindari panas ekstrem sekaligus menghindari lonjakan jemaah saat Ramadan.
Sementara itu, musim gugur, pada Oktober hingga November, sering dianggap sebagai salah satu periode paling ideal karena suhu udara nyaman dan tingkat keramaian berada pada kategori sedang.
Baca juga: Jemaah Umrah Terdampak Konflik Timur Tengah, Pemerintah Siapkan 10 Langkah Perlindungan
Bagi calon jemaah yang mempertimbangkan faktor biaya perjalanan, beberapa bulan dikenal menawarkan harga paket umrah yang lebih murah.
Bulan April dan Mei biasanya menyediakan paket perjalanan dan tiket pesawat dengan harga paling rendah sepanjang tahun, dengan jumlah jemaah yang relatif tidak terlalu padat.
Selain itu, September dan Desember juga sering menjadi periode dengan penawaran harga yang cukup terjangkau bagi calon jemaah.
Selain memilih bulan atau musim perjalanan, waktu pelaksanaan ibadah dalam satu hari juga memengaruhi kenyamanan jemaah.
Periode setelah sholat Subuh biasanya menjadi salah satu waktu paling tenang di Masjidil Haram. Banyak jemaah kembali ke hotel setelah salat sehingga area sekitar Ka’bah menjadi lebih lengang.
Waktu sholat Zuhur juga cenderung tidak terlalu ramai karena sebagian jemaah kembali ke penginapan untuk beristirahat dari panas siang hari.
Sebaliknya, waktu sholat Asar, Maghrib, dan Isya merupakan periode paling padat di Masjidil Haram. Pada waktu tersebut jumlah jemaah biasanya meningkat karena banyak orang memilih beribadah pada malam hari ketika suhu lebih sejuk.
Baca juga: Cara Umroh yang Benar Menurut Sunnah Rasulullah SAW: Panduan Praktis
Bagi jemaah yang ingin melaksanakan tawaf dan sa’i dengan lebih leluasa, waktu antara pukul 08.00 hingga 15.00 dianggap sebagai periode paling ideal.
Selain itu, waktu pukul 23.00 hingga 04.00 juga masih cukup nyaman karena tingkat keramaian berada pada kategori sedang.
Sebaliknya, periode pukul 05.00 hingga 08.00 serta pukul 16.00 hingga 22.00 biasanya menjadi waktu paling ramai di Masjidil Haram sehingga kepadatan jemaah dapat membuat ibadah terasa lebih menantang.
Pada akhirnya, tidak ada satu waktu yang benar-benar sempurna untuk melaksanakan umrah. Pilihan waktu terbaik bergantung pada prioritas masing-masing jemaah, baik dari sisi biaya perjalanan, kenyamanan cuaca, maupun tingkat keramaian di Masjidil Haram.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang