Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng Mulai Disalurkan Jelang Lebaran 2026, Target 33,2 Juta Keluarga

Kompas.com, 12 Maret 2026, 16:12 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Pemerintah mulai menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng kepada masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Program ini ditujukan bagi keluarga berpenghasilan rendah yang terdaftar sebagai penerima manfaat. Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap di berbagai daerah di Indonesia.

Dalam program ini, setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan bantuan beras sebanyak 10 kilogram dan minyak goreng sebanyak 2 liter untuk alokasi satu bulan.

Untuk penyaluran bantuan selama dua bulan sekaligus, Perum Bulog akan mengeluarkan stok beras sebanyak 664,8 ribu ton serta minyak goreng sekitar 132,9 ribu kiloliter.

Baca juga: Daftar Bansos Cair Jelang Lebaran 2026, Cek Penerima dan Besarannya

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat sekaligus menjaga daya beli menjelang Lebaran.

Dilansir dari Antara, Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan penyaluran bantuan pangan tersebut telah mulai dilakukan melalui Perum Bulog.

Program ini merupakan bagian dari stimulus ekonomi yang digulirkan pemerintah pada kuartal pertama tahun ini.

Bantuan Beras dan Minyak Goreng Mulai Disalurkan

Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Bapanas Rachmi Widiriani mengatakan bantuan pangan sudah mulai dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Program bantuan pangan beras dan minyak goreng dipastikan sudah mulai dibagikan ke masyarakat berpenghasilan rendah," kata Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Bapanas Rachmi Widiriani dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Berdasarkan penugasan Bapanas kepada Perum Bulog, hingga 9 Maret tercatat bantuan yang telah tersalurkan meliputi beras sebanyak 68.540 kilogram dan minyak goreng sebanyak 13.708 liter.

Bantuan tersebut telah diterima oleh 3.427 keluarga penerima manfaat (KPM).

Target 33,2 Juta Keluarga Penerima Manfaat

Penyaluran bantuan pangan dilakukan secara bertahap dengan target menjangkau 33,2 juta keluarga penerima manfaat di seluruh Indonesia. Pemerintah juga mendorong percepatan distribusi bantuan, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah yang diperkirakan berlangsung sekitar 10–11 hari lagi.

"Bapanas bersama Bulog sebagaimana perintah Bapak Presiden (Prabowo Subianto) dan Bapak Kepala Bapanas (Andi Amran Sulaiman) hadir bagi masyarakat. Bantuan pangan akan terus digelontorkan, terutama menjelang Idul Fitri yang sebentar lagi masyarakat rayakan," jelasnya.

Sejumlah provinsi yang telah memulai penyaluran bantuan pangan antara lain Sumatera Utara, Jawa Timur, Bali, Jambi, Banten, dan Sulawesi Selatan.

Bapanas juga mendorong Perum Bulog di seluruh daerah untuk segera memulai distribusi bantuan pangan beras dan minyak goreng.

"Ini karena melalui implementasi salah satu program stimulus ekonomi kuartal pertama ini, diharapkan daya beli dan konsumsi masyarakat dapat terus terjaga pada tren yang membaik," tuturnya.

Pemerintah Siapkan Anggaran Rp11,92 Triliun

Secara terpisah, Kepala Bapanas yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan program bantuan pangan tersebut telah siap untuk disalurkan.

Amran menegaskan bahwa pemerintah akan bergerak cepat dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

Program bantuan pangan beras dan minyak goreng ini membutuhkan total anggaran sebesar Rp11,92 triliun yang dialokasikan bagi 33,2 juta penerima bantuan di seluruh Indonesia.

Daerah dengan Penerima Bantuan Terbanyak

Data pemerintah menunjukkan lima provinsi dengan jumlah penerima bantuan pangan terbesar berada di Pulau Jawa dan Sumatera.

Provinsi Jawa Barat tercatat memiliki penerima terbanyak dengan 6.093.530 keluarga penerima manfaat. Disusul Jawa Timur sebanyak 5.638.478 penerima dan Jawa Tengah dengan 5.071.126 penerima.

Selanjutnya Sumatera Utara memiliki 1.756.846 penerima bantuan dan Banten sebanyak 1.298.597 penerima.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar