Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Surah Al An'am Ayat 29, Ingatkan Tentang Kehidupan Setelah Kematian

Kompas.com, 12 Juni 2026, 18:00 WIB
Fitri Anggiawati,
Khairina

Tim Redaksi

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Di tengah hiruk-pikuk kehidupan, manusia sering kali larut dalam berbagai urusan dunia. Mengejar harta, jabatan, popularitas, dan berbagai kesenangan seakan menjadi tujuan utama hidup.

Tidak sedikit yang mengorbankan waktu, tenaga, bahkan prinsip demi mendapatkan apa yang diinginkannya. Padahal, Allah SWT telah mengingatkan bahwa kehidupan dunia hanyalah persinggahan sementara.

Allah SWT berfirman:

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ أَفَلَا تَعْقِلُونَ.

"Dan tidaklah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya." (QS Al-An'am: 32)

Baca juga: Unik, Alquran Kuningan Abad 18 Jadi Koleksi Museum di Makkah

Ayat ini turun sebagai bantahan terhadap orang-orang kafir yang mengingkari adanya kehidupan setelah kematian. Mereka meyakini bahwa kehidupan hanya berhenti di dunia. Allah SWT mengabadikan ucapan mereka dalam firman-Nya:

وَقَالُوا اِنْ هِيَ اِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا وَمَا نَحْنُ بِمَبْعُوْثِيْنَۖ ۝٢٩

"Mereka berkata: 'Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, dan kita sekali-kali tidak akan dibangkitkan.'"

(QS Al-An'am: 29)

Melalui ayat tersebut, Allah SWT menegaskan bahwa anggapan itu adalah kesalahan besar. Dunia yang selama ini dibanggakan ternyata hanyalah permainan dan senda gurau.

"Bukan berarti manusia dilarang bekerja, mencari nafkah, atau menikmati nikmat yang halal. Namun, dunia tidak boleh menjadi tujuan akhir yang membuat seseorang lupa kepada Allah dan lalai mempersiapkan bekal menuju kehidupan yang kekal," kata Lajnah Dakwah PC Al Irsyad Al Islamiyyah Banyuwangi, Ustadz Ahsanul Falihin.

Betapa banyak manusia yang tertipu oleh gemerlap dunia. Mereka merasa memiliki waktu yang panjang, seolah kematian masih jauh dari jangkauan.

Padahal, setiap hari manusia menyaksikan kematian, musibah, dan berbagai peristiwa yang menunjukkan betapa rapuhnya kehidupan ini. Semua itu menjadi pengingat bahwa tidak ada yang abadi selain Allah SWT.

Karena itu, Allah SWT melanjutkan firman-Nya:

"Dan sungguh negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa."

Baca juga: Muchlis M Hanafi Wakili Indonesia di Forum Internasional Pentashihan Mushaf Alquran Irak

Akhirat disebut lebih baik karena kenikmatannya tidak pernah berakhir. Berbeda dengan dunia yang fana dan sementara, kebahagiaan di akhirat bersifat kekal. Namun, keutamaan itu diperuntukkan bagi orang-orang yang bertakwa.

"Lalu, siapakah orang-orang yang bertakwa?

Mereka adalah orang-orang yang takut kepada Allah SWT sehingga berusaha menaati segala perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, serta senantiasa mencari ridha-Nya dalam setiap langkah kehidupan," terangnya.

Takwa bukan sekadar ucapan, tetapi tercermin dalam amal saleh, kejujuran, kesabaran, dan kesungguhan menjaga hubungan dengan Sang Pencipta.

Ayat ini ditutup dengan pertanyaan yang menggugah kesadaran:

"Maka tidakkah kamu memahaminya?"

Yang kemudian teguran agar manusia menggunakan akalnya. Orang yang berpikir jernih tentu akan menyadari bahwa dunia bukan tempat tinggal selamanya. Ia hanyalah ladang untuk menanam amal. Apa yang ditanam hari ini, itulah yang akan dipanen di akhirat kelak.

Baca juga: Kenapa Isra Miraj Dilakukan Malam Hari? Ini Penjelasan Alquran

Seorang yang cerdas bukanlah semata-mata mereka yang berhasil mengumpulkan kekayaan atau mencapai kedudukan tinggi. Orang yang benar-benar cerdas adalah mereka yang mampu menempatkan dunia di tangannya, bukan di hatinya.

Ia memanfaatkan dunia sebagai sarana untuk mendekat kepada Allah SWT dan mempersiapkan bekal menuju kehidupan yang abadi.

Pada akhirnya, dunia memang akan ditinggalkan. Harta, jabatan, dan segala kebanggaan tidak akan ikut menyertai ke liang lahat. Yang tersisa hanyalah amal perbuatan.

"Dunia menipu dan sementara. Akhirat benar dan kekal. Orang cerdas akan memilih takwa: hidup untuk Allah, bukan diperbudak dunia," pesannya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
7 Doa Penenang Hati saat Gelisah, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
7 Doa Penenang Hati saat Gelisah, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Aktual
Surah Al An'am Ayat 29, Ingatkan Tentang Kehidupan Setelah Kematian
Surah Al An'am Ayat 29, Ingatkan Tentang Kehidupan Setelah Kematian
Aktual
4 Doa Memohon Rezeki, Lengkap Arab, Latin, Arti, serta Keutamaannya
4 Doa Memohon Rezeki, Lengkap Arab, Latin, Arti, serta Keutamaannya
Aktual
Hanya 2 Tahun, Umar bin Abdul Aziz Berhasil Tekan Kemiskinan
Hanya 2 Tahun, Umar bin Abdul Aziz Berhasil Tekan Kemiskinan
Aktual
Doa Masuk Rumah Lengkap Arab, Latin, Arti dan Adabnya dalam Islam
Doa Masuk Rumah Lengkap Arab, Latin, Arti dan Adabnya dalam Islam
Aktual
Arti Doa Allahumma Yassir Wala Tu'assir, Dibaca Saat Menghadapi Kesulitan
Arti Doa Allahumma Yassir Wala Tu'assir, Dibaca Saat Menghadapi Kesulitan
Doa dan Niat
30 Ucapan Tahun Baru Islam 1448 H untuk Spanduk dan Baliho Penuh Makna
30 Ucapan Tahun Baru Islam 1448 H untuk Spanduk dan Baliho Penuh Makna
Aktual
Hukum Menyandang Gelar Haji dan Hajjah, Tradisi atau Ajaran Islam? Simak Penjelasannya
Hukum Menyandang Gelar Haji dan Hajjah, Tradisi atau Ajaran Islam? Simak Penjelasannya
Aktual
5 Tradisi Tahun Baru Islam di Indonesia yang Masih Lestari, dari Mabit hingga Tabuik
5 Tradisi Tahun Baru Islam di Indonesia yang Masih Lestari, dari Mabit hingga Tabuik
Aktual
10 Doa agar Terhindar dari Fitnah Akhir Zaman dan Dajjal
10 Doa agar Terhindar dari Fitnah Akhir Zaman dan Dajjal
Doa dan Niat
6 Tradisi Tahun Baru Islam di Berbagai Negara, dari Indonesia hingga Mesir
6 Tradisi Tahun Baru Islam di Berbagai Negara, dari Indonesia hingga Mesir
Aktual
Surah Al Mulk, Amalan Malam yang Disebut Menyelamatkan dari Azab Kubur
Surah Al Mulk, Amalan Malam yang Disebut Menyelamatkan dari Azab Kubur
Doa dan Niat
Hidup Sezaman Nabi Muhammad, Ratu Shima Viral hingga Jazirah Arab
Hidup Sezaman Nabi Muhammad, Ratu Shima Viral hingga Jazirah Arab
Aktual
Sejarah Kota Mekkah, Tempat Kelahiran Nabi Muhammad SAW dan Pusat Peradaban Islam
Sejarah Kota Mekkah, Tempat Kelahiran Nabi Muhammad SAW dan Pusat Peradaban Islam
Aktual
Surah Al Ikhlas Hanya 4 Ayat, Mengapa Setara Sepertiga Al-Qur'an?
Surah Al Ikhlas Hanya 4 Ayat, Mengapa Setara Sepertiga Al-Qur'an?
Doa dan Niat
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com