Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Wudhu dalam Islam: Pengertian, Dalil Alquran, dan 6 Rukun Menurut Mazhab Syafi’i

Kompas.com, 24 Januari 2026, 08:04 WIB
Add on Google
Khairina

Editor

Sumber MUI

KOMPAS.com-Wudhu merupakan syarat sah shalat yang wajib dipenuhi oleh setiap Muslim sebelum melaksanakan ibadah tersebut.

Shalat tidak dianggap sah apabila dikerjakan tanpa wudhu, sehingga pemahaman mengenai ketentuan dan rukun wudhu menjadi hal mendasar dalam pelaksanaan ibadah.

Dilansir dari MUI yang mengutip Muhammad Ajib, Lc, MA dalam bukunya Fiqih Wudhu Versi Madzhab Syafi’i (2019:9), mempelajari rukun wudhu bertujuan untuk memastikan apakah wudhu seseorang dinilai sah atau tidak secara syariat.

Baca juga: Hukum Berbicara saat Wudhu Menurut Ulama

Tolok ukur sah atau tidaknya wudhu bersifat jelas, yakni wudhu dinilai sah apabila seluruh rukunnya dilaksanakan, sedangkan meninggalkan salah satu rukun menyebabkan wudhu menjadi tidak sah.

Oleh karena itu, rukun wudhu merupakan unsur pokok yang wajib dipenuhi dalam setiap pelaksanaan wudhu.

Dalil Wudhu dalam Alquran

Landasan kewajiban wudhu beserta tata caranya ditegaskan dalam firman Allah Ta’ala berikut ini:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ

“Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki.” (QS. Al-Maidah [5]: 6)

Berdasarkan ayat tersebut, para ulama kemudian merumuskan rukun wudhu yang wajib dipenuhi oleh setiap Muslim.

Baca juga: Keutamaan Shalat Sunnah Wudhu, Diampuni Dosa Hingga Masuk Surga

Rukun Wudhu Menurut Mazhab Syafi’i

Dr Musthafa Dib Al-Bugha dalam Fiqih Islam Lengkap: Penjelasan Hukum-Hukum Islam Mazhab Syafi’i (2010: 31–32) menjelaskan bahwa terdapat enam rukun wudhu yang wajib dipenuhi.

Rukun pertama adalah niat yang dilakukan bersamaan dengan membasuh wajah.

Niat berfungsi membedakan ibadah dari aktivitas biasa, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ dari Umar bin Khaththab RA:

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

“Amalan-amalan itu sesuai dengan niatnya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Rukun kedua ialah membasuh wajah secara menyeluruh, mulai dari tempat tumbuhnya rambut kepala hingga dagu serta dari telinga kanan hingga telinga kiri.

Seluruh bagian wajah wajib terkena air, sedangkan berkumur dan membersihkan hidung dianjurkan sebagai penyempurna wudhu.

Rukun ketiga adalah membasuh kedua tangan hingga siku, termasuk bagian siku itu sendiri.

Ketentuan ini didasarkan pada riwayat Abu Hurairah RA yang menyebutkan bahwa Rasulullah  membasuh kedua tangannya hingga mengenai siku secara sempurna. (HR Muslim).

Rukun keempat berupa mengusap sebagian kepala, meskipun hanya sebagian kecil.

Dalam salah satu riwayat, Rasulullah  mengusap sebagian kepala meskipun mengenakan surban, lalu menyempurnakannya pada bagian kepala yang terbuka. (HR Muslim).

Baca juga: Wudhu: Pengertian, Dalil, dan Tata Cara Lengkap Sesuai Syariat Islam

Rukun kelima adalah membasuh kedua kaki hingga mata kaki.

Mata kaki termasuk bagian yang wajib dibasuh, dan Nabi mencontohkan pencucian kaki secara sempurna baik kaki kanan maupun kiri.

Rukun keenam adalah tertib, yaitu melaksanakan seluruh rukun wudhu sesuai urutan yang telah ditetapkan dalam Alquran dan dicontohkan oleh Rasulullah.

Tidak terdapat riwayat yang menunjukkan Nabi mengerjakan wudhu secara acak, sehingga tertib menjadi syarat sah wudhu yang tidak boleh ditinggalkan.

Dengan demikian, wudhu memiliki enam rukun utama yang wajib dipenuhi, dan meninggalkan salah satunya menyebabkan wudhu menjadi tidak sah.

Ajaran Alquran dan hadis menegaskan bahwa wudhu bukan sekadar proses penyucian fisik, melainkan bentuk ketaatan kepada Allah SWT sesuai tuntunan Rasulullah

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Menhaj Irfan: 25.271 Calon Jemaah Haji Indonesia Telah Diberangkatkan ke Madinah
Menhaj Irfan: 25.271 Calon Jemaah Haji Indonesia Telah Diberangkatkan ke Madinah
Aktual
Orang Tua Ungkap Alasan Daftarkan Haji Tsurayya Sejak Usia 2 Tahun: Bekal Hidup Dunia Akhirat
Orang Tua Ungkap Alasan Daftarkan Haji Tsurayya Sejak Usia 2 Tahun: Bekal Hidup Dunia Akhirat
Aktual
Cerita Tsurayya, Jemaah Haji Termuda Ponorogo yang Didaftarkan Sejak Usia 2 Tahun
Cerita Tsurayya, Jemaah Haji Termuda Ponorogo yang Didaftarkan Sejak Usia 2 Tahun
Aktual
Soroti Potensi Pelanggaran, Pemerintah Tegaskan KBIHU Dilarang Pungut Biaya Tambahan ke Jemaah Haji
Soroti Potensi Pelanggaran, Pemerintah Tegaskan KBIHU Dilarang Pungut Biaya Tambahan ke Jemaah Haji
Aktual
Marak Penawaran Haji Tanpa Antre Ilegal, Pemerintah Minta Masyarakat Waspada
Marak Penawaran Haji Tanpa Antre Ilegal, Pemerintah Minta Masyarakat Waspada
Aktual
Petugas Bekerja Teliti Pantau Bagasi Di Balik Ramainya Kedatangan Jemaah Haji di Madinah
Petugas Bekerja Teliti Pantau Bagasi Di Balik Ramainya Kedatangan Jemaah Haji di Madinah
Aktual
Ribuan Jemaah Haji Tiba Bersamaan di Bandara Madinah, Petugas Terapkan Rekayasa Pergerakan
Ribuan Jemaah Haji Tiba Bersamaan di Bandara Madinah, Petugas Terapkan Rekayasa Pergerakan
Aktual
Cerita Penjual Ikan Keliling di Gowa, Berangkat Haji dari Hasil Menabung Mulai Rp 30 Ribu per Hari
Cerita Penjual Ikan Keliling di Gowa, Berangkat Haji dari Hasil Menabung Mulai Rp 30 Ribu per Hari
Aktual
PPIH Madinah Imbau Jemaah Haji Indonesia Waspadai Cuaca Panas di Tanah Suci
PPIH Madinah Imbau Jemaah Haji Indonesia Waspadai Cuaca Panas di Tanah Suci
Aktual
Seorang Jemaah Haji Asal Solo Wafat di Madinah, Kemenhaj Pastikan Akan Laksanakan Badal Haji
Seorang Jemaah Haji Asal Solo Wafat di Madinah, Kemenhaj Pastikan Akan Laksanakan Badal Haji
Aktual
Kemenhaj Larang KBIHU Pungut Biaya Tambahan Jemaah Haji, Pelanggar Akan Ditindak
Kemenhaj Larang KBIHU Pungut Biaya Tambahan Jemaah Haji, Pelanggar Akan Ditindak
Aktual
Ayah Kandung Tak Ada, Bisakah Ayah Sambung Jadi Wali Nikah? Ini Syarat dan Hukumnya menurut Fikih
Ayah Kandung Tak Ada, Bisakah Ayah Sambung Jadi Wali Nikah? Ini Syarat dan Hukumnya menurut Fikih
Aktual
Ayah Tiada atau Menghilang, Siapa Wali Nikah? Ini Urutan dan Ketentuannya dalam Islam
Ayah Tiada atau Menghilang, Siapa Wali Nikah? Ini Urutan dan Ketentuannya dalam Islam
Aktual
15 Tahun Menabung dari Gaji Marbot, Hamdi Akhirnya Berhaji Bersama Istri
15 Tahun Menabung dari Gaji Marbot, Hamdi Akhirnya Berhaji Bersama Istri
Aktual
Masjid Berdiri di Rooftop RS Jakarta, Hadirkan 'Healing' Fisik dan Batin
Masjid Berdiri di Rooftop RS Jakarta, Hadirkan "Healing" Fisik dan Batin
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com