Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Masuk Rumah Lengkap Arab, Latin, Arti dan Adabnya dalam Islam

Kompas.com, 12 Juni 2026, 16:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Setiap orang tentu menginginkan rumah yang dipenuhi ketenangan, keberkahan, dan perlindungan dari berbagai keburukan.

Dalam Islam, salah satu cara sederhana untuk menghadirkan keberkahan tersebut adalah dengan membiasakan membaca doa ketika memasuki rumah.

Meski terlihat sebagai aktivitas sehari-hari yang sederhana, masuk ke rumah ternyata memiliki tuntunan khusus yang diajarkan Rasulullah SAW.

Umat Islam dianjurkan mengawali langkah dengan menyebut nama Allah SWT agar rumah menjadi tempat yang penuh rahmat, jauh dari gangguan setan, serta membawa ketenangan bagi seluruh penghuninya.

Kebiasaan berdoa saat masuk rumah juga menjadi bentuk penghambaan seorang Muslim kepada Allah SWT.

Melalui doa, seorang hamba menyadari bahwa seluruh aktivitasnya, termasuk saat datang dan pergi dari rumah, berada dalam pengawasan dan pertolongan Allah.

Lalu bagaimana bacaan doa masuk rumah yang diajarkan Rasulullah SAW? Apa saja adab yang dianjurkan ketika memasuki rumah? Berikut penjelasannya.

Perintah Berdoa dalam Al-Qur'an

Islam menempatkan doa sebagai ibadah yang sangat mulia. Bahkan Allah SWT secara langsung memerintahkan hamba-Nya untuk berdoa dan memohon hanya kepada-Nya.

Dalam Surah Gafir ayat 60, Allah SWT berfirman:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ

Artinya: "Tuhanmu berfirman, 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina.'" (QS Gafir: 60)

Ayat ini menunjukkan bahwa doa bukan sekadar permohonan, melainkan bentuk ibadah yang menunjukkan ketundukan seorang hamba kepada Allah SWT.

Baca juga: Agar Rumah Menjadi Sumber Kebahagiaan, Ini Rahasia yang Sering Terlupakan

Doa Masuk Rumah yang Diajarkan Rasulullah SAW

Rasulullah SAW mengajarkan doa yang dibaca ketika memasuki rumah. Doa ini diriwayatkan dalam hadis yang tercantum dalam Sunan Abu Dawud.

بِسْمِ اللهِ وَلَجْنَا وَبِسْمِ اللهِ خَرَجْنَا وَعَلَى رَبِّنَا تَوَكَّلْنَا

Bismillaahi walajnaa wa bismillaahi kharajnaa wa 'alaa rabbinaa tawakkalnaa.

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah kami masuk, dan dengan menyebut nama Allah kami keluar, serta kepada Allah Tuhan kami, kami bertawakal." (HR Abu Dawud)

Doa ini mengandung pengakuan bahwa setiap aktivitas manusia, baik ketika masuk maupun keluar rumah, seharusnya diawali dengan mengingat Allah SWT serta disertai sikap tawakal kepada-Nya.

Doa Masuk Rumah Lain yang Dianjurkan

Selain doa di atas, terdapat bacaan lain yang juga dianjurkan untuk dibaca ketika memasuki rumah.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ الْمَوْلِجِ وَخَيْرَ الْمَخْرَجِ بِاسْمِ اللَّهِ وَلَجْنَا وَبِاسْمِ اللَّهِ خَرَجْنَا وَعَلَى اللَّهِ رَبِّنَا تَوَكَّلْنَا

Allahumma inni as'aluka khairal mauliji wa khairal makhraji, bismillahi walajnaa wa bismillahi kharajnaa wa 'alallaahi rabbinaa tawakkalnaa.

Artinya: "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu sebaik-baik tempat masuk dan sebaik-baik tempat keluar. Dengan nama-Mu kami masuk dan dengan nama-Mu kami keluar. Kepada Allah Tuhan kami, kami bertawakal."

Doa ini berisi permohonan agar setiap langkah yang dilakukan memperoleh kebaikan, keberkahan, serta perlindungan dari segala keburukan.

Baca juga: Bolehkah Istri Keluar Rumah Saat Bertengkar dengan Suami? Ini Penjelasan Ulama

Keutamaan Membaca Doa Saat Masuk Rumah

Membaca doa masuk rumah bukan hanya mengikuti sunnah Nabi SAW, tetapi juga memiliki sejumlah keutamaan.

Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan bahwa ketika seseorang menyebut nama Allah saat masuk rumah dan ketika makan, setan tidak memiliki kesempatan untuk menginap maupun ikut menikmati makanan di rumah tersebut.

Imam An-Nawawi dalam kitab Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa zikir dan doa ketika masuk rumah merupakan sebab datangnya keberkahan serta perlindungan dari gangguan setan.

Karena itu, membiasakan membaca doa saat masuk rumah bukan hanya perkara adab, tetapi juga bentuk penjagaan spiritual bagi diri sendiri dan keluarga.

Adab Masuk Rumah Menurut Islam

Selain membaca doa, Islam juga mengajarkan sejumlah adab ketika memasuki rumah.

1. Mengucapkan Salam

Allah SWT berfirman dalam Surah An-Nur ayat 61 agar kaum Muslim mengucapkan salam ketika memasuki rumah.

Salam menjadi doa keselamatan sekaligus sarana mempererat kasih sayang antaranggota keluarga.

2. Menyebut Nama Allah

Mengawali langkah dengan basmalah merupakan salah satu cara mengingat Allah dalam setiap aktivitas.

Menurut buku Buku Pintar 50 Adab Islam karya Arfiani, menyebut nama Allah ketika masuk rumah menjadi benteng dari godaan setan.

3. Masuk dengan Kaki Kanan

Sebagaimana adab memasuki masjid dan melakukan berbagai aktivitas baik lainnya, masuk rumah dianjurkan dengan mendahulukan kaki kanan.

4. Mengetuk Pintu atau Memberi Tanda

Apabila pintu rumah dalam keadaan tertutup atau terdapat anggota keluarga di dalamnya, seseorang dianjurkan memberi tanda terlebih dahulu agar tidak mengagetkan penghuni rumah.

5. Tidak Mengintip ke Dalam Rumah

Rasulullah SAW melarang seseorang mengintip ke dalam rumah orang lain tanpa izin. Hal ini bertujuan menjaga privasi dan kehormatan penghuni rumah.

6. Menjaga Sikap dan Ucapan

Rumah adalah tempat bernaung dan berkumpulnya keluarga. Karena itu, memasuki rumah hendaknya dilakukan dengan sikap yang lembut, penuh ketenangan, dan menghindari perkataan yang menyakiti anggota keluarga.

Baca juga: Cara Sedekah Subuh di Rumah Tanpa Harus ke Masjid, Tetap Berpahala

Apa yang Dilakukan Setelah Masuk Rumah?

Selain membaca doa dan mengucapkan salam, beberapa ulama menganjurkan untuk memperbanyak zikir, membaca Al-Qur'an, atau mengucapkan kalimat-kalimat yang baik ketika berada di rumah.

Dalam buku Hisnul Muslim karya Sa'id bin Ali Al-Qahthani disebutkan bahwa rumah yang sering digunakan untuk berzikir dan membaca Al-Qur'an akan lebih hidup serta dipenuhi keberkahan dibanding rumah yang jauh dari mengingat Allah.

Karena itu, rumah bukan hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga menjadi sarana ibadah dan pendidikan bagi seluruh anggota keluarga.

Doa Keluar Rumah yang Dianjurkan

Sebagaimana Islam mengajarkan doa ketika masuk rumah, umat Islam juga dianjurkan membaca doa saat hendak keluar rumah.

بِسْمِ اللهِ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

Bismillahi tawakkaltu 'alallaahi laa haula wa laa quwwata illaa billaah.

Artinya: "Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah. Tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah."

Menurut hadis riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi, orang yang membaca doa ini akan memperoleh petunjuk, perlindungan, dan penjagaan dari Allah SWT.

Hikmah Membiasakan Doa Masuk Rumah

Membaca doa masuk rumah mungkin hanya membutuhkan waktu beberapa detik, tetapi kebiasaan ini memiliki makna yang sangat besar.

Selain menjadi bentuk ketaatan kepada sunnah Rasulullah SAW, doa tersebut mengingatkan bahwa rumah yang ditempati sejatinya adalah nikmat dari Allah SWT.

Dengan membiasakan doa, salam, dan zikir ketika memasuki rumah, seorang Muslim tidak hanya menjaga hubungan dengan Allah, tetapi juga menumbuhkan suasana keluarga yang lebih tenang, harmonis, dan penuh keberkahan.

Karena itu, di tengah kesibukan dan aktivitas sehari-hari, jangan sampai kebiasaan sederhana yang diajarkan Rasulullah SAW ini terabaikan.

Sebab, keberkahan sering kali hadir melalui amalan-amalan kecil yang dilakukan secara konsisten.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Kasus Eks Jampidsus, Ketua PBNU Minta Jaksa Agung Tetap Semangat Berantas Korupsi
Kasus Eks Jampidsus, Ketua PBNU Minta Jaksa Agung Tetap Semangat Berantas Korupsi
Aktual
Kapan Membacakan Talqin yang Sesuai Sunnah? Ketahui Waktu untuk Menuntun Bacaan “La Ilaha Illallah”
Kapan Membacakan Talqin yang Sesuai Sunnah? Ketahui Waktu untuk Menuntun Bacaan “La Ilaha Illallah”
Aktual
Hukum Bayar Zakat dengan Kartu Kredit Syariah, Boleh atau Tidak? Simak Penjelasan Ulama
Hukum Bayar Zakat dengan Kartu Kredit Syariah, Boleh atau Tidak? Simak Penjelasan Ulama
Aktual
Niat Puasa Daud Lengkap: Bacaan, Tata Cara, Waktu Pelaksanaan, dan Ketentuannya
Niat Puasa Daud Lengkap: Bacaan, Tata Cara, Waktu Pelaksanaan, dan Ketentuannya
Doa dan Niat
Hukum Shalat Sambil Menggendong Anak, Apakah Sah Shalatnya? Ini Penjelasan dan Syaratnya
Hukum Shalat Sambil Menggendong Anak, Apakah Sah Shalatnya? Ini Penjelasan dan Syaratnya
Aktual
Apakah Mematikan Dering HP saat Shalat Bisa Membatalkan Shalat? Ini Penjelasan Ulama
Apakah Mematikan Dering HP saat Shalat Bisa Membatalkan Shalat? Ini Penjelasan Ulama
Aktual
Shalat Istisqa: Niat, Tata Cara, dan Khutbah Sebagai Ikhtiar Meminta Hujan saat Kemarau Panjang
Shalat Istisqa: Niat, Tata Cara, dan Khutbah Sebagai Ikhtiar Meminta Hujan saat Kemarau Panjang
Doa dan Niat
Taaruf dalam Islam, Proses Saling Mengenal Sebelum Menikah
Taaruf dalam Islam, Proses Saling Mengenal Sebelum Menikah
Aktual
Hukum Berhijab Tapi Memakai Wig atau Rambut Palsu, Boleh atau Tidak? Simak Penjelasannya
Hukum Berhijab Tapi Memakai Wig atau Rambut Palsu, Boleh atau Tidak? Simak Penjelasannya
Aktual
Apakah Shalat Ghaib Masih Boleh Dilakukan Setelah Jenazah Dimakamkan? Simak Penjelasannya
Apakah Shalat Ghaib Masih Boleh Dilakukan Setelah Jenazah Dimakamkan? Simak Penjelasannya
Aktual
Amalan Setelah Memakamkan Jenazah Sesuai Sunnah Rasulullah SAW
Amalan Setelah Memakamkan Jenazah Sesuai Sunnah Rasulullah SAW
Aktual
Menag Ingatkan Tak Main Hakim Sendiri Soal LGBT, MUI Siapkan RUU Pidana
Menag Ingatkan Tak Main Hakim Sendiri Soal LGBT, MUI Siapkan RUU Pidana
Aktual
Indonesia Punya 240 Juta Muslim, Anggito Ungkap Urgensi Danantara Syariah
Indonesia Punya 240 Juta Muslim, Anggito Ungkap Urgensi Danantara Syariah
Aktual
Jejak Kehangatan Kak Bund, dari Kantin sampai Sujud di Nabawi…
Jejak Kehangatan Kak Bund, dari Kantin sampai Sujud di Nabawi…
Aktual
Potensi Ekonomi Syariah Tembus Rp 2.000 Triliun, KUII VIII Dorong Danantara Syariah
Potensi Ekonomi Syariah Tembus Rp 2.000 Triliun, KUII VIII Dorong Danantara Syariah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar