KOMPAS.com - Puasa Ayyamul Bidh menjadi salah satu puasa sunnah yang dianjurkan Rasulullah SAW setiap pertengahan bulan Hijriah.
Pada September 2027, Ayyamul Bidh diperkirakan bertepatan dengan 13–15 Rabiul Akhir 1449 H atau jatuh pada 14, 15, dan 16 September 2027.
Puasa tiga hari ini memiliki keutamaan besar karena dilakukan secara rutin setiap bulan.
Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk mengamalkannya sebagai bentuk ibadah sunnah yang ringan, tetapi bernilai pahala berlipat di sisi Allah SWT.
Penanggalan Hijriah dapat berubah sesuai hasil rukyatul hilal, sehingga jadwal berikut bersifat perkiraan hingga penetapan resmi awal bulan.
Baca juga: Jangan Puasa Ayyamul Bidh pada 13 Zulhijah, Ini Alasannya
Berikut jadwal puasa Ayyamul Bidh pada September 2027.
| Tanggal Masehi | Tanggal Hijriah | Hari |
| 14 September 2027 | 13 Rabiul Akhir 1449 H | Selasa |
| 15 September 2027 | 14 Rabiul Akhir 1449 H | Rabu |
| 16 September 2027 | 15 Rabiul Akhir 1449 H | Kamis |
Hari ketiga Ayyamul Bidh pada 16 September juga bertepatan dengan puasa Kamis. Seorang Muslim dapat mengamalkan kedua ibadah sunnah tersebut dalam satu hari karena waktunya bersamaan.
Ayyamul Bidh secara bahasa berarti “hari-hari putih”, yaitu tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah ketika cahaya bulan purnama tampak terang pada malam hari. Rasulullah SAW secara khusus menganjurkan puasa pada tiga hari tersebut.
Dalam hadis riwayat Jami’ at-Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda:
يَا أَبَا ذَرٍّ، إِذَا صُمْتَ مِنَ الشَّهْرِ ثَلَاثًا، فَصُمْ ثَلَاثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ
Yā Abā Dzarr, idzā shumta minasy-syahri tsalātsan fa shum tsalātsa ‘asyarata wa arba‘a ‘asyarata wa khamsa ‘asyarata.
Artinya: “Wahai Abu Dzar, apabila engkau berpuasa tiga hari setiap bulan, maka berpuasalah pada tanggal tiga belas, empat belas, dan lima belas.” (HR Jami’ at-Tirmidzi No. 761)
Hadis ini menjadi dasar utama disyariatkannya puasa Ayyamul Bidh yang diamalkan secara rutin setiap bulan Hijriah.
Baca juga: Puasa Sunnah September 2027: Jadwal dan Niatnya
Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa puasa tiga hari setiap bulan memiliki pahala seperti berpuasa sepanjang tahun. Beliau bersabda:
صِيَامُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ صِيَامُ الدَّهْرِ كُلِّهِ
Shiyāmu tsalātsati ayyāmin min kulli syahrin shiyāmud-dahri kullih.
Artinya: “Puasa tiga hari setiap bulan sama seperti berpuasa sepanjang tahun.” (HR Sahih al-Bukhari No. 1979 dan Sahih Muslim No. 1162)
Para ulama menjelaskan bahwa setiap satu amal kebaikan dibalas sepuluh kali lipat.
Karena itu, puasa tiga hari setiap bulan seakan-akan setara dengan tiga puluh hari dalam hitungan pahala, sehingga jika dilakukan secara istiqamah nilainya seperti berpuasa sepanjang tahun.
Niat puasa sunnah pada dasarnya dilakukan dalam hati. Adapun lafaz niat yang umum diamalkan adalah sebagai berikut.
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيضِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ayyāmil-bīḍi sunnatan lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Ayyamul Bidh karena Allah Ta’ala.”
Para ulama menegaskan bahwa yang terpenting adalah hadirnya niat sebelum menjalankan ibadah, sedangkan melafazkannya bukan termasuk syarat sah puasa.
Allah SWT menjelaskan bahwa tujuan utama ibadah puasa ialah membentuk ketakwaan. Firman-Nya dalam Surah Al-Baqarah ayat 183:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Yā ayyuhalladzīna āmanū kutiba ‘alaikumush-shiyāmu kamā kutiba ‘alalladzīna min qablikum la‘allakum tattaqūn.
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS Al-Baqarah: 183)
Meski ayat tersebut berbicara tentang puasa wajib Ramadhan, para ulama menjelaskan bahwa puasa sunnah juga menjadi sarana melatih kesabaran, mengendalikan hawa nafsu, serta membiasakan diri dalam ketaatan kepada Allah SWT.
Idealnya, Ayyamul Bidh dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut pada tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah sebagaimana anjuran Rasulullah SAW.
Namun, apabila seseorang memiliki uzur sehingga tidak mampu menyelesaikan seluruhnya, ia tetap memperoleh pahala puasa sunnah sesuai hari yang berhasil diamalkan.
Karena itu, September 2027 dapat menjadi momentum untuk membiasakan puasa Ayyamul Bidh sebagai amalan bulanan.
Dengan mengetahui jadwal, niat, dan keutamaannya, umat Islam dapat menghidupkan salah satu sunnah Rasulullah SAW yang sederhana tetapi memiliki pahala yang besar.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.