Editor
KOMPAS.com - Maulid Nabi Muhammad SAW diperingati setiap 12 Rabiul Awal sebagai momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah sekaligus meningkatkan kecintaan kepada beliau.
Selain membaca shalawat dan Al-Qur'an, umat Islam juga dapat mengisi peringatan Maulid Nabi dengan berbagai amalan, termasuk puasa sunnah.
Berikut ulasan singkat terkait puasa sunnah Maulid Nabi 12 Rabiul Awal yang dirangkum dari berbagai sumber.
Baca juga: 8 Keutamaan Membaca Shalawat saat Memperingati Maulid Nabi
Bacaan niat puasa sunnah Maulid Nabi adalah sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ مَوْلِدِ النَّبِيِّ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma yaumi maulidinnabi sunnatan lillahi ta'ala.
Artinya: "Saya berniat puasa pada hari Maulid Nabi sunnah karena Allah Ta'ala."
Baca juga: 8 Tradisi Maulid Nabi di Berbagai Daerah di Indonesia dan Ciri Khasnya
Secara umum, tidak ada dalil khusus yang menganjurkan puasa pada tanggal 12 Rabiul Awal. Karena itu, puasa pada hari tersebut tidak termasuk puasa sunnah yang memiliki nash secara langsung, seperti puasa Senin-Kamis, puasa Arafah, atau puasa Asyura.
Namun, para ulama menilai bahwa berpuasa pada 12 Rabiul Awal tetap diperbolehkan dan dapat dilakukan dengan niat puasa sunnah.
Puasa 12 Rabiul Awal tidak termasuk ibadah khusus yang diwajibkan dalam Islam. Pelaksanaannya tetap diperbolehkan sebagai puasa sunnah, tawakal mendekati diri kepada Allah SWT, atau bentuk rasa syukur atas hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Bagi umat Islam yang ingin menjalankan puasa pada 12 Rabiul Awal, tata caranya sama seperti puasa sunnah pada umumnya. Berikut tata cara yang dapat dilakukan:
Niat puasa sunnah cukup dilafalkan dalam hati mulai malam hari, selama belum makan atau minum.
Seperti puasa wajib, orang yang menjalankan puasa harus menahan diri dari makan, minum, hubungan suami-istri, serta berbagai hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga waktu Magrib.
Pelaksanaan puasa sebaiknya disertai dengan memperbanyak ibadah. Umat Islam dapat mengisi waktu dengan berdzikir, membaca Al-Qur’an, dan memperbanyak shalawat sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Ketika azan Magrib berkumandang, umat Islam dapat segera berbuka. Berbuka disunnahkan dengan kurma atau air putih, kemudian dilanjutkan dengan membaca doa berbuka puasa.
Puasa pada 12 Rabiul Awal juga memiliki manfaat spiritual yang dapat dirasakan seorang muslim. Salah satunya adalah meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT melalui latihan menahan hawa nafsu dan godaan duniawi serta meningkatkan fokus terhadap ibadah dan ketaatan.
Puasa juga mengajarkan kesabaran dan rasa syukur atas berbagai nikmat yang diberikan Allah SWT. Selain itu, ibadah puasa dapat membantu seorang muslim memahami dan merasakan penderitaan saudara-saudara yang kurang beruntung.
Manfaat spiritual lainnya adalah penghapusan dosa-dosa kecil. Dalam berbagai hadis, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa puasa sunnah dapat menjadi sarana untuk menghapus dosa-dosa kecil yang telah diperbuat.
Dengan niat yang ikhlas dan hati yang bersih, puasa ini dapat menjadi wasilah untuk mendapatkan ampunan dari Allah SWT dan meningkatkan derajat seorang muslim di sisi-Nya.
Dalam catatan sejarah, Maulid Nabi sudah diperingati sejak era Dinasti Fatimiyah di Mesir. Namun, terdapat pendapat lain yang menyebutkan bahwa peringatan hari mulia tersebut sudah dimulai pada era Salahudin Al-Ayyubi.
Selain kedua pendapat tersebut, terdapat pula pendapat yang menyebutkan bahwa perayaan Maulid Nabi telah dijalankan sejak tahun kedua Hijriah.
Saat itu, masyarakat Madinah dan Makkah disebut pertama kali diperintahkan oleh Khaizuran, ibu dari Amirul Mukminin Musa al-Hadi dan al-Rasyid.
Sementara di Indonesia, tradisi perayaan Maulid Nabi telah menyatu dengan budaya lokal dan melahirkan beragam tradisi khas keislaman. Beberapa di antaranya adalah “Grebeg Maulud” di Jawa hingga “Maudu Lompoa” di Sulawesi.
Puasa 12 Rabiul Awal dapat dilakukan sebagai puasa sunnah meskipun tidak terdapat dalil khusus yang menetapkannya sebagai ibadah Maulid Nabi.
Umat Islam dapat mengisi momentum tersebut dengan ibadah lain, seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan memperbanyak shalawat.
Peringatan Maulid Nabi juga menjadi kesempatan untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus meneladani ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT