Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sedekah Diam-diam atau Terang-terangan, Mana yang Lebih Utama?

Kompas.com, 15 September 2026, 12:54 WIB
Puji Sri Rahayu,
Reni Susanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Bersedekah merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam.

Namun, muncul pertanyaan yang kerap dibahas umat Muslim: apakah sedekah lebih utama dilakukan secara diam-diam atau justru terang-terangan agar dapat menginspirasi orang lain?

Al-Qur’an dan hadis menunjukkan bahwa keduanya sama-sama dibolehkan. Yang membedakan bukanlah cara memberinya, melainkan niat, maslahat, dan keikhlasan orang yang bersedekah.

Dalam kondisi tertentu, sedekah secara sembunyi lebih utama untuk menjaga hati dari riya, sedangkan sedekah terang-terangan dapat bernilai baik apabila bertujuan mengajak orang lain berbuat kebaikan.

Baca juga: Benarkah Sedekah Bisa Menolak Bala? Ini Penjelasan dan Status Hadisnya

Al-Qur’an Membolehkan Keduanya

Allah SWT menjelaskan bahwa sedekah yang dilakukan secara terang-terangan maupun sembunyi sama-sama memiliki nilai kebaikan. Firman-Nya dalam Surah Al-Baqarah ayat 271:

إِن تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ ۖ وَإِن تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۚ وَيُكَفِّرُ عَنكُم مِّن سَيِّئَاتِكُمْ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

In tubduṣ-ṣadaqāti fani‘immā hiya, wa in tukhfūhā wa tu’tūhal-fuqarā’a fahuwa khairul lakum, wa yukaffiru ‘ankum min sayyi’ātikum, wallāhu bimā ta‘malūna khabīr.

Baca juga: Jenazah Sudah Dimandikan di Rumah Sakit, Perlukah Dimandikan Lagi di Rumah?

Artinya: “Jika kamu menampakkan sedekahmu, itu baik. Tetapi jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang-orang fakir, maka itu lebih baik bagimu. Allah akan menghapus sebagian kesalahan-kesalahanmu. Dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS Al-Baqarah: 271)

Ayat ini menunjukkan bahwa sedekah terbuka tidak dilarang. Namun, ketika diberikan secara diam-diam kepada orang yang membutuhkan, nilainya dinilai lebih utama karena lebih dekat kepada keikhlasan dan menjaga kehormatan penerima.

Mengapa Sedekah Diam-diam Lebih Utama?

Rasulullah SAW memasukkan orang yang bersedekah secara sembunyi sebagai salah satu dari tujuh golongan yang mendapat naungan Allah pada Hari Kiamat.

وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّىٰ لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ

Wa rajulun taṣaddaqa bi ṣadaqatin fa akhfāhā ḥattā lā ta‘lama shimāluhu mā tunfiqu yamīnuh.

Artinya: “Seorang yang bersedekah lalu ia menyembunyikannya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan tangan kanannya.” (HR Sahih al-Bukhari No. 1423; Sahih Muslim No. 1031)

Baca juga: MTQ Nasional 2026 Diproyeksikan Gerakkan Ekonomi Jateng hingga Rp1,2 Triliun

Ungkapan tersebut merupakan majas yang menggambarkan betapa rahasianya sedekah itu. Tujuannya ialah menjaga keikhlasan serta menghindarkan pemberi dari keinginan dipuji manusia.

Selain itu, sedekah diam-diam juga menjaga martabat penerima agar tidak merasa malu atau rendah diri ketika menerima bantuan.

Kapan Sedekah Terang-terangan Justru Dianjurkan?

Meski sedekah sembunyi lebih utama dalam banyak keadaan, Islam juga memberikan ruang bagi sedekah yang dilakukan secara terbuka apabila membawa maslahat.

Contohnya ialah ketika seseorang berdonasi dalam penggalangan dana masjid, bantuan bencana, wakaf pendidikan, atau program kemanusiaan yang membutuhkan keteladanan.

Sedekah terbuka dapat memotivasi orang lain untuk ikut berbagi selama tidak disertai niat riya atau mencari popularitas.

Para ulama menjelaskan bahwa ayat Al-Baqarah 271 dimulai dengan kalimat “Jika kamu menampakkan sedekahmu, itu baik,” yang menunjukkan bahwa sedekah terbuka tetap bernilai ibadah apabila dilakukan dengan niat yang benar.

Karena itu, ukuran utamanya bukan terlihat atau tidak terlihat, melainkan apakah tindakan tersebut lebih besar manfaatnya bagi masyarakat sekaligus tetap menjaga keikhlasan.

Baca juga: Ayyamul Bidh September 2027: Jadwal, Niat, dan Keutamaannya

Keikhlasan Menjadi Penentu Amal

Islam mengajarkan bahwa seluruh amal bergantung pada niat. Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

Innamal a‘mālu bin-niyyāt, wa innamā likullimri’in mā nawā.

Artinya: “Sesungguhnya setiap amal bergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan.” (HR Sahih al-Bukhari No. 1; Sahih Muslim No. 1907)

Hadis ini menjadi prinsip penting dalam sedekah. Dua orang dapat memberikan jumlah yang sama, tetapi nilai ibadahnya berbeda karena niat yang ada di dalam hati masing-masing.

Apabila sedekah dipublikasikan demi membangun budaya berbagi dan mendorong partisipasi masyarakat, hal itu berbeda dengan sedekah yang sengaja dipamerkan untuk memperoleh pujian.

Baca juga: Puasa Sunnah September 2027: Jadwal dan Niatnya

Mana yang Sebaiknya Dipilih?

Dalam kehidupan sehari-hari, sedekah diam-diam lebih dianjurkan ketika membantu fakir miskin, kerabat yang sedang kesulitan, atau orang yang ingin dijaga kehormatannya.

Sebaliknya, sedekah terang-terangan dapat dipilih ketika dibutuhkan untuk menggerakkan solidaritas sosial, mengajak orang lain berdonasi, atau menunjukkan transparansi dalam pengelolaan dana publik.

Pada akhirnya, Islam tidak mempertentangkan keduanya.

Al-Quran membolehkan sedekah terbuka, tetapi menganjurkan sedekah tersembunyi sebagai jalan yang lebih dekat kepada keikhlasan.

Selama dilakukan karena Allah SWT dan membawa maslahat, sedekah tetap menjadi amal yang mendatangkan keberkahan bagi pemberi maupun penerimanya.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar